021 2217 2410 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

Merek : Pengertian, Fungsi dan Manfaat

apa itu merek

Apa itu merek ? Apa saja manfaat dan fungsi merek bagi pengusaha? Kami Konsultan HKI Patendo siap membantu melindungi merek usaha anda.

Pengertian merek menurut para ahli

Merek adalah merupakan sebuah tanda berupa grafis yang terdiri dari gambar, logo, nama, kata, huruf, angka dengan susunan warna bisa berbentuk 2 atau 3 dimensi. Tujuan Merek yang paling utama adalah membedakan barang dan/atau jasa antara satu dengan lainnya.

Merek dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu merek, merek jasa, dan merek kolektif. Merek melekat pada barang, merek jasa melekat pada jasa, sedangkan merek kolektif melekat pada barang dan/atau jasa yang memiliki karakteristik yang sama. Baik barang, jasa maupun kolektif boleh dimiliki oleh seseorang, UMKM, maupun perusahaan.

Dalam bisnis, merek menjadi salah satu unsur penting yang dapat mempengaruhi keberhasilan bisnis anda. Mengapa bisa begitu? Dikarenakan merek bukan hanya sekedar nama ataupun logo, melainkan suatu ciri khas dan daya tarik tersendiri dari perusahaan ataupun penjual.

Oleh karena itu, perlu dipahami dengan baik, sebenarnya apa itu merek? Berikut beberapa pengertian merek menurut para ahli:

1. Definisi Merek oleh Kotler

Philip Kotler atau biasa dipanggil Kotler adalah seorang penulis, konsultan dan profesor pemasaran dari Amerika Serikat. Ia menulis banyak buku yang ia geluti di bidangnya, seperti Marketing Management, Principles of Marketing, Kotler on Marketing, Marketing Insights from A to Z, Marketing 4.0, dan sebagainya.

Lalu, definisi dari merek menurut Kotler sebenarnya apa? Merek adalah “nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang/jasa dari seseorang/sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing.”

Di sini, ia mengartikan merek sebagai suatu pembeda yang memiliki keistimewaannya tersendiri dari penjual di antara banyaknya produk pesaing lainnya. Pengertian merek dari Philip Kotler ini menjadi salah satu pengertian merek menurut para ahli yang paling populer di dunia.

2. Definisi Merek oleh Kartajaya

Seorang pakar pemasaran berkewarganegaraan Indonesia ini mendefinisikan merek sebagai “Aset yang menciptakan nilai bagi pelanggan dengan meningkatkan kepuasan dan menghargai kualitas.” Kartajaya yang pernah menjabat sebagai Presiden World Marketing Association dan oleh The Chartered Institute of Marketing yang berkedudukan di Inggris ini memberikan pengertian yang cukup singkat akan tetapi sarat akan makna yang tepat.

Merek bukan hanya sekedar nama ataupun logo yang tidak memiliki fungsi, melainkan sebuah aset yang dapat menciptakan suatu nilai yang dapat mempengaruhi pelanggan. Sehingga merek ini bisa menunjukkan secara tersirat kualitas dari produk tersebut.

3. Definisi Merek oleh David Aaker

David Allen Aaker atau biasa disebut David Aaker adalah seorang konsultan dan Profesor Emeritus di Universitas California yang mengambil spesialis pemasaran dan fokus pada strategi merek. Kemudian, apa pengertian merek dari David Aaker?

David mengartikan merek sebagai “seperangkat aset (atau kewajiban) yang ditautkan dengan nama dan simbol yang menambah (atau mengurangi dari) nilai yang diberikan oleh suatu produk atau layanan merek adalah nama atau simbol yang bersifat membedakan (baik berupa logo, cap/kemasan) untuk mengidentifikasikan barang/jasa dari seorang penjual/kelompok penjual tertentu.”

(1991 :7) David mendefinisikan merek sebagai sesuatu yang dapat mempengaruhi nilai dari suatu produk, selain itu merek itu sendiri memiliki sifat pembeda dengan produk lainnya. Pengertian dari David Aaker ini merupakan salah satu pengertian merek menurut para ahli yang dapat lebih mudah dipahami karena menjelaskan secara detail apa itu merek.

4. Definisi Merek oleh Buchory

Menurut Buchory (2010) merek adalah suatu nama, istilah, tanda, lambang atau desain atau kombinasi dari semuanya, yang diharapkan mengidentifikasikan barang atau jasa dari sekelompok penjual dan diharapkan akan membedakan barang atau jasa tersebut dari produk produk pesaing.

Sehingga merek dapat diartikan sebagai suatu identifikasi dan pembeda dari satu barang dengan produk lainnya. Berdasarkan empat pengertian merek menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa merek adalah suatu nama, istilah, tanda, ataupun lambang dari penjual atau perusahaan yang memiliki nilai dan dapat menjadi pembeda dengan produk-produk dari pesaing lainnya.

Kelas Merek Barang Dan Jasa

Mengenal Berbagai Jenis Kelas Merek Barang Dan Jasa

Kelas merek merupakan kelas barang untuk sebuah bisnis yang menjual berbagai bahan mentah, bahan tidak sedang dikerjakan maupun setengah dikerjakan dan bahan jadi sedangkan kelas jasa adalah kelas merek yang dipakai oleh bisnis yang memberikan penawaran jasa dan juga layanan, kegiatan tertentu yang mana nantinya akan dilakukan.

