021 2217 2410 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

Pengertian Ekuitas Merek dan Manfaatnya

Memahami pengertian sebenarnya ekuitas merek dalam dunia bisnis. Dalam menjalankan bisnis, Anda harus peduli tentang image brand di masyarakat. Istilah kekuatan brand ini disebut juga ekuitas merek. Bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang pengertian ekuitas merek dan berbagai informasi lain mengenainya.

Definisi Ekuitas Merek

Definisi Ekuitas Merek

Secara umum ekuitas merek adalah value brand atau merek di mata masyarakat umum. Semakin tinggi nilai ekuitas brand Anda, semakin masyarakat mengenali brand dan value yang Anda tawarkan.

Berbeda dengan brand awareness yang hanya membuat orang sadar akan brand Anda, ekuitas merek membuat mereka tahu nilainya. Ekuitas merek sering juga disebut brand equity. Dimana istilah equity menjorok pada nilai tertentu. Naik turunnya nilai brand akan mempengaruhi bagaimana masyarakat merespon usaha bisnis Anda.

Jadi pastikan Anda bisa melakukan analisis seputar ini selama melakukan marketing.
Secara sederhana, brand equity bisa diamati memiliki tiga komponen dasar yang bergerak di masyarakat. Pertama adalah persepsi dasar masyarakat soal brand. Kedua adalah efek negatif dan positif dari brand.

Terakhir yang ketiga adalah nilai yang dihasilkan setelah gerakan tersebut. Persepsi yang dimiliki masyarakat tentang brand atau produk bisa berbeda – beda tergantung kondisi social. Beberapa produk yang laku di luar negeri, belum tentu ditangkap sama di Indonesia.

Perspektif ini bisa membuat nilai brand Anda di negatif atau positif sebelum mulai marketing gencar. Jika nilai brand negative, prospek keuntungan yang bisa dihasilkan biasanya lebih kecil. Sedangkan jika nilai brand positif, organisasi, produk dan keuangan usaha Anda bisa lebih diuntungkan. Karena efek ini penting untuk berjalannya usaha, Anda harus perhatikan posisi perspektif di masyarakat.

Pengertian Ekuitas Merek Menurut Para Ahli

Pengertian Ekuitas Merek Menurut Para Ahli

Selain pengertian secara umum dan sederhana di atas, Anda juga bisa baca – baca tentang definisi para ahli. Setiap para ahli memberikan pandangan berbeda soal ekuitas merek ini. Mari bahas beberapa pengertian dari mereka di bagian ini:

David Aaker

Menurut David Aaker seorang ahli pemasaran, ia menyebut ekuitas merek sebagai istilah yang digunakan untuk gambarkan nilai brand. Nilai brand ini bisa berdasarkan gagasan bahwa merek yang kuat dan bereputasi tinggi akan jauh lebih sukses.

Dalam bukunya, ia menyebut ekuitas merek sebagai rangkaian aset dan kewajiban merek yang ditautkan dengan nama dan simbol merek, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh suatu produk atau layanan.

Kotler dan Keller

Kotler dan Keller membahas intensi tentang ekuitas merek dalam bukunya juga. Mereka memberikan definisi yang sedikit berbeda dari David Aaker. Mereka lebih memandang ekuitas brand sebagai nilai yang diberikan masyarakat atas sebuah brand.

Sejara jelas mereka menjelaskan ekuitas merek adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan layanan. Ini tercermin dalam cara berpikir dan bertindak berhubungan dengan merek, harga dan profitabilitas yang mereka hasilkan.

Sampai saat ini, hanya ahli pemasaran di atas saja yang memberi rincian definisi yang sering digunakan dalam akademi. Para ahli lain tentu memiliki definisi yang berbeda juga. Tapi saat mempelajari pemasaran dan nilai brand, hanya dua sumber ini yang sering muncul dibicarakan.

Mengapa Ekuitas Merek Menjadi Penting Bagi Bisnis

Mengapa Ekuitas Merek Menjadi Penting Bagi Bisnis Anda?

Seperti yang disinggung sebelumnya, tanggapan positif tentang brand bisa membuka peluang perusahan untuk hasilkan laba. Ketiga pelanggan memandang brand usaha Anda memiliki kualitas tinggi dan prestige, mereka akan pandang produk Anda lebih bernilai.
Perspektif nilai ini berada di kepala masyarakat dan bukan dari realitas.

Jadi walaupun biaya produksi Anda jauh lebih rendah dari nilai yang diberikan masyarakat, mereka berfikir nilai tersebut worth it. Jika sudah seperti ini, masyarakat rela keluar uang lebih untuk memiliki produk tersebut tanpa berfikir opsi alternatif-nya.

