021 2217 2410 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

Branding adalah : Teori, Jenis, Produk dan Fungsi

branding adalah

Pengertian brand secara sederhana adalah image yang -dikenal masyarakat tentang produk dan usaha Anda. Sedangkan branding adalah usaha membuat image tersebut dikenal masyarakat. Brand sering disebut juga sebagai merek. Di dalamnya ada bentuk penyebaran merek secara abstrak dan penyebaran merek secara fisik.

Penyebaran merek secara fisik berupa hal – hal yang menunjukan identitas dari produk atau usaha. Contoh seperti papan nama, logo produk, kemasan dan seragam para karyawan. Sedangkan penyebaran merek abstrak adalah image yang dikenal masyarakat tentang usaha dan produk tanpa harus berwujud. Contoh saja produk dari Apple selalu dikenal premium dan berkelas di para pecinta gadget.

Marketing adalah strategi dan kegiatan untuk memperkuat brand/merek dan mengundang konsumen untuk membeli. Bisa dibilang penyebaran brand adalah produk dari usaha marketing. Karena ingin menarik para konsumen, marketing pasti mendorong Anda melakukan proses sebar nama merek usaha.

Contoh saja Anda jual kecap. Jika jual botol dengan cairan hitam saja, belum tentu ada orang beli. Tapi jika diberi stiker dengan hiasan menarik serta logo nama yang bagus, orang pasti ingin beli. Misalkan saja Kecap Cap Petani. Merek kecap ini menunjukan logo petani dengan gambar orang pakai caping. Sebagai identitas brand, hal tersebut adalah ciri khas produk Anda untuk hindari para pesaing mencontoh.

Contoh branding

Contoh branding Berdasarkan Jenisnya

Usaha penyebaran brand memiliki inti untuk komunikasikan pada masyarakat seputar karakter dan identitas usaha Anda. Hal ini bertujuan untuk menjadi berbeda dengan para pesaing di pasar yang sama. Peran brand tidak terpisahkan dengan membuat image tertentu dan mempertahankan image tersebut sampai masyarakat terbiasa dengan hal tersebut.

Apabila image sudah terserap di masyarakat, produk Anda otomatis lebih dikenal. Jika ingin tahu bagaimana strategy sebarkan brand, berikut adalah beberapa jenis teknik branding yang bisa Anda coba:

Produk Branding

Teknik sebarkan image usaha dengan produk adalah hal yang paling umum dilakukan. Anda bisa dengan mudah mengetahui produk dari pemasaran di media website, media social, media TV ataupun koran. Produk menjadi senjata promosi utama perusahaan tentu sudah biasa. Tapi bukan berarti hal ini tidak efektif.
Tujuan utama dari teknik penyebaran brand ini adalah memperkenalkan produk tertentu untuk perkuat citra perusahaan. Contoh saja memperkenalkan produk HP dengan daya tahan battery terkuat. Jika produk HP buatan perusahaan tersebut selalu bagus dibanding para pesaing, image brand usaha pasti muncul sebagai pembuat HP tahan lama dan kuat.

Umumnya, dalam kegiatan promosi merek tersebut, Anda akan memperoleh berbagai macam informasi tentang aneka fitur-fitur pada produk, harga produk, serta nilai-nilai lain yang jadi unggulan, dibandingkan kompetitor lainnya. Berikut ini adalah beberapa contoh merek yang bisa dijadikan referensi untuk teknik branding produk :

1. Nike

Siapa yang tidak mengenal brand dengan lambang centang yang satu ini. Ketiga orang mendengar kata Nike, bayangan koleksi peralatan olahraga lengkap pasti muncul. Nike memiliki deretan koleksi sports wear yang membuat orang tertarik.
Brand ini makin kuat dengan menggunakan image atlet sebagai alat promosi. Produk yang digunakan atlet untuk menang di pertandingan tentu lebih menjual dibandingkan sekedar tampilan sepatu yang bagus. Untuk sports wear, performa adalah pertimbangan yang penting. Karena strategi ini, brand Nike berhasil jual banyak produk olahraga setiap tahunnya!

2. Apple. Inc

Apa yang orang kenal tentang brand Apple? Orang pasti langsung berfikir sebuah alat elektronik premium dengan teknologi terkini. Mereka memang memiliki banyak produk mulai dari smartwatch, smartphone dan laptop yang masing – masing kelas premium. Hal inilah yang terekam dalam benak masyarakat pada umumnya.

Banyak pengamat brand mengatakan kekuatan utama dari Apple adalah simbolnya. Logo yang terbilang sederhana ini mudah dikenali oleh masyarakat. Selain itu, tiap produk Apple yang sukses pasti ditempeli logo ini. Jadi tidak aneh jika orang mengenal smartphone dengan logo Apple ini sebagai produk yang premium dan prestige.