Pembagian kelas barang dan jasa yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut ini :

1. Kelas barang / merek : kelas 1 – 34, masih dapat dirinci :
– Kelas 1 – 5 : industri kimiawi dan berbagai jenis industri terkait.

– kelas 6 – 14 : berbagi bahan mentah yang berbentuk logam dan berbagai jenis industri yang berkaitan

– kelas 15 – 21 : berbagai barang teknologi.

– kelas 22 – 27 : tekstil

– kelas 28 : permainan orang dewasa, anak dan produk olahraga.

– kelas 29 – 34 : produk tembakau, minuman dan makanan.

2. Kelas jasa : kelas 35 – 45 terdiri dari :
– Kelas 35 : fungsi kantor, periklanan, manajemen.

– Kelas 36 : real estate, asuransi dan berbagai macam urusan dalam bidang keuangan.

– Kelas 37 : konstruksi bangunan, jasa instalasi dan perbaikan.

– Untuk kelas 38 adalah telekomunikasi.

– Kelas 39 : perjalanan dan transportasi.

– Kelas 40 adalah penanganan material.

– Pada kelas 41 merupakan hiburan, pendidikan dan kesenian beserta olahraga.

– Penelitian dan teknologi berada di kelas 42.

– Makanan dan minuman kelas 43.

– Medis berada di kelas 44.

– Hukum dan keamanan kelas 45.

Pada setiap kelas tersebut nantinya masih akan dibagi menjadi ke dalam berbagai sub – kelas untuk lebih jelasnya maka dapat mengunjungi website https://patendo.com/kelas/

Berikut ini cara memilih kelas merek :

1. Menentukan bidang bisnis

Tentukan bisnis yang anda jalankan tersebut akan menghasilkan sebuah barang atau memberikan sebuah jasa.

2. Kenali model bisnis yang sedang dijalankan

Pada sebuah merek, bisa didaftarkan di lebih dari satu pada kelas merek. Tidak akan menutup kemungkinan jika dalam satu usaha yang sedang anda jalankan tersebut akan terdiri dari berbagai klasifikasi kelas merek.

3. Menentukan kata kunci di bisnis milik anda

Dengan adanya kata kunci yang ada dalam sebuah bisnis, akan lebih mempermudah anda dalam mengetahui berbagai kelas yang dapat dimasukkan dalam bisnis milik anda. Hal itu disebabkan karena nantinya dalam website patendo.com/kelas akan menyediakan untuk alat pencariannya di dasarkan pada kata kunci yang sudah dimasukkan.

Harus selalu kamu ingat dalam pendaftaran kelas merek, anda harus mendaftarkan sebuah merek hanya pada sub – kelas merek yang disesuaikan dengan bisnis yang anda jalankan. Jika tidak begitu maka dapat dicoret pada saat permohonan pendaftaran.

tujuan merek

Mengenal tujuan merek

Pelaku usaha di Indonesia perlu mendaftarkan merek untuk berbagai tujuan berikut:

• Tanda Pengenal Barang

Merek berfungsi menjadi tanda pengenal dari hasil produksi baik berupa barang maupun jasa dari pelaku usaha. Merek bertujuan menjadi pembeda barang perdagangan antara satu produsen dengan lainnya.

• Alat Promosi

Tujuan Merek selanjutnya adalah bisa digunakan sebagai alat promosi untuk meningkatkan penjualan. Merek berfungsi sebagai brand yang diingat oleh konsumen. Dengan hanya melihat merek mereka bisa tahu dari produsen mana barang tersebut. Semakin banyak barang yang memiliki merek tersebut, semakin tinggi pula brand awareness konsumen.

• Jaminan atas mutu dan barangnya

Dengan melihat sebuah merek, konsumen bisa menilai sendiri kualitas dari barang tersebut.

• Petunjuk Asal Barang

Dengan mengetahui merek, konsumen tahu darimana asal dari barang diproduksi oleh produsen. Hal tersebut bermanfaat untuk meningkatkan tingkat kepercayaan konsumen dalam membeli sebuah barang.

• Meningkatkan Reputasi Barang

Dengan memiliki merek, konsumen akan lebih yakin untuk membeli barang karena barang tersebut diawasi oleh pemerintah mulai dari cara produksinya, mutu dan bahan-bahan di dalamnya.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mendaftarkan Merek
Setelah mengetahui tujuan merek, selanjutnya Anda perlu untuk mengetahui hal-hal berikut sebelum mendaftarkan merek Anda.

• Merek tidak boleh bertentangan dengan ideologi negara, memuat unsur yang menyesatkan masyarakat.

• Menyiapkan label merek, tanda tangan pemohon.

Fungsi Merek Bagi Konsumen dan Produsen

Fungsi Merek Bagi Konsumen dan Produsen

Merek memiliki banyak sekali manfaat bagi untuk produsen maupun konsumen, fungsi merek diantaranya:

1. Tulisan, angka, gambar, corak yang menjadi pengenal

Dengan merek, maka konsumen akan dengan mudah mengenali produk yang dibuat oleh produsen. Karena merek sebagai tanda pengenal. Produsen juga diuntungkan dengan memiliki merek, maka itu sebagai tanda pengenal dari produk pesaing.

2. Penambah nilai

Dengan adanya merek, maka secara tidak langsung nilai sebuah barang menjadi lebih naik dibandingkan dengan tidak memiliki merek. Secara tidak langsung fungsi merek yaitu menambah keuntungan pula.