Brand equity memiliki efek langsung pada volume penjualan. Konsumen yang tertarik pada produk yang bernilai tinggi di mata mereka pasti berjumlah banyak. Anda bisa lihat contoh kejadian ini pada brand Apple dan NVidia.

Para pelanggan Apple selalu memandang produk baru dari brand ini, lebih baik dari para pesaing. Sebagai penjual produk berkualitas tinggi, harga yang dipasang juga tinggi. Walaupun begitu, para pelanggan tidak segan keluar uang banyak untuk dapatkan produk baru tersebut.

Apple adalah perusahaan yang terhitung memiliki brand equity sangat positif. Setiap pengumuman produk baru, para pelanggan tidak mempertanyakan harga, tapi ingin memilikinya. Volume penjualan dan nilai keuntungan besar bisa dinikmati perusahaan ini karena faktor tersebut.

Efek ekuitas merek yang positif dapat menghasilkan retensi pelanggan. Jika membahas perusahaan Apple, sebagian pelanggan mereka selalu mengoleksi produk Apple. Dari banyak survey yang dilakukan, rata – rata fans Apple menggunakan lebih dari satu produk Apple.

Selain itu, para fans ini tidak segan mengejar produk baru. Jadi setiap ada produk seri iPhone baru misalnya, mereka akan jual iPhone lama mereka untuk dapatkan yang baru. Proses ganti smartphone ini tidak karena kerusakan pada gadget lama, tapi karena hanya ingin tampak prestige dengan produk Apple baru.

Pelanggan yang loyal dari Apple juga sering disamakan dengan cult atau fanatic. Para penggemar Apple memandang produk lain sebagai inferior tanpa menggali lebih info tentangnya. Untungnya sekarang ini kesadaran orang makin tinggi soal teknologi. Jadi masyarakat sudah mulai memperhitungkan produk dari Samsung juga sebagai kompetitor bagi Apple.

Namun sebelum ada internet dan brand Samsung masih kecil image-nya, orang selalu merujuk pada Apple. Karena hal ini, margin keuntungan yang dinikmati perusahaan Apple selama beberapa tahun selalu tinggi.

Dari penjelasan contoh di atas, Anda bisa lihat efek dari menjaga ekuitas brand Anda. Selama pandangan masyarakat positif dan terus berkembang, Anda bisa jual produk dengan rate profit yang lebih tinggi.

Tahapan Membangun Ekuitas Merek

Tahapan Membangun Ekuitas Merek

Setelah tahu berbagai manfaat yang bisa dinikmati, sekarang waktunya bahas bagaimana cara membangun ekuitas merek produk dan usaha Anda. Berikut adalah langkah – langkah membangun ekuitas merek :

Membangun Identitas Brand

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat image identitas terlebih dahulu. Pada tahapan ini, Anda akan coba pilih aspek tertentu yang mudah diidentifikasi. Mulai dari image logo, tampilan, visual, layanan dan tema produk bisa Anda gunakan sebagai penguat identitas.

Tentukan Nilai Brand

Brand tidak harus selalu prestige di mata masyarakat. Nilai yang Anda tentukan untuk brand adalah value yang ingin Anda tanamkan pada masyarakat. Bisa dibilang, Anda tebar pesona dan citra brand agar pengaruhi image di masyarakat.

Contoh saja Anda ingin buat image brand yang murah dan handal. Anda jual produk seperti peralatan tukang dan ingin perspektif masyarakat melihat produk Anda sangat membumi. Anda bisa buat hal ini dengan membuat iklan dengan para tukang biasa menggunakan produk Anda.

Para tukang ini tetap bisa bekerja sigap dan efisien dengan alat tukang Anda. Harga alat tukang Anda terjangkau sehingga bisa digunakan oleh banyak kalangan. Selain itu, Anda pamerkan bahwa produk tidak mudah rusak walau digunakan kasar.

Ciptakan Hal Positif bagi Pelanggan

Cara paling efektif untuk membangun image brand yang baik adalah dengan memberikan suasana baik. Suasana adalah hal abstrak, tapi bisa dibentuk dengan cara bangun kepercayaan. Contoh saja Anda pasti memiliki barang dari brand tertentu yang menjadi favorit. Karena itu, Anda tidak pernah ganti ke brand lain untuk keperluan tersebut.

Contoh saja soal brand sambal. Selama membeli sambal tersebut, Anda sudah tahu level pedas dan rasanya cocok. Mereka selalu menawarkan produk dengan level pedas tinggi dan memang menantang rasanya. Setiap Anda beli produk sambal dari brand ini, Anda tidak pernah merasa kecewa.

