021 2217 2410 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

Cara Memulai Usaha agar Sukses dan Berhasil

cara memulai usaha agar sukses

Bosan jadi pegawai dan ingin jadi pengusaha sukses dan berhasil? Ada banyak cara memulai usaha dari nol. Apa saja itu? Berikut ulasannya yang sudah kami rangkum. Ada banyak cara memulai usaha agar sukses dan berhasil. Jika melihat dari sudut pandang pegawai, menjadi seorang pengusaha memang terlihat enak. Waktu kerja yang fleksibel, tidak diperintah atasan, dan menjadi bos di perusahaan sendiri.

Namun, menjadi pengusaha tidak semudah itu. Butuh proses yang panjang untuk bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses.

Kunci utama memulai usaha adalah belajar, gigih, ulet, kuat mental, berani ambil risiko, konsisten, dan tentu saja memiliki modal.

Beberapa Cara Memulai Usaha

Beberapa Cara Memulai Usaha

Meskipun terasa keren karena menjadi bos, namun butuh kerja ekstra keras agar usaha bisa sukses dan berhasil. Berikut adalah beberapa cara memulai usaha yang bisa Anda terapkan.

1. Lakukan Bisnis berdasarkan Hal yang Anda Sukai

Hal ini merupakan cara memulai usaha sendiri yang cukup efektif. Karena usaha butuh kerja ekstra keras, pastikan Anda terjun di bidang yang paling Anda kuasai dan senangi. Dengan begitu, pekerjaan Anda akan lebih menyenangkan karena merupakan hal yang Anda sukai.

Sebagai contoh, Anda memiliki hobi mengoleksi dan memelihara burung. Anda bisa memanfaatkan hobi Anda sebagai peluang usaha jual beli burung dan segala peralatan merawat burung termasuk pakannya. Karena Anda sudah hobi dan menguasai, tentu akan lebih mudah untuk melakukan usaha tersebut.

2. Kuasai Bisnis yang Anda Geluti

Cara memulai usaha yang bagus adalah dengan menguasai bisnis yang Anda geluti. Sebagai contoh, Anda hendak memulai bisnis di bidang fashion, tentu Anda harus mengetahui terlebih dahulu trend di masyarakat, segala jenis bahan untuk kain, kelemahan kelebihan bahan satu dengan lainnya, dan lain-lain.

Jangan sampai Anda kurang bahkan tidak menguasai sama sekali bidang bisnis yang akan Anda geluti. Akan ada banyak problem ketika bisnis sudah jalan. Sebagai pemimpin, Anda harus memiliki solusi. Apabila tidak menguasai bidang, yang terjadi bisnis Anda tidak akan berjalan dengan baik ke depannya nanti.

3. Fokus Pada Satu Bisnis

Cara memulai usaha yang mudah adalah dengan fokus pada satu bisnis dulu. Pastikan segala macam masalah dalam satu bidang bisnis bisa diselesaikan terlebih dahulu, profit konsisten, memenuhi target BEP atau balik modal, dan memiliki standar penyelesaian masalah jika suatu saat ada permasalahan terjadi kedepannya.

Apabila beberapa poin tersebut sudah Anda penuhi dalam menjalankan bisnis, bukan tidak mungkin Anda bisa mengembangkan sayap di bisnis lain. Namun akan lebih baik apabila Anda lebih fokus pada satu bidang bisnis.

4. Memiliki Konsep Bisnis yang Baik

Cara memulai usaha yang baru anda rintis adalah dengan memiliki konsep bisnis yang baik. Buatlah skema konsep bisnis mulai dari strategi, tata kelola sumber daya guna mencapai target dan visi misi bisnismu. Dengan konsep bisnis yang baik, maka tujuan bisnismu akan dapat segera tercapai.

5. Riset

Cara memulai usaha yang benar adalah dengan melakukan riset. Riset barang atau jasa apa yang akan Anda tawarkan. Pelajari produk, apa saja kelebihan dan kekurangannya, bagaimana Anda meminimalisir kekurangan dari produk atau jasa tersebut, dan bagaimana strategi agar produk dan jasa sampai ke masyarakat.

Agar produk dapat sampai ke masyarakat, tentu Anda harus melakukan yang namanya riset pasar. Bagaimana perilaku masyarakat terhadap produk atau jasa yang hendak Anda tawarkan. Bagaimana trend masyarakat terhadap produk tersebut. Lakukan riset dengan matang untuk mencapai hasil penjualan yang maksimal.