3. Definisi barang

Konsumen akan lebih mudah untuk mendefinisikan barang atau jasa yang mereka sukai, dengan menyebutkan merek. Dengan merek maka akan sangat jelas asal atau sumber produk berasal.

4. Sebagai Nama dan tanda yang memiliki hak merek

Dengan adanya merek, maka orang lain tidak bisa meniru tanpa ijin. Hal ini sangat bermanfaat untuk melindungi sebuah produk yang unik yang bisa diajukan hak merek. Sehingga agar tidak diambil pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

5. Penghubung dengan konsumen

Dengan adanya merek, maka hal tersebut akan menjadi penghubung antara produsen dan konsumen. Fungsi merek antara produsen dan konsumen saling terhubung.

6. Pembeda kualitas

Setiap produsen memiliki kualitas masing-masing dan biasanya berbeda-beda. Dengan adanya merek, maka kualitas yang dipertahankan oleh produsen dapat menjadi pembeda dari produsen lain dengan kualitas berbeda. Setiap kualitas yang diberikan menjadi tanggung jawab penuh dari produsen dan menjadi salah satu fungsi merek yang tidak kalah penting.

7. Mempermudah produsen untuk Promosi

Tentu dengan adanya merek. Produsen mudah untuk mempromosikan di media apapun. Misalnya media televisi, sosial media atau media iklan Koran, pamflet, dsb. Dengan merek, promosi menjadi lebih efektif ke konsumen. Sehingga penonton iklan akan atau merek dan produk apa yang sedang diiklankan.

8. Memberikan reputasi dan kesan terhadap konsumen

Jika seorang konsumen baru pertama kali mencoba sebuah produk dan ia menyukai produknya. Tentu konsumen akan sangat terkesan terhadap suatu produk dari merek yang ia coba. Sehingga akan menambah reputasi baik dari sebuah produk. Fungsi merek juga mempermudah pembeli untuk membelinya lagi di lain waktu.

9. Pengendalian pasar

Jika sebuah merek sudah memiliki reputasi yang sangat baik di hadapan pasar, tentu merek tersebut akan menjadi pengendali pasar. Hal tersebut menambah gengsi sebuah merek untuk dicari konsumen.

10. Perlindungan hukum kepada kompetitif dan loyalitas pelanggan

Sebuah merek akan memberikan payung hukum terhadap produsen atas peniruan yang tidak diizinkan oleh pemilik merek. Sehingga pihak yang tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja meniru merek tanpa ijin untuk bersaing akan terkena masalah hukum dan dapat ditindak secara hukum.

Sehingga konsumen juga dilindungi terhadap barang palsu, yang bukan asli dari produsen. Menggunakan merek tanpa ijin bisa terkena masalah hukum. Fungsi merek juga akan melindungi konsumen dari barang palsu.

11. Mempermudah produsen melakukan pelacakan terhadap barang

Dengan adanya merek, maka sebanyak apapun barang yang disalurkan produsen ke pasar maka akan tetap bisa terpantau dan terlacak keberadaannya.

5 Manfaat Pendaftaran Merek

Berikut 5 Manfaat Pendaftaran Merek Bagi Sebuah Bisnis

1. Bisa Mendapatkan Perlindungan

Alasan mengapa para pengusaha wajib mengetahui manfaat pendaftaran merk adalah terdapatnya perlindungan hukum yang sah. Hal ini pastinya membuat para pengusaha menjadi lebih aman sehingga Ketika ada masalah maka bisa diselesaikan dengan hukum dan adil.

Apalagi Ketika Anda sudah mendaftarkan merk maka akan dibuktikan dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh Kementrian Hukum dan HAM. Jadi apabila merk milik usaha Anda tidak didaftarkan maka bersifat umum sehingga semua orang bisa menggunakannya bahkan tidak ada perlindungan.

Hal ini sangat berbahaya sekali apabila competitor juga menggunakan merk seperti milik Anda namun menjual produk yang kualitas buruk. Kondisi ini bisa menyebabkan usaha Anda menjadi buruk di mata konsumen.

Namun apabila Anda sudah mendaftarkan merk dan ada yang menggunakannya maka bisa menuntut dan diproses sesuai hukum. Apalagi negara juga memberikan hak eksklusif kepada pemilik dan melindungi secara penuh sampai 10 tahun ke depan.

Apabila masa berlaku habis maka pendaftaran merk dapat diperpanjang Kembali.

2. Menjadi Pembeda Dengan Produk Lain

Kegiatan pendaftaran merk dagang selain bisa membantu pengusaha mendapatkan perlindungan hukum maka bisa membantu dalam membedakan produk yang satu dengan lainnya. Seperti kita ketahui bahwa di pasaran ada banyak sekali produsen melakukan produksi barang yang sama.

Jadi natinya konsumen akan tetap bisa menggunakan produk Anda walaupun setiap harinya bermunculan produk sejenis di pasaran. Kehadiran merk ini juga bisa membantu Anda dalam melakukan kegiatan branding dan pemasaran kepada masyarakat luas.

Jadi Ketika masyarakat mendengar nama merk Anda maka mereka sudah mendapatkan gambaran seberapa berkualitasnya produk Anda atau tahu produk apa yang dikeluarkan lagi. Salah satu contoh merk Samsung yang jika Anda dengar pasti sudah mendapatkan gambaran bahwa itu produk smartphone.