3. Hermes

Jika dengan nama Hermes, orang akan langsung bayangkan produsen tas ternama asal Perancis. Hal ini memang benar. Hermes berasal dari Perancis dan menjual berbagai tas kelas atas. Perusahaan ini selalu menjual tas mereka dengan image model, selebritis dan kehidupan tingkat atas. Karena ini, orang memadukan image Hermes dengan image orang kaya dengan kelas tas yang super mewah.

Walaupun tidak hanya jual tas, Hermes sudah dapatkan image sebagai produsen tas ternama. Jadi walaupun jual parfum, perhiasan, jam tangan dan produk mewah kelas atas lain, orang lebih kenal Hermes sebagai produsen tas ternama. Hal ini bisa dibilang sukses, tapi butuh perbaikan image untuk jual produk selain tas.

4. Mcdonald’s

Berikutnya ada Mc Donalds, atau orang lebih mengenalnya dengan singkatan McD. Tidak lain adalah sebuah restoran yang beroperasi di California, Amerika Serikat. Ketika orang mendengar akan merek restoran yang satu ini, orang akan langsung berpikir tentang sebuah restoran cepat saji yang dapat dikunjungi oleh siapa saja, baik itu orang tua hingga anak-anak.

Strategi buat image yang diciptakan Mcdonald’s tidak hanya fokus pada desain logonya yang simpel, tapi juga nama dari brand ini. Lambang M yang simple hanya sebagian dari identitas McDonald’s sendiri. Anda bisa lihat kata – kata McD lebih terkenal saat berbicara soal fast food. Promosi makanan berbasis rasa familiar adalah senjata utama dari brand restoran ini.

5. KFC

Tidak jauh berbeda dengan KFC, atau singkatan dari Kentucky Fried Chicken, termasuk salah satu restoran fast food terkenal dari Amerika Serikat. Ketika orang mendengar akan restoran yang satu ini, orang akan langsung teringat akan aspek penting restoran ayam ini, mulai dari restoran cepat saji, seorang laki-laki tua dengan rambut dan jenggot berwarna putih serta yang tidak kalah penting adalah ayam crispy-nya.

Bisa dikatakan restoran yang sudah menyebar di hampir sekitar 150 negara ini memang mempunyai kekuatan image yang cukup kental. Mulai dari logo yang dibuat sederhana namun cukup simpel dan mudah diingat oleh banyak orang. Kemudian kualitas menu yang diunggulkan, dalam hal ini adalah ayam goreng crispy, walaupun selain menu tersebut masih ada menu pendamping lainnya, yang pasti tidak kalah menarik.

Kemudian tempatnya yang ramah, terutama untuk anak-anak, yang dapat bermain secara leluasa, dan ditemani oleh sang Colonel Sanders, sebagai pendiri yang sering kali hadir dalam bentuk patung di setiap gerai KFC.

6. Yamaha

Berikutnya adalah Yamaha, barang yang terkenal dengan koleksi sepeda motornya ini juga cukup melekat di hati para penggunanya. Dibanding merek motor lain yang lebih mengedepankan logo, Yamaha lebih mengedepankan menunjukan image dengan slogan.

Adapun slogan yang dimaksud disini adalah “Yamaha Semakin di Depan”, walaupun terbilang sederhana, namun slogan tersebut cukup menyentuh hati para konsumennya. Selain karena slogannya yang sederhana, namun juga arti dari slogan itu sendiri, yang artinya selalu berusaha jadi yang terdepan akan kualitas produk dan juga inovasi produk yang ditawarkan.

Apalagi saat ini Yamaha menggandeng pembalap motor ternama, pastinya semakin membuat image perusahaan Yamaha semakin dikenal oleh masyarakat luas.

7. Indomie

Adapun branding lain yang juga mempunyai slogan yang cukup kuat adalah Indomie. Brand lain yang memiliki slogan kuat sebagai senjata promosi adalah Indomie. Sebenarnya kekuatan image dari brand Indomie terdiri dari banyak aspek yang menarik. Contoh saja desain logo yang juga sederhana dengan menggunakan tulisan Indomie berwarna biru, dengan latar belakang merah, dan bagian bawahnya ada warna kuning dan juga hijau. Belum lagi ditambahkan dengan font khusus untuk semua tulisan rasa mie produksi perusahaan ini.

Selain gambar pada kemasan, Anda juga harus ingat soal slogan Indomie. Slogan ini sudah cukup terkenal, yaitu “Indomie seleraku”. Faktor lain yang membuat orang langsung tahu apa itu Indomie adalah nama merek-nya yang sudah tunjukan fokus produk. Semua orang tahu bahwa Indomie adalah produk mie instant asal Indonesia.
Menggunakan image yang menjual sebagai makanan mie instant terpopuler di Indonesia, Indofood berhasil rebut market mie instant secara internasional. Jika melihat video di YouTube, banyak negara lain yang coba Indomie dan memang tertarik untuk konsumsi terus.

8. Coca Cola

Coca Cola adalah contoh brand berikutnya yang akan dibahas. Merek minuman soda asal Atlanta, Georgia ini memang sangat terkenal sebagai minuman ringan dengan karbonasi. Tidak hanya terkenal di Amerika, namun juga di hampir semua negara yang ada di dunia.