Jika apa yang Anda rasakan dinikmati juga oleh banyak orang lain, image brand sambal ini bisa tumbuh. Mereka selalu dapat suasana positif setiap menikmati hidangan pedas. Para pelanggan yang terpuaskan nantinya menjadi percaya akan setiap produk yang Anda buat.

Bangun Ikatan dengan Pelanggan

Membangun ikatan dengan pelanggan tidak semudah yang orang kira. Untuk membuat koneksi usaha kecil, mungkin mudah. Anda yang sering langganan di satu warung tentu bisa membuat koneksi dengan penjual. Tapi bagaimana dengan perusahaan besar.
Perusahaan besar hanya dianggap sebagai organisasi dan terkadang dingin untuk koneksi.

Tapi bukan berarti, Anda sebagai pengusaha besar tidak bisa tanam nilai ikatan tersebut. Anda bisa coba buat event – event untuk para pelanggan. Anda juga bisa buat skema membership untuk beri koneksi lebih baik. Benefit yang diberikan dengan hubungan khusus ini akan mempengaruhi secara psikologi.

Selama orang menikmati benefit sebagai member ataupun event, perspektif mereka tentang brand Anda pasti positif. Jika dilakukan dalam jangka waktu lama, image brand Anda pasti lebih baik di masyarakat.

Berbagai Faktor yang Paling Berpengaruh Dalam Mengembangkan Ekuitas Merek
Para pengusaha membangun brand equity dengan membuat struktur merek yang berbasis konsumen. Proses ini akan bergantung dengan semua yang berhubungan dengan brand di pasar. Dalam proses membangun ini, ada beberapa faktor yang berpengaruh.

Faktor – faktor di bawah ini terdiri dari hal yang bisa dikontrol pengusaha dan hal yang berkembang secara otomatis. Berikut adalah penjelasan faktor yang paling berpengaruh dalam mengembangkan ekuitas merek :

Faktor Element Identitas atau Elemen Merek

Element merek atau lebih dikenal dengan aspek brand berhubungan dengan kemasan. Hal ini bisa berhubungan dengan nama merek, lambang perusahaan, logo produk, karakter, juru bicara, slogan, lagu dan iklan yang digunakan.

Semua perusahaan berusaha membuat elemen merek ini unik dan membekas di masyarakat. Karena tantangan ini, biaya membuat elemen merek bisa menghabiskan banyak biaya. Sebagian pengusaha memilih fokus di satu element dan mengembangkan aspek lain setelah masyarakat lebih mengenal.

Faktor Produk dan Layanan

Faktor ini merupakan campuran dari aspek yang dikontrol perusahaan dan yang berkembang di masyarakat. Perusahaan tentu ingin menciptakan produk yang bermanfaat dan dicari masyarakat. Tapi disisi lain, mereka harus cari untung.
Saat perusahaan mampu buat produk yang bagus dan cocok bagi masyarakat, image brand bisa berkembang.

Para konsumen yang puas bisa merekomendasikan produk Anda ke pihak lain yang belum pernah coba. Tapi disisi lain, Anda juga bisa ciptakan konsumen yang tidak puas. Saat Anda respon layanan tidak baik, konsumen yang kecewa bisa sebarkan pengalaman ini. Hasilnya, image brand di masyarakat bisa turun karena hal tersebut.

Faktor Asosiasi Oleh Masyarakat

Faktor yang satu ini adalah yang paling mengerikan bagi pengusaha. Alasan pertama adalah aspek diluar control perusahaan. Masyarakat bisa memandang brand dengan memasang nilai yang berbeda – beda. Aspek ini terkadang bisa menentukan jatuhnya perusahaan.

Contoh saja saat terbuka bahwa brand Kraft menggunakan pekerja anak – anak di beberapa aspek pengolahan bahan mentahnya, brand ini turun pamornya. Walaupun sampai saat ini produk Kraft masih populer, aspek skeptis masih ada. Banyak orang luar negeri tidak lagi beli produk Kraft saat tahu kebenaran ini.

Hal Penting Dalam Memilih Elemen Merek

Hal Penting Dalam Memilih Elemen Merek

Elemen merek adalah alat pemberi identitas dagang. Menggunakan elemen yang tepat menjadi salah satu faktor sukses bangun ekuitas merek. Selain itu, elemen merek merupakan aspek yang 100% bisa dikontrol oleh perusahaan.

Jadi sebaiknya dimanfaatkan baik – baik agar image di masyarakat bisa positif. Untuk membantu Anda memilih elemen merek yang tepat, mari bahas lebih dalam tentangnya di bawah ini!