Jadi dengan adanya merk maka Anda tidak perlu khawatir akan kehadiran produk yang sama. Bahkan dengan adanya merk bisa membuat persaingan antar produk di pasaran menjadi sehat, jadi Ketika ada oknum yang ingin menjelekkan produk dengan menggunakan merk yang sama namun kualitasnya buruk maka Anda bisa menuntutnya. Pastinya pelaku akan dikenakan hukuman.

3. Mendapatkan Hak Eksklusif

Manfaat pendaftaran merk lainnya adalah pengusaha akan mendapatkan hal eksklusif, hak ini tidak bisa didapatkan apabila Anda belum mendaftarkan merk dagang. Beberapa hak ekslusif tersebut seperti perlindungan secara hukum dan merk yang telah didaftarkan tidak bisa digunakan oleh orang lain.

Sebab tidak dapat dipungkiri bahwa akan ada oknum yang ingin menggunakan merk yang sama. Hal ini akan terjadi apabila merk Anda sudah dikenal luas oleh masyarakat, jadi jika menggunakan merk yang sama maka kesempatan untuk produk tersebut dibeli oleh masyarakat akan terbuka dengan lebar.

Namun apabila ada oknum yang menggunakan merk yang sama maka sebagai pemilik merk Anda bisa menuntutnya secara hukum dan meminta ganti rugi. Sebab Ketika merk Anda digunakan maka yang dirugikan adalah pemilik merk.

Apalagi oknum tersebut menjual produk yang sama namun dengan kualitas buruk, hal ini bisa mencoreng nama baik merk Anda di mata masyarakat. Apalagi jika masyarakat sudah mengenal bahwa produk Anda memiliki kualitas baik, apabila kondisi ini dibiarkan maka kepercayaan masyarakat terhadap produk Anda bisa memudar. Jadi inilah pentingnya perlindungan hukum terhadap pemilik merk.

4. Membantu Mengembang Bisnis Waralaba

Walaupun biaya pendaftaran merk tidak murah namun bisa membantu perusahaan mendapatkan pemasukan, terutama jika ingin mengembangkan bisnis dengan sistem waralaba. Sebab hanya bermodalkan merk maka mendapatkan pemasukan serta usaha Anda bisa dikenal luas tanpa adanya mengeluarkan modal.

Sebab system bisnis waralaba adalah pengusaha lain menggunakan merk dagang Anda secara sah dan izin resmi. Nantinya orang yang ingin menggunakan merk milik usaha Anda harus membayar sejumlah uang sehingga bisa menjadi pemasukan kepada perusahaan.

Pastinya modal untuk membuka usaha tersebut dikeluarkan oleh orang yang ingin menggunakan merk Anda. Jadi ada segudang manfaat pendaftaran merk yang bisa dirasakan oleh pelaku usaha, apalagi proses pendaftarannya juga sangat gampang.

UU Merek Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis

UU Merek Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis

UU merek menjadi sangat penting dalam menjaga persaingan perdagangan yang sehat. Dan sudah Diatur dalam dalam UU Merek No 20 Tahun 2016

UU merek terbaru Berdasarkan pasal 1 ayat 1
Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa. (1)

UU Merek yang berdasarkan pasal 1 ayat 5
Hak atas merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek yang terdaftar untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. (5)

Berdasarkan uu merek pasal 1 ayat 9
Pemohon adalah pihak yang mengajukan permohonan merek atau indikasi geografis. (9)

Pengaruh Citra Merek

Pengaruh Citra Merek Di Pasaran Terhadap Keputusan Pembeli

Citra merek menjadi bagian yang penting untuk pemasaran, yaitu memberikan kesan yang dimiliki konsumen terhadap suatu merek. Kesuksesan dalam produk yang dipasarkan bisa Anda lihat melalui penggunaan desain, nama, atau simbol.

Konsumen yang akan membeli suatu produk, biasanya memiliki berbagai pertimbangan. Suatu produk dengan kualitas yang baik dan bagus akan menarik minat konsumen untuk membelinya. Maka, peran citra merek dan tentunya kualitas produk terhadap keputusan pembeli secara keseluruhan sangat berpengaruh.

Ada 4 dimensi citra merek menurut Viot 2007, yaitu:

1. Kepribadian merek
2. Nilai merek
3. Hubungan merek – konsumen
4. Citra penggunaan

Apa Itu Indikator Citra Merek?

Indikator citra merek, menentukan seberapa besar pemahaman konsumen terhadap merek. Ada 5 indikator citra merek menurut Kotler dan Keller untuk mengukur keputusan pembelian yang diambil konsumen, yaitu:

1. Pengenalan masalah
2. Pencarian informasi
3. Evaluasi alternatif
4. Keputusan pembelian
5. Perilaku pasca pembelian

Mengenal Contoh Merek Dagang

Mengenal Contoh Merek

Seperti yang kita tahu bahwa banyak sekali merek yang sangat familier di telinga para konsumen dan masyarakat luas. Bahkan sering kali kita mendengar atau bahkan menyebutkan beberapa merek tertentu untuk sebuah produk.

Bahkan merek sendiri sudah sangat lama digunakan oleh bangsa viking untuk menandai hewan peliharaan mereka yang sedang mereka bawa. Dapat disimpulkan bahwa merek digunakan sebagai tanda pembeda antara produk yang sedang beredar luas di pasaran. Ada beberapa contoh merek yang sangat familier bagi kalangan konsumen atau masyarakat.