Merek minuman yang satu ini tidak hanya menggunakan senjata logo untuk menjual image. Memang logo yang dipakai Coca Cola menarik karena menggunakan font unik, warna berani dan memiliki kesan refreshing. Tapi senjata mereka juga gunakan combo image minuman menyenangkan.

Di tiap iklan, Anda lihat orang senang minum Coca Cola. Selain itu, suara “fizzy” setelah membuka botol atau kaleng Coca Cola sangat khas. Jadi tidak aneh jika minuman ini terkenal secara mendunia sebagai produk yang fun dan menyegarkan.

9. Rolex

Mendengar kata Rolex orang akan langsung mengetahui bahwa ini adalah perusahaan yang memproduksi sebuah jam tangan berkelas, sangat menjunjung tinggi desain jam dan ketepatan jam tangan itu sendiri. Tidak seperti produsen jam lain yang cukup mengedepankan logo atau juga slogan saja, Rolex lebih mengedepankan kualitas dan desain produk yang ditawarkan.

Rolex adalah salah satu perusahaan tua yang mampu bawa image-nya menjadi global brand. Perusahaan ini sudah berdiri sejak 1905 di London. Hanya mengandalkan kekuatan desain kualitas tinggi, tampilan jam menarik dan kualitas build premium, image Rolex sebagai jam tangan mewah langsung terangkat. Memiliki waktu lebih dari 100 tahun untuk promosi image ini tentu efektif. Sekarang semua orang langsung bayangkan brand premium jika dengar tentang perusahaan Rolex.

10. Jaguar

Ini bukan tentang seekor binatang, namun sebuah nama produsen mobil yang cukup terkenal dari Blackpool, Inggris. Ketika mendengar tentang Jaguar maka orang akan langsung teringat akan sebuah mobil sedan atau mobil sport berkelas dan juga mewah.

Kekuatan image dari perusahaan mobil yang satu ini memang terletak dari logonya yang menggunakan binatang jaguar itu sendiri, selain tulisan, dan juga kualitas dari produk mobil yang ditawarkan. Kualitas yang dimaksud disini adalah mobil yang mewah, berkelas dan pastinya terlihat elegan.

Corporate branding

Corporate branding

Masih tentang contoh usaha jual image brand, kali ini akan membahas tentang Corporate branding. Seperti namanya, maka ini adalah jenis marketing brand yang tujuannya untuk mempromosikan sebuah perusahaan itu sendiri. Adapun umumnya, hal-hal yang dipromosikan tidak lain adalah nilai-nilai perusahaan, etos kerja perusahaan, sejarah perusahaan, serta misi perusahaan itu sendiri. Tujuannya agar para konsumen lebih mengenal akan perusahan tersebut secara lebih mendalam.

Adapun media yang umumnya digunakan terbilang cukup beragam, mulai dari pihak PR (Public Relation) dari perusahaan itu sendiri, lalu ada juga website, sosial media, program event dan yang lainnya, adapun contoh dari teknik usaha menyebarkan brand ini sendiri antara lain :

1. Gojek

Siapa yang tidak mengenal perusahaan yang satu ini. Perusahaan berbasis startup ini memang cukup terkenal. Selain itu layanan yang diberikan oleh perusahaan yang satu ini juga tidak hanya satu, melainkan cukup beragam.
Perusahaan yang satu ini mengerti benar bagaimana cara melakukan corporate branding, untuk lebih memperkenalkan brand image perusahaan tersebut. Dengan slogan barunya “pasti ada jalan” berikut adalah beberapa teknik membangun image perusahaan yang dilakukan Gojek, antara lain :

• Melalui strategi marketing, perusahaan yang satu ini memang aktif dalam melakukan promosi aplikasi, dengan menggunakan iklan berbayar mulai dari Google Ads, TV, Facebook Ads, blog dan yang lainnya. Bahkan ada kalanya iklan yang diberikan disisipi dengan pesan moral. Ada kalanya juga membuat video konten menarik di channel Youtube.

• Dengan mewajibkan para driver dan juga mitra Gojek untuk menggunakan atribut, baik helm dan juga jaket ketika sedang beroperasi.

• Memperluas informasi tentang aneka aktifitas atau juga kegiatan perusahaan GOJEK yang baik diketahui oleh publik, dengan menggunakan berbagai sosial media.

• Melakukan secara aktif, baik melalui website resmi, press release, news letter, dan yang lainnya untuk mempengaruhi opini publik.

• Berusaha meningkatkan brand Awareness dengan cara sering melakukan kontes / challenge, misalnya saja ‘Kompetisi Kreasi Konten Anak Bng (KKKAB) 2021”, dan yang lainnya.

• Menawarkan berbagai macam penawaran menarik, seperti memberikan reward mitra usaha, cashback gopay, diskon go food dan yang lainnya.