6. Kelola Anggaran untuk Modal

Cara memulai usaha dari nol tanpa modal memang hal yang cukup sulit. Namun, Anda bisa meminimalisir modal dengan kelola anggaran yang baik. Pisahkan anggaran yang memang Anda khususkan untuk barang-barang penunjang usaha. Kemudian pisahkan juga Anggaran untuk biaya produksi usaha.

Persiapkan juga ‘pos’ khusus untuk biaya tak terduga selama akan memulai bisnis. Hal ini dilakukan agar bisnis tidak melampaui budget. Apabila memang membutuhkan dan menjadi pilihan terakhir, Anda bisa melakukan pinjaman untuk memulai usaha Anda.

7. Hitung Keuntungan dan Balik Modal

Cara memulai usaha yang baik dan benar adalah dengan menghitung keuntungan serta memperkirakan balik modal. Tentukan terlebih dahulu harga produk yang akan Anda jual.

Untuk menghitung harga jual, Anda bisa menggunakan rumus Harga Jual = Biaya Produksi + Margin. Margin bisa Anda dapatkan dari berapa persen selisih keuntungan yang Anda inginkan.

Misalnya, biaya produksi Rp100.000 dengan margin keuntungan yang Anda inginkan adalah 10%, maka rumusnya Harga Jual = 100.000 + (10% x 100.000) = Rp110.000. Maka harga jualnya adalah Rp110.000. Dengan begitu, keuntungan yang bisa Anda dapatkan adalah Rp10.000 dari setiap produk yang Anda jual.

Lalu bagaimana menghitung balik modalnya? Anda bisa menggunakan rumus BEP (Balik Modal) = TFC (Total Fix Cost atau Total Biaya Sampai Usaha Siap Jalan) / (P – V). P adalah harga jual per unit sementara V adalah biaya produksi per unit.

Jadi semisal total modal awal Anda adalah Rp20 juta dengan biaya produksi Rp100.000 dan harga jual Rp110.000, maka BEP = 20.000.000 / (110.000 – 100.000) = 2.000. Artinya Anda harus menjual 2000 produk untuk bisa balik modal.

Lalu, berapa minimal omset yang harus didapat untuk mencapai target BEP? Rumusnya adalah Jumlah barang x harga jual. Jadi 2000 x 110.000 = 220.000.000. Untuk lama waktu yang diperlukan agar mencapai BEP, Anda bisa menggunakan rumus Total produk yang harus dijual / Jumlah rata-rata penjualan perhari.

Jadi 2.000 / 50 (asumsi rata-rata penjualan per hari) = 40 Hari. Maka Anda bisa balik modal dalam waktu 40 hari.

8. Promosi

Lakukan strategi promosi yang tepat sasaran. Saat ini, sudah banyak masyarakat yang menggunakan media sosial sebagai sumber informasi. Maka, Anda dapat melakukan promosi di media sosial agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Selain itu, promosi di media sosial jauh lebih murah.

Tidak ada salahnya untuk melakukan promosi konvensional seperti memasang baliho, banner, dan sejenisnya. Meskipun biayanya lebih mahal dan target pasar tak seluas media sosial, namun promosi konvensional juga meningkatkan atensi masyarakat sekitar dan produk dipandang lebih benefit.

9. Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Produk

Anda harus mengetahui keunikan, kelebihan, dan kekurangan dari produk yang akan Anda tawarkan. Pelajari terlebih dahulu apa keunikan produk Anda sehingga berbeda dengan produk lain.

Kemudian pahami kelebihan produk Anda dibandingkan dengan produk lain yang sejenis.
Yang tidak kalah penting juga, ketahui kekurangan produk Anda. Jika Anda memahami unsur-unsur tersebut, maka akan memudahkan Anda dalam melakukan strategi marketing ataupun strategi-strategi promosi untuk meningkatkan penjualan Anda.

10. Tidak Gengsi Belajar dari Orang Lain

Jangan pernah takut ataupun gengsi untuk belajar, apalagi belajar dengan orang lain yang lebih berpengalaman. Anda bisa membangun relasi dengan orang-orang yang lebih berpengalaman, sharing mengenai kendala Anda sehingga Anda akan mendapatkan solusi.

11. Tidak Takut Gagal

Banyak yang mengatakan kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Mengutip dari beberapa sumber, ada banyak pebisnis sukses yang dulunya sempat gagal. Sebut saja Hendy Setiono, pemilik PT Baba Rafi Indonesia.