Beberapa Contoh Merek Yang Diketahui Masyarakat Umum

Ada berbagai contoh merek yang digunakan untuk pembeda atau identitas untuk produk lainnya. Seperti contohnya:

1. Kartu perdana 3
Para pengguna smartphone pasti sudah tidak asing lagi dengan kartu perdana 3 ini. Pasalnya, meskipun kelihatannya kartu ini sudah sangat sedikit peminatnya, ternyata ia telah berhasil memiliki 21 juta pelanggan dan sudah menguasai pasar hingga 10%.

2. Djarum 76
Salah satu merek ini sangat terkenal, apalagi ketika masyarakat yang mengonsumsi rokok tenu sudah tidak asing lagi dengan merek Djarum 76 ini. Karena konon, PT Djarum ini mempunyai markas yang berada di kudus Jawa Tengah dan di produksi pada tahun 1976.

3. Kapal api
Merek ini juga sangat terkenal, terlebih di kalangan para pencinta kopi hitam dalam kemasan. Merek yang di produksi oleh PT.Santos Jaya Abadi tersebut terletak di Jalan Gilang, Sidoarjo.

4. Nike
Merek ini bagi para pecinta brand fashion seperti sepatu, tas dan baju. Nike sudah tidak asing lagi, apalagi di kalangan para remaja. Biasanya brand ini mempunyai logo cek lis untuk menandai produk yang mereka miliki.

5. Indomie
Siapa yang tidak tahu Indomie? Pasti Indomie sudah tidak asing lagi bagi kalangan masyarakat pecinta mie instan. Bahkan merek mie instan sejuta umat ini menggunakan kata Indomie dianggap sebagai merek berupa nama. Dan itulah merupakan beberapa contoh merek yang sangat terkenal di Indonesia.

Sertifikat Merek

Sertifikat Merek ; Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Sertifikat merek merupakan dokumen resmi sebagai bukti hak kekayaan intelektual (HAKI) yang memiliki peran penting dalam suatu usaha. Sertifikat ini memang tidak wajib dimiliki oleh pelaku usaha, tetapi sangat berguna karena berfungsi sebagai pelindung hak kepemilikan barang dagang.

Merek itu sendiri adalah suatu tanda berupa gambar, huruf, angka, warna, dan berbagai elemen atau perpaduan elemen yang digunakan untuk pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.

Cara mendapatkan sertifikat merek memang cukup memakan waktu dan terdapat berbagai macam proses, hal ini dikarenakan untuk mengecek legalitas dari merek yang didaftarkan. Yang pertama harus dilakukan untuk membuat sertifikat merek adalah dengan mengecek merek yang akan didaftarkan sudah dimiliki oleh orang lain atau belum.

Jika dalam pemeriksaan ternyata belum lengkap, maka Ditjen HKI akan meminta kelengkapan selama dua bulan sejak surat permintaan pertama diterima.
Tahapan selanjutnya dari cara mendapatkan sertifikat merek adalah pemeriksaan substantif, yaitu pemeriksaan substantif dari merek yang didaftarkan dengan jangka waktu pemeriksaan selama satu bulan terhitung sejak penerimaan permohonan registrasi diterima oleh Ditjen HKI. Silahkan hubungi Patendo untuk mendapatkan proses pendaftaran merek yang mudah.

Jangka waktu pemeriksaan ini memakan waktu hampir sembilan bulan.
Itulah beberapa hal mengenai sertifikat merek mulai dari biaya hingga cara pembuatannya. Apabila Anda memiliki usaha, ada baiknya untuk mendaftarkannya untuk melindungi merek Anda.

Pengertian identitas produk dan merek

Pengertian identitas produk dan merek

Pertama, coba pikirkan sebuah brand atau merek di dalam kepala Anda. Kemudian, apa yang langsung terbayang di dalam benak Anda begitu otak Anda mengingat atau memikirkan merek tersebut? Apakah logonya? Atau warnanya? Atau tagline-nya?

Apa yang terbayang di dalam pikiran Anda begitu Anda membayangkan sebuah merek inilah yang disebut sebagai identitas merek atau brand identity. Terkadang, istilah ini juga disebut sebagai identitas produk atau product identity.

Secara garis besar, identitas merek mirip seperti bagaimana cara Anda mendeskripsikan orang – warna rambut, warna kulit, warna mata, tingginya, serta berbagai ciri khas tertentu yang berwujud fisik atau visual. Hanya saja, dalam konteks ini tentu yang Anda deskripsikan adalah sebuah brand atau merek.

Apa Itu Identitas Merek?

Identitas merek merupakan elemen-elemen kasat mata (yang nampak) dari sebuah merek, seperti warna, logo, dan desain. Elemen-elemen tersebut adalah apa yang membuat seseorang bisa mengenali dan membedakan merek tersebut. Hanya saja, catat bahwa brand identity berbeda dengan brand image atau citra merek.

Sebab, identitas merek berkaitan dengan tujuan di balik branding dan bagaimana sebuah perusahaan memilih nama merek, mendesain logo, menggunakan elemen visual seperti warna dan bentuk, membangun “bahasa” dalam iklan, hingga melatih karyawan dalam berinteraksi dengan pelanggan, yang tujuannya adalah untuk membangun citra tertentu dalam benak pelanggan.

Sementara itu, citra merek merupakan hasil sesungguhnya dari upaya-upaya di atas. Jadi, identitas merek adalah upayanya, sedangkan citra merek adalah hasilnya atau apa citra sebuah merek yang diterima pelanggan.