2. PLN / Indonesia Power

Berikutnya ada PLN atau Perusahaan Listrik Negara atau yang juga dikenal dengan Indonesia Power. Untuk Corporate branding, perusahaan yang satu ini, lebih pada kualitas layanan yang diberikan, hal ini terbukti dengan diraihnya Asesmen serta procedure fit n proper ISO 10667, yang membuat PLN jadi perusahaan pertama di Asia tenggara yang meraih standar Internasional tersebut.

Yang artinya PLN sudah menggunakan dan menerapkan nilai-nilai dan standar Internasional dalam bidang kedisiplinan, profesionalitas, kepercayaan dan yang lainnya.

3. Kantor Pos Indonesia

Adapun Corporate branding yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia kali ini lebih pada inovasi yang dilakukan. Dimana di tengah pandemi seperti sekarang ini, pihak perusahaan lebih menggunakan pelayanan, yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang tengah berlaku seperti sekarang ini.

Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan pada pihak pekerja dan juga pada konsumen yang datang, serta memberikan beberapa layanan online, untuk mempermudah pelayanan itu sendiri.

Mengingat basis perusahaan ini adalah memberikan layanan pada para konsumen, tidak hanya layanan pengiriman barang saja, atau jasa antar surat saja. namun belakangan ini lebih merambah pada layanan transfer uang antar negara, serta pembayaran online lainnya. Itu sebabnya corporate branding bagi perusahaan ini sangat penting agar lebih banyak konsumen yang menggunakan perusahaan tersebut nantinya.

4. Telkom Indonesia

Siapa yang tidak mengenal perusahaan yang satu ini, perusahaan yang terkenal dengan layanan telekomunikasi ini memang cukup mempunyai pengaruh terhadap para penggunanya. Adapun contoh teknik promosikan brand yang dilakukan oleh perusahaan yang satu ini adalah dengan selalu memberikan layanan yang prima pada para pelanggannya.

Misalnya saja dengan menyediakan jaringan 5G yang saat ini sedang gencar dipromosikan. Adapun teknik promosi yang dilakukan terbilang cukup beragam mulai dari website perhiasan, melalui stasiun TV, atau juga menggunakan sosial media yang ada.

5. Tokopedia

Berikutnya ada Tokopedia, termasuk salah satu startup yang cukup sukses dan mampu membangun personal image yang baik. Adapun contoh usaha bangun image perusahaan yang dilakukan oleh ecommerce yang satu ini adalah dengan membuat beberapa channel youtube, dan mengajak beberapa influencer ternama dan juga mengajak para publik figur untuk membuat konten menarik di channel tersebut.

Selain itu ada kalanya ecommerce tersebut bekerja sama dengan beberapa influencer ternama untuk terus mempromosikan berbagai promo dan kegiatan seru yang telah dilakukan oleh pihak Tokopedia tersebut.

Yang paling menarik adalah pihak Tokopedia juga sering melakukan promo, seperti program “WIB” yang dilakukan setiap akhir bulan secara rutin, tujuannya untuk lebih menggaet minat para konsumen untuk berbelanja di ecommerce tersebut. Adapun media yang digunakan untuk promosi cukup banyak, mulai dari TV, mitra Tokopedia, influencer, sosial media dan yang lainnya.

Strategy branding

Apa Itu Strategy branding?

Strategy branding adalah perencanaan untuk mengembangkan image merek. Brand adalah salah satu aspek identitas sebuah bisnis. Hal seperti logo, kemasan, gaya, seragam, bentuk toko, nama dan slogan masuk dalam image merek. Untuk membuat efek menjual image lebih efektif mendatangkan konsumen, strategy harus disusun secara rapi.

Biasanya strategy ini menggabungkan planning marketing juga. Untuk membuat image brand yang bagus, Banyak cara bisa diaplikasikan untuk marketing yang sebarkan informasi brand dan image merek. Karena itu, ilmu seputar hal ini masih didalami sampai sekarang oleh para pelaku bisnis.

Mengapa Bisnis Kecil Butuh Strategy branding?

Pentingnya strategy bangun image usaha bisa ditunjukan dari beberapa aspek. Aspek – aspek ini beragam tapi memiliki tujuan sama yaitu memperbesar jumlah konsumen dan meningkatkan skala usaha. Jika ingin tahu berbagai hal yang menguntungkan dari usaha jual image brand adalah alasan – alasan berikut ini:

Meningkatkan Nilai Bisnis

Strategy jual image UKM akan berpengaruh pada kekuatan brand dengan ukuran nilai bisnis. Orang yang tadinya tidak tahu tentang usaha Anda, bisa datang tawarkan kerja sama karena nilai bisnis Anda lebih tinggi. Kerja sama dengan pemilik merek ternama tentu lebih baik daripada dengan perusahaan tidak jelas. Jadi untuk buka pintu kerjasama yang baik, strategy brand yang bagus perlu digunakan.