Kriteria Elemen Merek

Untuk bentuk elemen merek yang baik, Anda harus ingat 6 kriteria elemen merek berikut ini:

• Mudah diingat. Hal ini meliputi seberapa mudah elemen merek bisa dikenali atau diingat. Contoh kriteria ini adalah jingle lagu yang catchy di iklan ataupun nama produk yang singkat tapi unik.

• Mengandung arti. Hal ini mengindikasikan bahwa element harus menjadi representasi yang baik untuk image. Memilih nama seadanya tentu tidak baik, hal ini harus memiliki arti. Contoh saja produk ice cream Feast dari Wall’s. Produk ini bukan ice cream yang bisa dijilat tapi digigit, karena itu nama Feast menjadi lebih cocok.

• Memiliki element yang mudah disukai. Penggunaan image yang mengundang, keren dan unik memastikan masyarakat lebih mudah suka. Contoh saja penggunaan warna – warna cerah pada logo jauh lebih baik untuk produk anak – anak. Aspek disukai ini tidak hanya berlaku untuk visual tapi juga verbal dan cara lainnya.

• Mudah ditransfer. Saat membuat elemen brand, usahakan bisa mengaplikasikan brand untuk banyak produk. Jangan ikat brand Anda untuk satu produk saja. Contoh saja Anda membuat produk mobil sport dan memiliki nama PT SpeedSport Car.

Tapi saat Anda membuat kendaraan bus sebagai ekspansi pasar, brand Anda jadi goyah. Jika menggunakan SpeedMotor sebagai nama, image brand akan lebih ditransfer antar produk.

• Mudah disesuaikan. Pastikan element bisa dimodifikasi dan diubah jika perlu. Banyak perusahaan melakukan perubahan logo setiap beberapa tahun. Hal ini bisa dicek pada Google. Karena Google lebih mengutamakan kombinasi warna ada logo, bentuk dari logo tersebut bisa diubah dan Anda tetap mengenalinya sebagai Google.

• Dapat dilindungi. Pastikan juga brand Anda mendaftarkan element secara hukum. Hal seperti logo dan desain produk haruslah legal dan bisa dilindungi dari segi paten. Patendo siap membantu anda dalam melindungi merek dan logo usaha anda. Silahkan hubungi kami segera.

Tips Mengembangkan Elemen Merek

Tips Mengembangkan Elemen Merek

Setelah mengetahui kriteria element brand sebagai panduan, sekarang waktunya bahas tentang tips memilih elemen merek. Pertama adalah aspek familiaritas. Pastikan gunakan berbagai aspek yang bersifat deskriptif dan persuasif untuk berbagai elemen brand.
Contoh saja menggunakan nama Choky – Choky untuk makanan coklat.

Nama ini simple dan mengindikasikan cokelat. Selain itu, pengulangan kata membuatnya makin mudah diingat. Dari nama ini, Anda bisa lihat aspek deskriptifnya sebagai makanan coklat. Sedangkan aspek persuasifnya berada di pengulangan kata yang terkesan mengundang.

Keramahan dan daya tarik adalah aspek lain yang bisa Anda gunakan. Setiap produk memiliki tujuan memenuhi kebutuhan masyarakat. Selama memenuhi tujuan itu, pastikan ada aspek daya tarik lain yang ditambahkan. Contoh saja seperti jaket. Produk ini jelas untuk menjaga suhu tubuh, tapi menggunakan aspek desain unik, jaket bisa tampil dengan banyak tampilan yang mengundang.

Anda juga bisa padukan aspek element brand dengan suatu aspek. Contoh saja memberi gambaran produk Anda selalu terjangkau. Hal ini ditunjukan dengan banyak hal. Misalkan saja sebagai penjual mie instant, Anda membuat iklan yang bandingkan porsi. Anda ingin dipandang lebih memberi banyak dibandingkan produk mie instan lain. Hal seperti ini bisa mendukung elemen merek Anda lebih menarik.

Apa yang Dapat Dilakukan dengan Ekuitas Merek yang Kuat

Apa yang Dapat Dilakukan dengan Ekuitas Merek yang Kuat?

Saat memiliki ekuitas merek yang positif dan image kuat di masyarakat, Anda akan bisa nikmati banyak hal. Dari bahasan di awal artikel, Anda sudah diberi contoh tentang perusahaan Apple. Mereka memiliki fans yang fanatic dan mampu mendukung perkembangan perusahaan ini.

Tapi hal tersebut hanya sebagian dari banyak hal lain yang bisa dinikmati. Mari bahas berbagai hal yang dapat dilakukan jika brand perusahaan Anda sudah cukup kuat!