Ia sempat kolaps karena uangnya dibawa lari oleh karyawan. Namun karena kegigihan, ia berhasil bangkit. Nadiem Makarim, pendiri Go-Jek. Dulu Go-Jek sempat diambang kebangkrutan karena tak kunjung menemukan investor.

Namun karena kegigihan, Nadiem Makarim bisa membawa Go-Jek tetap eksis hingga saat ini. Jadi, jika Anda nanti mengalami kegagalan, jangan pernah takut untuk bangkit kembali.

12. Jangan Hanya Katakan, Tapi Lakukan!

Jangan hanya berangan-angan dan berkata-kata kepada orang lain mengenai rencana-rencana yang akan Anda buat. Jika rencana Anda sangat matang, namun tidak Anda lakukan, itu sama saja dengan kosong. Jadi, lakukan apa yang sudah Anda rencanakan dan impikan.

13. Tahu Waktu yang Tepat untuk Berhenti

Tidak selamanya bisnis bisa berjalan sesuai rencana. Anda memang dituntut tidak boleh mudah menyerah, namun dalam kondisi tertentu, ada kalanya memang keadaan memaksa Anda untuk berhenti.

Apabila dengan berhenti Anda bisa menyelamatkan diri Anda dan orang lain, maka tidak ada salahnya untuk berhenti sejenak dan memikirkan strategi lain atau bahkan bisnis lain.

14. Hidup Sederhana dan Kuat Mental

Jangan pernah berpikir bahwa menjadi pengusaha, Anda bisa hidup bermewah-mewahan. Tetaplah hidup sederhana dengan tetap berpegang teguh pada visi misi perusahaan Anda.

Sehingga uang yang Anda miliki lebih bermanfaat ketimbang harus bermewah-mewahan. Apabila niat Anda usaha untuk mensejahterakan orang banyak, maka kemewahan akan hadir dengan sendirinya.

Dan, yang tidak kalah pentingnya lagi adalah kuat mental. Menjadi pengusaha dan hidup sederhana pastinya akan banyak orang-orang yang mencibir Anda. Jika Anda mendengarkan mereka Anda pasti akan mudah berhenti dan menyerah.

Selain itu, menjadi pengusaha pasti juga memiliki saingan bisnis. Apabila Anda tidak kuat mental, Anda pasti akan memilih untuk berhenti. Tetaplah maju, bersaing secara sehat, cari strategi agar bisa tetap bersaing dengan para pegiat bisnis lainnya.

15. Disiplin Waktu dan Konsisten

Meskipun banyak yang beranggapan menjadi pengusaha bisa memiliki waktu yang fleksibel, namun tidak kenyataannya. Apabila Anda seenaknya dalam menentukan waktu kerja, maka konsumen menganggap Anda kurang ada niat dalam membangun bisnis, sehingga konsumen tidak akan kembali ke tempat Anda.

Namun, apabila Anda disiplin secara waktu, berusaha tepat waktu dan tidak bermalas-malasan, maka banyak pelanggan yang akan datang kepada Anda. Yang paling terpenting sekali lagi adalah konsistensi.

Dengan konsistensi, pelanggan bisa tahu kapan akan kembali kepada Anda, kapan harus menggunakan jasa Anda, dan kapan mereka membutuhkan usaha Anda.

Itulah beberapa cara memulai usaha agar cepat berhasil dan sukses. Menjadi seorang pengusaha sejatinya tak semudah yang Anda bayangkan. Jika dari sudut pandang seorang pegawai, pengusaha memang terlihat enak karena memiliki jam kerja sesuai keinginan, tidak mendapat perintah dari orang lain, dan menjadi bos.

Namun, nyatanya menjadi seorang pengusaha harus memiliki kekuatan ekstra dari segala sisi. Mulai dari fisik, pikiran, mental dan finansial. Semua akan akan Anda gunakan ketika Anda mulai terjun di dunia entrepreneur.

Dari banyaknya poin yang sudah kami sajikan, poin-poin pentingnya adalah gigih, ulet, mau belajar, pantang menyerah, disiplin, dan konsisten. Dengan begitu, Anda akan menjadi pengusaha yang berhasil dan sukses mencapai visi misi Anda.

Segera lindungi nama merek usaha anda agar tidak dijiplak dan digunakan orang lain, hubungi Patendo.

Bagikan :
There are currently no comments.