Meningkatkan Morale Karyawan

Karyawan yang bekerja di perusahaan dengan image brand kuat jauh lebih bangga kerja di situ. Selain menimbulkan rasa bangga, produktivitas para karyawan juga meningkat. Hal ini mudah dibayangkan. Semisal Anda bekerja di KFC dan pindah ke Toko Ayam Geprek umar. Anda pasti lebih bangga berbagai cerita kerja di KFC daripada tempat ayam geprek. Bekerja di tempat yang lebih terkenal tentu terasa lebih prestige walaupun pekerjaannya sama.

Membentuk Kepercayaan Pasar

Dengan jual image usaha yang bagus, otomatis level kepercayaan masyarakat terhadap produk usaha Anda akan meningkat. Percaya yang dibahas di sini berhubungan dengan bisnis. Lihat saja produk Indomie. Image brand makanan instant ini sudah tidak dipertanyakan lagi rasa dan kelebihannya sebagai makanan darurat murah meriah sudah diterima masyarakat. Ini bukti bahwa brand image Indomie kuat hingga konsumen langsung beli tanpa banyak pertimbangan.

Teori branding

Kupas Tuntas Teori branding

Mempelajari bisnis tentunya tidak akan terlepas dengan masalah teori branding yang menjadi cikal bakal dari dibentuknya sebuah merek atau simbol terhadap produk yang kita kembangkan. Keberhasilan brand ini menjadi penting karena bisa menjadi tolak ukur dari keberhasilan sebuah produk pada saat dipasarkan.

Menciptakan sebuah merek agar bisa dikenal luas oleh konsumen menjadi cara agar suatu produk baik itu berupa jasa atau barang benar-benar bisa dipasarkan secara efektif dan efisien. Untuk mengetahui seluk beluk mengenai hal tersebut, maka kita bisa mempelajari terlebih dahulu teori-teori terkait dengan brand, merek dan image perusahaan ini.

Secara umum, usaha jual image brand bisa diartikan sebagai suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan perusahaan atau pelaku usaha untuk membangun sebuah merek dan membesarkannya. Tentunya proses bangun image ini bisa kita lihat dalam contoh di keseharian seperti misalnya untuk menyebut suatu produk, kita langsung mengucapkan mereknya dibandingkan dengan menyebut nama barang tersebut. Beberapa ahli juga memiliki definisi sebagai berikut:

1. Definisi branding Menurut Neumeier (2003)

Neumeier telah menjelaskan bahwa branding merupakan sebuah pernyataan mengenai siapa yang melakukan, apa yang dilakukan dan mengapa merek tersebut layak dipilih. Tiga komponen ini kemudian bisa dirangkum menjadi tiga poin penting yaitu “identitas”, “produk/jasa yang ditawarkan” dan “keistimewaan”.

Brand image juga didefinisikan oleh Neumeier sebagai suatu reputasi. Sebuah merek yang memang memiliki reputasi bisa disebut sebagai merek yang menjanjikan sehingga masyarakat luas menaruh kepercayaan tinggi pada merek tersebut.

2. Definisi branding Menurut Landa (2006)

Bila Neumeier menjelaskan bahwa branding sangat erat kaitannya dengan merek, maka Landa lebih mengemukakan bahwa brand berkembang tidak hanya sekedar terkait dengan merek atau nama dagang dari suatu produk atau jasa. Image perusahaan tidak hanya selalu soal bagaimana merek bisa terkenal berdasarkan nama dagang, logo atau visualisasi lainnya.

Brand image sekarang juga erat berkaitan dengan kredibilitas, sebuah citra, kesan, persepsi dan anggapan dari konsumen terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.

3. Shultz dan Barnes (1999)

Shultz dan Barnes (1999) menjelaskan bahwa strategi seputar brand merupakan manajemen suatu merek. Karena merupakan sebuah manajemen, maka di dalamnya akan ada banyak kegiatan yang bertujuan untuk mengatur semua elemen dalam membangun sebuah branding.
Strategi ini merupakan bagian penting dalam sebuah bisnis dan usaha. Perusahaan perlu melakukan strategi yang tepat sehingga merek dari produk yang dihasilkan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dan menciptakan reputasi tersendiri.

4. Gelder (2005)

Menggunakan basis dari Shultz dan Barnes, Gelder (2005) lebih lanjut menjelaskan bahwa strategi ini memberikan definisi terhadap apa yang mesti dicapai suatu image tertentu, terkait dengan sikap dan perilaku konsumen.

Oleh karenanya, secara spesifik Gelder juga menjelaskan beberapa kegiatan tersebut antara lain: brand positioning, brand identity dan brand personality. Agar lebih jelas, berikut adalah penjelasannya:

1. Brand Positioning

Secara sederhana, brand positioning memiliki arti bagaimana cara untuk memposisikan sebuah merek agar bisa memiliki posisi di benak konsumen. brand positioning ini tidak hanya sekedar terkait dengan bagaimana citra visualisasi merek, namun juga lebih ke bagaimana membedakan bisnis yang ada dengan kompetitor lainnya. brand positioning bisa menggambarkan sejauh mana sebuah merek dianggap menguntungkan, kredibel dan berbeda di mata konsumen.