Identitas Merek

Identitas Merek

Sebuah brand yang sukses tak hanya sebatas membantu perusahaan menghemat biaya promosi dalam jangka panjang, tapi juga menjadi aset paling berharga bagi perusahaan Anda. Dan di luar sana, sudah ada begitu banyak contoh nyata yang bisa menjadi bukti.

Contohnya Nike, Inc., perusahaan yang memiliki salah satu logo paling ikonik dan paling mudah dikenali di dunia, “swoosh”. Pada peringkat The World’s Most Valuable Brands 200 tahun 2018 yang disusun oleh Forbes, merek Nike berada di nomor 18 dengan nilai estimasian sebesar 32 miliar dolar AS. Dan jika Anda copot logo swoosh Nike dari produk-produk mereka, kualitas produk Nike seperti sepatu dan baju olahraga tidak mengalami perubahan.

Bagaimana Membangun Identitas Merek?

Dalam membangun sebuah identitas merek, Anda tidak bisa sekadar membangunnya. Sebab, Anda juga perlu membangun identitas merek yang kuat dan konsisten. Dan ada beberapa langkah melakukan identitas merek, yaitu:

1. Analisis perusahaan dan pasar yang Anda sasar.

Anda bisa gunakan analisis SWOT – Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats – untuk menganalisis perusahaan Anda. Meskipun analisis SWOT adalah alat analisis yang paling umum, analisis ini nyatanya sudah terbukti mampu membantu para pemilik bisnis dalam memahami situasi yang tengah mereka hadapi.

Dengan begitu, mereka pun bisa menentukan apa tujuan perusahaan serta langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

2. Tentukan tujuan kunci bisnis Anda.

Identitas merek yang baik idealnya harus bisa membantu mencapai apa yang jadi tujuan kunci atau utama bisnis Anda. Sebagai contoh, apabila sebuah perusahaan produsen kendaraan menyasar niche pasar kelas atas, iklan yang mereka rancang harus dibuat agar benar-benar memiliki daya tarik untuk pangsa pasar tersebut.

Di samping itu, iklan juga harus muncul pada channel dan media di mana pelanggan potensial mereka bisa melihatnya.

3. Identifikasi siapa yang jadi pelanggan Anda.

Ingat bahwa tidak ada brand atau produk yang bisa melayani semua pelanggan. Anda harus fokus pada kelompok konsumen tertentu – makin spesifik, makin baik karena dengan begitu Anda benar-benar tahu seperti apa personality yang harus Anda buat untuk komunikasi lewat brand Anda nantinya.

Dan untuk menentukan siapa tepatnya kelompok konsumen Anda, beberapa cara bisa Anda lakukan seperti survei, FGD, hingga wawancara.

4. Tentukan personality dan pesan yang ingin Anda komunikasikan lewat merek Anda.
Alasan lain mengapa Anda perlu fokus pada satu kelompok konsumen tertentu adalah karena sebuah merek harus selalu konsisten dalam citra dan kesannya di dalam pikiran pelanggan.

Oleh karena itu, dalam membangun identitas merek, tidak semestinya Anda mengombinasikan semua citra positif yang ada seperti harga terjangkau, kualitas paling top, kemewahan, kesan modern, dan sebagainya. Pasalnya, semua elemen dari sebuah merek harus sejalan dalam menyajikan sebuah pesan yang jelas, seperti copywriting-nya, gambaran merek, skema warna, dan sebagainya.

Pada akhirnya, bisa Anda simpulkan bahwa membangun sebuah identitas merek merupakan sebuah upaya strategis yang meliputi berbagai bidang. Setiap elemen dalam merek harus mendukung keseluruhan dari pesan serta tujuan bisnis Anda, termasuk nama perusahaan, logo, desain, style dan tone dari copy yang Anda buat, penampilan dan pengaturan produk, hingga media sosialnya.

Salah satu contoh dari pembangunan identitas merek bisa Anda pelajari dari kisah Steve Jobs, pendiri Apple. Selain melakukan terobosan luar biasa dalam produk hingga branding produk-produk Apple, ia juga terkenal akan obsesinya terhadap detail-detail kecil sekalipun, seperti pemilihan warna abu-abu pada papan tanda kamar mandi di toko-toko Apple.

Walaupun Anda tidak harus mencapai level tersebut, anekdot di atas menegaskan kesuksesan strategi branding Apple sebagai hasil dari sebuah upaya yang luar biasa, dan bukannya keberuntungan belaka.

Itulah rangkuman penjelasan mengenai apa itu identitas merek, hingga langkah-langkah penting yang perlu Anda lakukan dalam membangun brand identity yang kuat dan konsisten.

Memahami Pengertian Ekuitas Merek: Definisi dan Pengaruhnya pada Margin Laba
Istilah ekuitas merek atau brand equity merujuk pada nilai tambah yang sebuah perusahaan hasilkan dari produk dengan nama yang dikenal (brand atau merek) jika dibandingkan dengan produk serupa yang umum.

Perusahaan Anda bisa menciptakan nilai tersebut pada produk agar produk yang Anda hasilkan jadi berkesan, mudah dikenali, dan unggul dari segi kualitas maupun keandalannya.

Apabila perusahaan Anda memiliki ekuitas merek yang positif, pelanggan akan bersedia untuk membayar dengan harga mahal demi bisa mendapatkan produk Anda. Dan mereka akan melakukannya bahkan meskipun mereka bisa mendapatkan produk serupa dari kompetitor Anda dengan harga yang lebih murah sekalipun.