Lebih Mudah Unggul Dalam Persaingan

Saat ada produk baru dari competitor, Anda bisa buat derivasi yang mirip tapi dengan modifikasi yang khas brand Anda. Hal ini bisa dicontoh saat membahas Apple dan Samsung. Sebagus apapun smartphone Samsung, Apple bisa mencontohnya di line up produk berikutnya. Sedangkan para fans lebih baik menunggu produk Apple yang keluar telat dibandingkan produk baru dari Samsung.

Lentur Dalam Penentuan Harga

Saat pelanggan dan masyarakat percaya akan kualitas dan brand Anda, mereka jauh lebih lentur soal harga. Kita bandingkan hal ini dengan produk Nintendo. Banyak console Nintendo lama seperti SNES dan Game Cube sampai sekarang masih memiliki harga mahal.

Saat pertama kali muncul, orang memandangnya memang mahal. Tapi mereka rela beli produk tersebut karena percaya dengan kualitas Nintendo. Hal ini terbukti karena harga jual console Nintendo bekas, jauh lebih baik daripada pesaingnya yaitu Playstation dan Xbox. Jadi jika kedepannya Nintendo jual console premium yang mahal, para fans tidak akan segan tetap beli.

Memudahkan Pengembangan Usaha

Inovasi adalah kunci mengembangkan usaha. Ekspansi tentu harus dilakukan dengan hati – hati karena resikonya yang tinggi. Namun disisi lain, image brand yang positif bisa mengurangi resiko ini. Contoh saja Anda terkenal sebagai pemilik restoran hidangan penutup manis.

Hal seperti ice cream, cake dan berbagai minuman bisa Anda buat. Tapi untuk kembangkan usaha, Anda ingin buka menu untuk hidangan baru yang asin dan gurih. Karena pelanggan restoran dan orang sekitar mengenal Anda sebagai ahli makanan manis, risiko perubahan ini tentu tinggi. Tapi disisi lain, saat mereka tahu bahwa image restoran Anda tinggi dari segi skill hidangan, mereka pasti percaya dan siap coba menu baru tersebut.

Dimensi Alat Ukur Ekuitas Merek

Untuk mengetahui apakah brand Anda memiliki ekuitas merek yang positif, ada beberapa alat ukur yang bisa Anda gunakan. Berikut adalah dimensi alat ukur ekuitas merek :

Kesadaran Merek

Brand awareness adalah kemampuan pelanggan untuk mengenali dan mengingat sebuah merek dalam satu golongan produk. Sebagai contoh produk air mineral Aqua. Banyak orang lebih tahu nama Aqua dibandingkan produk minuman air mineral lain.

Persepsi Kualitas

Hal ini disebut juga perceived quality. Pada dasarnya hal ini adalah respon pelanggan terhadap kualitas yang diberikan sebuah merek. Sebagai contoh tas Louis Vuitton selalu dipandang prestige dengan kualitas tinggi. Walaupun pada dasarnya bahan yang digunakan bisa berbanding dengan brand tas premium lainnya.

Asosiasi Merek

Brand association adalah pandangan brand Anda yang dihubungkan dengan suatu aspek yang dikenal masyarakat. Hal ini bisa bersifat negatif atau positif tergantung apa yang diasosiasikan. Contoh saja produk Magnum dari Wall’s.

Walaupun produk ini sama sama ice cream, asosiasi-nya lebih untuk makanan dewasa karena iklan yang ditunjukan di TV selalu orang pesta high class. Padahal semua orang tahu bahwa ice cream lebih identic dikonsumsi oleh anak – anak.

Loyalitas Merek

Brand loyalty berhubungan dengan komitmen kuat berlangganan atau berusaha memberikan kembali dari masyarakat ke brand. Contoh saja para fans Disney. Mereka selalu berusaha melindungi perusahaan media ini karena produk film mereka memiliki nilai tersendiri dalam masa kecil para fans.

Jadi saat ada kontroversi di sosial media tentang Disney, mereka tidak ambil pusing dan langsung mendukung perusahaan ini. Dalam ukuran dimensi ini, Anda lebih baik fokus pada tiga aspek pertama. Aspek loyalitas merupakan bonus saat brand Anda dikenal banyak orang. Tapi untuk bisa sukses kembangkan brand, minimal harus mencapai aspek positif di tiga dimensi awal.

Sekian bahasan tentang ekuitas merek. Mudah – mudahan bahasan ini membuka wawasan Anda dan dapat berguna. Lindungilah segera merek dan logo usah anda agar tidak digunakan orang lain, segera hubungi Patendo.

Bagikan :
There are currently no comments.