2. Brand Identity

Brand identity merupakan semua komponen yang dibuat oleh suatu perusahaan untuk menggambarkan suatu citra dari produk yang ditawarkan pada konsumen. Dengan adanya citra ini, maka konsumen akan dengan mudah mengenali produk tersebut. Tingkat loyalitas juga bisa terbentuk dengan adanya brand identity karena mereka sudah mengenal dengan baik produk yang divisualisasikan oleh perusahaan tersebut.

3. Brand Personality

brand personality adalah bagian dari pengembangan image brand yang sudah diketahui oleh konsumen, dimana konsumen menghubungkannya dengan atribut sikap seseorang terhadap merek tersebut. Istilah ini biasa dikenal sebagai antropomorfisme suatu merek usaha.

Dengan adanya brand personality, maka konsumen bisa dengan mudah melakukan identifikasi dan juga tercipta suatu hubungan yang sudah melekat dengan produk tersebut secara personal. Dalam pengembangannya, terdapat lima dimensi terkait dengan brand personality yang meliputi sincerity, excitement, competence, ruggedness dan sophistication (Aaker, 1997).

Dalam konsep dasar mengenai teori strategi branding ini, selain tiga kegiatan utama yang ada tersebut, terdapat kegiatan penting lainnya yang termasuk ke dalam strategi menjual image brand yaitu brand communication.

Komunikasi dalam strategi jual image brand ini meliputi bagaimana cara penyampaian kepada konsumen terhadap citra yang ingin dilekatkan pada mereka. Kegiatan-kegiatan terkait dengan brand ini akan dijelaskan lebih lanjut.

Tujuan dan Fungsi branding

Tujuan dan Fungsi branding

Dengan adanya usaha sebarkan image merek ini, maka diharapkan masyarakat atau konsumen bisa dengan mudah mengingat merek dari produk yang mereka inginkan. Oleh Neumeier (2003) juga dijelaskan bahwa tiga fungsi kembangkan image brand yang paling utama yaitu membentuk persepsi, membangun kepercayaan dan membangun cinta kepada brand.

Untuk lebih memperjelas mengenai fungsi dan tujuan jual image brand ini, kita bisa melihat lebih dalam lagi bagaimana kedudukan dari brand tersebut. Berikut adalah rincian dari fungsi menjual image brand:

1. Pembeda

Dalam konsep teori sebelumnya telah dijelaskan bahwa sebenarnya penggunaan image brand memiliki tujuan sebagai pembeda. Dengan adanya image brand kuat, maka sebuah produk bisa dibedakan antara satu dengan lainnya berdasarkan merek yang dimilikinya. Contoh saja soal produk sabun. Walaupun sama-sama sebuah produk sabun, namun konsumen akan memiliki preferensi tersendiri terhadap brand kepercayaan mereka.

2. Promosi dan Daya Tarik

Dengan adanya image brand yang bagus, maka suatu produk akan lebih mudah dipromosikan dan memiliki nilai daya tarik yang tinggi. Tanpa adanya proses membangun image brand, dan bisa dibayangkan bagaimana produk tersebut tidak dikenal dan hanya berakhir begitu saja. Ini tentu bisa menggambarkan bagaimana pentingnya sebuah proses di dalam menjual image brand.

3. Penguat Citra dan Prestise

Branding bisa disebut sebagai suatu alat yang digunakan untuk menguatkan citra. Dengan adanya kegiatan bangun image brand ini, citra dari suatu produk bisa melekat pada masyarakat dan konsumen secara luas. brand juga merupakan alat paling pertama yang menentukan suatu produk bisa diterima atau tidak pada konsumen.

Tak jarang, melalui proses bangun image yang tepat suatu produk juga bisa memiliki nilai prestise yang tinggi. Kita bisa melihat contoh bagaimana merek ponsel di sekitar kita dengan penilaian prestise yang berbeda-beda. Semua itu juga tak lepas dari proses promosi merek dari yang telah dilakukan perusahaan.

4. Pengendali Pasar

Dengan adanya brand kuat, sebuah perusahaan yang sudah memiliki brand image cukup baik bisa menjadi pengendali pasar tersendiri. Ini karena kompetitor akan melihat bagaimana cara mereka menerapkan strategi yang berbeda agar memiliki pangsa pasar atau target market tersendiri.

Proses memperkuat brand yang dilakukan oleh setiap perusahaan pada akhirnya tetap akan memberikan citra pada produk yang dihasilkan, dimana setiap produk akan memiliki karakteristik target market yang berbeda antara satu dengan lainnya.

Kita bisa melihat bahwa proses bangun image brand memiliki tujuan dan fungsi yang cukup kuat terutama dalam memberikan citra dan prestise pada produk yang ditawarkan. Tanpa adanya proses branding, tentu perusahaan akan kesulitan dalam menciptakan sasaran penjualan dari produk mereka.