Perusahaan dengan ekuitas merek positif dan kuat sebenarnya tidak mengeluarkan biaya lebih tinggi dibandingkan pesaingnya dalam memproduksi dan membawa produk ke pasar, tapi pelanggan bersedia membayar lebih mahal. Dari sana, terdapat selisih yang bisa memengaruhi margin bisnis. Oleh karena itu, brand equity bisa mendorong kenaikan profit untuk masing-masing produk yang terjual.

Mengenal Ekuitas Merek

Mengenal Ekuitas Merek

Secara garis besar, ekuitas merek memiliki 3 komponen dasar:

• Persepsi atau pandangan konsumen;
• Efek (positif maupun negatif); dan
• Nilai yang dihasilkan.

Persepsi konsumen meliputi baik pengalaman maupun pengetahuan mereka dengan sebuah merek dan produknya, dan komponen ini membangun ekuitas merek. Pasalnya, persepsi yang dimiliki sebuah segmen konsumen akan memberikan efek langsung, baik itu secara positif maupun negatif.

Apabila efeknya positif, perusahaan Anda, produk Anda, hingga kondisi keuangan usaha Anda tentu akan merasakan keuntungannya – hal yang berkebalikan akan terjadi apabila brand equity Anda negatif.

Efek yang dihasilkan tersebut kemudian bisa menjadi nilai yang berwujud (tangible) maupun tak berwujud (intangible). Dalam hal efek yang dihasilkan positif, nilai berwujud akan direalisasi sebagai peningkatan pendapatan maupun profit.

Sedangkan nilai tak berwujudnya dapat direaliasasi dalam pemasaran sebagai brand awareness atau goodwill, di mana kelompok konsumen yang Anda target sadar dan familier dengan merek yang Anda punya.

Sedangkan jika efek yang dihasilkan negatif, hal ini bisa dibuktikan dari bagaimana konsumen malah lebih memilih mengeluarkan uang untuk mendapatkan produk yang umum (tanpa merek), dibandingkan produk Anda yang memiliki merek. Efek ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya baru saja terjadi penarikan produk besar-besaran atau publikasi negatif lainnya.

Ekuitas merek merupakan perpanjangan dari brand recognition atau pengenalan merek. Hanya saja, brand equity tak hanya sebatas bagaimana sebuah merek dikenal, tapi juga menambahkan nilai dalam nama merek yang digunakan.

Pengaruh Ekuitas Merek pada Margin Laba

Ketika pelanggan melekatkan tingkat gengsi (prestige) atau kualitas tertentu pada merek Anda, artinya mereka memandang bahwa produk Anda punya nilai lebih dibandingkan produk yang dibuat kompetitor. Oleh karena itu, mereka pun bersedia untuk membayar lebih mahal.

Nah, apabila Anda perhatikan di pasar, berbagai merek dengan tingkat ekuitas merek yang tinggi memiliki harga yang lebih mahal. Ambil contoh kopi Starbucks yang punya brand equity tinggi dengan kopi dari coffee shop lokal atau bahkan kopi tanpa merek. Secara garis besar, biaya produksi kopi Starbucks dan kopi lokal bisa dibilang sama, kalaupun ada perbedaan juga tidak terlalu signifikan.

Akan tetapi, karena pelanggan lebih bersedia bayar lebih untuk kopi Starbucks, Starbucks pun bisa mematok harga yang lebih tinggi untuk produk mereka. Dan selisih antara biaya produksi dengan harga jual akan dihitung sebagai laba.

Lewat ilustrasi singkat di atas, bisa Anda simpulkan bahwa ekuitas merek yang positif dapat meningkatkan margin laba per pelanggan atau per penjualan. Sebab, jika Anda memiliki brand equity yang positif dan kuat, Anda bisa mematok harga lebih mahal untuk produk Anda dibandingkan harga kompetitor, bahkan meskipun biaya pemerolehannya berada pada angka yang serupa.

Tak hanya itu saja, ekuitas merek juga akan berdampak langsung pada volume penjualan. Sebab, konsumen akan lebih condong memilih produk dengan reputasi yang bagus sehingga mereka tidak ragu untuk mengeluarkan uang agar bisa membawa pulang produk tersebut.

Contohnya ketika Apple merilis produk baru. Seperti yang sudah Anda ketahui, para pelanggan Apple bersedia mengantre panjang dan lama – dan bahkan mengantre sejak tengah malam! – untuk menjadi salah satu yang pertama mendapatkan produk baru Apple meskipun harga produknya jauh di atas harga produk kompetitor.

Salah satu alasan utama mengapa produk-produk Apple bisa terjual dalam volume tinggi adalah karena perusahaan yang didirikan Steve Jobs tersebut telah sukses membangun ekuitas merek yang luar biasa positif.

Dan karena persentase tertentu dari biaya produksi dan penjualan produk Apple sudah ditentukan, volume penjualan yang lebih tinggi juga berarti margin laba yang lebih besar.

Retensi pelanggan adalah area lain dalam ekuitas merek yang memengaruhi margin laba. Kembali lagi dengan contoh Apple di atas, Anda bisa amati bahwa kebanyakan pengguna produk Apple tidak hanya menggunakan iPhone atau Macbook saja. Justru mayoritas pengguna Apple memiliki lebih dari satu produk Apple, yang tentu juga berarti ada penambahan unit terjual.

Ditambah lagi para pengguna Apple selalu menanti-nanti kehadiran produk terbaru. Penggemar Apple bahkan sangat loyal dengan brand yang satu ini, dan ada sebagian yang bisa dibilang penggemar fanatik produk Apple.