Macam-macam Strategi branding

Macam-macam Strategi branding

Strategi branding yang akan dilakukan perusahaan tentunya berbeda antara yang satu dengan lainnya. Terdapat berbagai macam strategi untuk bangun brand image yang bisa dilakukan oleh perusahaan tersebut. Dengan menerapkan strategi yang tepat, sebuah perusahaan bisa menciptakan pangsa pasar sesuai dengan target penjualan produk mereka. Berikut adalah macam-macam strategi untuk perkuat brand yang bisa kita kenali:

1. Strategi Perluasan Lini Produk (Product Line Extension Strategy)

Strategi perluasan lini produk dilakukan dengan cara menambahkan produk baru atau tambahan produk dalam lini yang sama, dan menggunakan brand image yang sama juga. Biasanya produk yang baru tersebut memiliki spesifikasi yang ditambahi atau disesuaikan dengan kebutuhan target pasar yang berbeda, namun tetap menginginkan dari merek yang sama. Strategi ini biasa diterapkan oleh perusahaan yang memang sudah kenamaan dan banyak digunakan oleh konsumen.

2. Strategi Perluasan Merek (branding Extension Strategy)

Strategi selanjutnya dikenal sebagai strategi perluasan merek. Berbeda dari strategi membangun brand sebelumnya, strategi dengan perluasan merek ini dilakukan dengan memakai merek yang sudah ada dan memang sukses, lalu dipakai sebagai merek pada produk baru pada lini produk yang berbeda. Strategi ini dilakukan agar produk baru yang diciptakan oleh perusahaan bisa lebih mudah dan cepat dikenal oleh masyarakat.

3. Strategi Banyak Merek (Multi branding Strategy)

Strategi yang selanjutnya yang biasa dilakukan perusahaan adalah dengan menggunakan strategi banyak merek. Melalui strategi ini, setiap kali perusahaan mengeluarkan produk, mereka akan membuat merek atau brand baru. Ini digunakan agar kesempatan mereka dalam mengembangkan setiap produk lebih terfokus dan juga memiliki peruntukkan yang berbeda-beda.

Strategi ini biasa diterapkan jika sebuah perusahaan memiliki banyak lini produk sehingga mereka berharap setiap produk juga nantinya bisa dikembangkan melalui strategi bangun brand yang berbeda pula.

4. Strategi Merek Bersama (Co-branding Strategy)

Strategi membangun image merek yang terakhir yaitu strategi merek bersama. Dengan menggunakan cara ini, sebuah perusahaan akan bekerja sama dengan perusahaan lainnya untuk menciptakan sebuah produk. Strategi ini biasa dilakukan untuk menarik minat pembeli, apalagi jika merek yang ada sudah memiliki kesamaan masing-masing. Kita biasa mengenal istilahnya dengan kolaborasi.

Tentunya kita sering melihat sebuah produk berkolaborasi dengan merek lain menciptakan suatu produk yang unik. Tak jarang, bahkan produk tersebut benar-benar berada di lini yang sangat berbeda. Seperti misalnya, ada kolaborasi antara pabrik sepatu dengan pabrik permen menciptakan sepatu dengan nuansa merek permen tersebut. Ini tentu meningkatkan minat pembeli dan bisa menjadi sebuah keunikan tersendiri.

Jenis-jenis branding

Jenis-jenis branding

branding ini juga berkaitan dengan merek. Kita perlu mengetahui juga apa saja jenis dari merek. Berdasarkan Undang-undang no. 15 tahun 2003, merek dibedakan menjadi 3 jenis. Jenis-jenis dari merek tersebut antara lain:

1. Merek Dagang

Merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya. (Pasal 1 angka (3) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek).

2. Merek Jasa

Merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya. (Pasal 1 angka (3) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek).

3. Merek Kolektif

Merek yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya. (Pasal 1 angka (4) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek). Dengan mengetahui jenis brand ini, kita bisa lebih mengetahui bagaimana sebuah merek bisa diciptakan dengan lebih baik.

Tentunya ini juga akan berkaitan dengan erat bagaimana sebuah produk atau jasa tersebut bisa dibangun melalui merek yang benar-benar memiliki citra yang baik di hati konsumen. Perusahaan mesti membuat merek yang memang mudah dikenali, mudah dibedakan serta memiliki kualitas dan nilai yang lebih unggul dibandingkan dengan kompetitornya.

Tahapan dan langkah branding

Tahapan dan langkah branding

1. Menentukan dulu tujuan untuk melakukan branding

Langkah pertama yang harus anda ambil saat akan melakukan membangun image merek adalah mengetahui dengan baik sebetulnya apa tujuan dari kegiatan bangun brand tersebut. Sebetulnya apa tujuan anda dalam melakukan promosi image merek? Apakah untuk sekedar memperkenalkan produk anda kepada masyarakat, melakukan promosi penjualan, atau meningkatkan tingkat penjualan produk, atau hanya untuk memperluas jaringan dan pasar konsumen?

Hal ini penting untuk diketahui karena proses membangun image usaha yang biasa dilakukan oleh para consultant brand di suatu perusahaan baru biasanya cukup berbeda dengan perusahaan yang sudah lama berdiri dan dikenal baik di masyarakat. Maka dari itu, penting sekali mengetahui apa itu tujuan dari kegiatan marketing merek yang akan dilakukan nanti sebagai consultant brand.

2. Memilih image yang bagus untuk produk

Hal atau Langkah tahapan membangun brand selanjutnya yang sangat penting untuk diperhatikan adalah bagaimana anda memilih image yang bagus untuk citra produk dan perusahaan anda. Image biasanya terlihat dari logo perusahaan atau produk yang dijual karena image tersebut merupakan sebuah identitas khas yang solid dan konsisten di bidang bisnis.

Kemampuan yang digunakan untuk menunjukan keberlanjutan dari proses promosi brand yang telah ditampilkan di image tersebut yang nanti bisa memperlihatkan grafik loyalitas dari para konsumen anda. Sebagai awal yang baru, anda bisa membuat image yang sederhana dan simple, unik, informatif, dan tentu mudah diingat oleh masyarakat.

Dengan adanya image dan logo yang unik dan menarik tersebut, maka nantinya akan mempermudah para consultant brand untuk melakukan proses promosi dan proses menjual image merek terbaik bagi produk maupun perusahaan anda.

Selain itu, nanti image yang sudah dipilih itu bisa menjadi ciri khas dari perusahaan anda, karena biasanya untuk logo sendiri menjadi suatu pengingat paling banyak saat seseorang atau calon konsumen ingin membeli suatu produk dari perusahaan.

Selain itu, image juga bisa menjadi identitas tersendiri bagi perusahaan dan produk tersebut. Dengan adanya logo yang komunikatif, unik, dan informatif, maka produk dan perusahaan anda bisa menjadi kesayangan banyak orang karena mudah dikenal dan diingat.

3. Menentukan nilai plus dari produk anda

Tahapan membangun image brand yang selanjutnya adalah menentukan nilai plus dari produk yang anda pasarkan. Anda harus mengetahui lebih dulu nilai dari produk yang anda jual. Hal ini adalah hal yang sangat penting karena nilai plus suatu produk bisa menjadi pembeda dan identitas dari produk itu sendiri.

Dengan adanya keunggulan dan nilai dari suatu produk yang dijual, maka nanti hal ini bisa mempermudah proses membangun image produk dan juga proses pemasaran. Misalnya saat produk anda memiliki keunggulan yang tidak dimiliki produk dari perusahaan lain, maka hal ini bisa menjadi nilai plus bagi produk dari perusahaan anda.

Nantinya, dengan adanya nilai plus atau keunggulan ini, bisa menjadi pembeda yang membuat produk anda lebih laku keras daripada produk dari pesaing yang lain.

4. Menentukan budaya

Tahap yang berikutnya yaitu menentukan budaya atau nilai budaya dari suatu produk yang ingin ditingkatkan kualitas brand-nya. Biasanya, perusahaan-perusahaan sering menerapkan budaya tertentu yang melekat pada prinsip perusahaan atau lingkungan sekitarnya pada berbagai produk yang dijual agar nanti ke depannya mereka akan senantiasa konsisten dalam menampilkan produk yang dijual dan image merek-nya ke calon pelanggan mereka.

Dengan budaya inilah produk yang anda miliki bisa diingat terus menerus oleh masyarakat. Sehingga saat para pelanggan dan konsumen mulai mencari produk anda, mereka bisa menyeleksi mana produk yang diproduksi oleh perusahaan anda dan mana yang bukan produk dari anda.

Maka dari itu, hal ini sangat penting untuk dilakukan dan diperhatikan lebih dulu saat anda akan melakukan branding mengenai produk yang anda miliki. Anda perlu membangun suatu budaya yang baik dan positif pada produk anda. Dari sisi budaya yang baik dan positif inilah produk dan perusahaan anda akan lebih mudah dikenal oleh calon konsumen. Selain itu, nantinya hal tersebut juga bisa memudahkan dalam proses pemasaran anda.

5. Memiliki pesan atau tagline dari produk yang dijual

Tahapan yang berikutnya adalah menentukan pesan dari produk atau merek yang anda miliki. Hal ini merupakan salah satu strategi dari proses bangun image merek. Anda bisa membuat tagline yang bisa dengan mudah menyampaikan pesan dari produk anda. Strategi pemasaran yang satu ini sudah banyak digunakan oleh perusahaan terkenal karena sangat efektif menjangkau calon pelanggan.

Apabila anda bingung seperti apa itu tagline, hal ini bisa dilihat dari beberapa branding yang sudah populer dan dikenal baik di kalangan masyarakat Indonesia. Misalnya, produk Teh Botol Sosro memiliki tagline “ Apapun makanannya, minum teh Botol Sosro”.

Patendo membantu melindungi merek usaha anda, hubungi kami segera agar merek anda tidak digunakan orang lain dan terlindungi.

Bagikan :
There are currently no comments.