Hal ini dikarenakan Apple mampu membangun ekuitas merek yang positif dan kuat, sehingga merek ini bisa mendulang salah satu keuntungannya: retensi pelanggan.
Dengan mempertahankan pelanggan yang mereka miliki saat ini, Apple pun tetap bisa meningkatkan profit laba mereka, namun dengan mengurangi upaya perusahaan dalam bidang pemasaran.

Sebab, lewat retensi pelanggan, Apple mengeluarkan biaya pemasaran lebih rendah dibandingkan jika Apple harus menjalankan strategi pemasaran untuk menghasilkan volume penjualan yang sama. Karena sekali lagi, catat bahwa biaya untuk mempertahankan pelanggan lebih murah daripada mendapatkan pelanggan baru.

Kriteria Pemilihan Nama Untuk Dijadikan Merek

Kriteria Pemilihan Nama Untuk Dijadikan Merek

Bisa juga dikatakan bahwa merek adalah bagian dari syarat sahnya sebuah usaha yang bergerak dalam bidang produksi barang.

Ada pabrik, karyawan, dan merek. Lalu surat ijin usaha bisa mengikuti setelahnya seiring dengan berjalannya waktu.

Jika sebuah usaha, baik barang maupun jasa, tidak memiliki merek, bagaikan sayur tanpa garam. Konsumen akan bingung karena tidak ada mereknya. Apalagi sedang banyak berkembang produk-produk yang palsu.

Berikut adalah kriteria nama bisa dijadikan sebuah merek produk :

1. Nama harus singkat, padat, jelas. Tidak ada merek yang terbuat dari nama yang panjang. Setidaknya 1 atau 2 kata cukup. Jarang yang 3 kata. Kalaupun ada yang terdiri dari banyak kata pasti akan disingkat menjadi satu kata.

2. Nama harus yang mudah diingat. Memikirkan nama untuk merek haruslah yang mudah diingat, di mana merek juga bisa menjadi faktor penting untuk menarik banyak pelanggan.

3. Nama harus yang unik. Tidak menyamai nama yang sudah biasa digunakan, dan tidak menggunakan nama yang umum. Pastikan dibuat nama yang berbeda dan menarik.

Tidak ada yang bisa menampik pentingnya merek bagi dunia perdagangan. Merek menjadi faktor pendukung pemasaran yang lebih tinggi.

Maka dari itulah, bagi para calon pengusaha diharapkan untuk memahami pengertian merek itu sendiri agar hasilnya unik dan produk laris manis.

Apa yang dimaksud dengan merek ? Bagaimana pula asal mulanya? Sejak dulu, perdagangan memang menjadi salah satu bidang yang membangun perekonomian nusantara bahkan sebelum masa kolonial.

Sejak zaman kerajaan, daerah – daerah di Indonesia menjadi tempat lalu lintas maritim sehingga perdagangan dan proses jual beli telah terjadi dari berbagai lini.

Perdagangan di nusantara tidak hanya melibatkan penduduk pribumi tetapi juga masyarakat pelancong dari berbagai daerah. Misalnya saja para pedagang dari Cina, Jepang atau Korea.

contoh hak kekayaan intelektual

Baca : nama online shop dan nama olshop

Selain itu, ada juga saudagar dari negara – negara di Timur Tengah yang memanfaatkan jalur sutera di nusantara untuk dapat menjelajah penjuru dunia dan melakukan perdagangan.

Hingga akhirnya tiba di zaman kolonial, Indonesia menjadi salah satu negara yang kerap dijadikan tempat berlalu lalang para pedagang baik asal Belanda maupun beberapa sekutu lainnya.

Setelah proklamasi kemerdekaan, aktifitas jual beli menjadi terus melekat sebagai salah satu cara masyarakat untuk mendapat penghasilan.

Baca : nama cafe dan restoran

Seiring dengan perkembangan di berbagai bidang termasuk teknologi, kemudian dikenal istilah merek.

Merek menjadi salah satu hal yang penting bagi sistem jual beli di masa kini karena para customer akan bisa mengenali suatu produk dengan segala kualitasnya jika memiliki nama. Nama tersebutlah yang kemudian menjadi sebuah merek.

Karena digunakan untuk kegiatan jual beli yang termasuk ke dalam sistem perdagangan modern, maka merek suatu produk kemudian disebut dengan merek.

Jadi, merek merupakan sebuah nama atau brand tertentu yang digunakan seseorang atau pihak tertentu untuk menjual produk supaya lebih dikenal oleh para pelanggan.

Satu hal yang perlu diketahui tentang merek yaitu memiliki aturan hukum sendiri. Hal ini berkaitan dengan nilai investasi yang tidak berwujud benda.

Jadi, investasi ada dua jenis, yaitu investasi fisik dan non fisik. Merek termasuk dalam kategori investasi non fisik.

Baca : desain industri

Masalah ini tidak bisa dibilang sepele karena kaitannya sudah berhubungan dengan ranah hukum.

Dibutuhkan biaya yang tidak murah untuk mengurus penyelesaian sengketa semacam ini. Selain itu, tentunya proses penjang tersebut dapat menyita waktu serta tenaga.

Selain membuat bisnis semakin lancar, ketertiban di aspek ini akan menghindarkan diri dari proses panjang apabila terjadi masalah di kemudian hari. Segera lindungi merek usaha anda, silahkan hubungi konsulan Patendo.

Bagikan :
There are currently no comments.