021 2217 2410 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

Marketing Adalah: Pengertian, Tujuan dan Strategi Terbaik

Marketing Adalah Pengertian

Marketing adalah segala proses untuk mempengaruhi masyarakat agar mau membeli produk atau jasa dari pemasar, untuk bisa melakukan proses marketing maka seorang pemasar perlu melakukan riset dan analisis pasar. Untuk Anda yang sedang membangun usaha, mempelajari marketing adalah sebuah keharusan.

Bagaimanapun, kegiatan marketing akan menjadi kunci penting dalam membangun bisnis. Karena pasar selalu berkembang setiap saat, Anda pun perlu mempelajari segala hal tentang marketing. Apa hal dasar yang perlu Anda pelajari tentang marketing?

Pertama-tama, Anda perlu mempelajari definisi marketing, jenis, tujuan, hingga strateginya. Jika Anda ingin menjalani profesi sebagai pemasar, Anda pun harus mempelajari apa saja tugas marketing. Untuk memulai usaha Anda dalam mempelajari dunia marketing, mari kita mulai dengan mengetahui definisi marketing.

Pengertian Marketing

Ada banyak sekali pengertian ahli yang bisa kita jadian acuan untuk mendefinisikan marketing.
Proses marketing adalah yang paling kompleks di antara segala jenis kegiatan usaha yang ada. Kegiatan marketing tak hanya yang berkaitan dengan iklan, tetapi kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan produk, metode distribusi, hingga penjualan produk juga menjadi tanggung jawab marketing.

Oleh karena itu, dalam sebuah bisnis, marketing adalah kunci penting untuk mengembangkan perusahaan. Divisi marketing harus kuat agar perusahaan bisa tetap bertahan dan bersaing di antara bisnis serupa.

Jenis Marketing

Kegiatan marketing selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman. Pada era ini, kegiatan pemasaran bisa kita bedakan menjadi dua jenis, yakni marketing online dan offline. Keduanya menyangkut dua kegiatan marketing yang berbeda.

Kegiatan marketing online kini lebih mendominasi daripada offline. Berbagai produk teknologi memudahkan usaha marketing. Kita tak perlu lagi melakukan marketing door to door untuk mendapatkan pelanggan. Cukup memanfaatkan media sosial saja, Anda sudah bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Beberapa contoh marketing online adalah social media marketing, relationship marketing dan network marketing. Dalam kegiatan marketing secara online, media sosial menjadi media utamanya. Oleh karena itu, Anda juga perlu mempelajari hal-hal terkait media sosial demi mendapatkan strategi marketing yang efektif.

Meskipun kegiatan marketing online menjadi yang paling mendominasi, marketing secara offline juga masih banyak dilakukan. Contoh yang paling nyata kegiatan offline marketing adalah pemasaran dari mulut ke mulut.

Jenis marketing dari mulut ke mulut masih efektif karena bisa membangun kepercayaan pelanggan. Di antara banyaknya merek yang ada, produk yang direkomendasikan oleh orang lain menjadi yang paling mudah mendapatkan kepercayaan pelanggan. Jadi, Anda pun tak boleh menyepelekan jenis marketing ini.

Kemudian, untuk bisnis yang lingkup pasarnya masih lokal, offline marketing adalah yang paling efektif. Anda bisa mempengaruhi orang-orang di sekeliling Anda untuk membeli produk Anda secara door to door.

Tujuan Marketing

Tujuan Marketing

Karena kegiatan marketing adalah kunci dalam berbisnis, selain mempelajari pengertian dan jenis marketing, Anda juga perlu mempelajari tujuan marketing. Secara sederhana, Anda mungkin sudah sangat paham apa tujuan marketing. Tujuan marketing adalah untuk memasarkan produk. Secara lebih lengkap, tujuan marketing akan dijelaskan pada pada poin-poin berikut:

1. Pengenalan Produk

Anda perlu mengenalkan produk Anda untuk menarik pembeli. Proses pengenalan produk ini juga menjadi fokus utama dalam marketing. Agar masyarakat aware dengan produk Anda, divisi marketing perlu melakukan strategi marketing yang tepat. Proses marketing bisa dilakukan online atau offline.

2. Membangun Branding

Kemudian, selain mengenalkan produk, divisi marketing juga perlu membangun branding. Seperti yang kita ketahui bersama, dalam bisnis, Anda pasti selalu mempunyai pesaing. Marketing akan menjadi penentu kesuksesan bisnis Anda.

Bagaimana agar produk Anda bisa berbeda dengan produk lain? Anda perlu melakukan branding sebagai usaha marketing yang utama di antara banyak kegiatan marketing lainnya.

Dalam strategi marketing, usaha membangun branding pun bisa Anda lakukan dengan berbagai cara. Proses marketing ini pun tidak instan. Branding perusahaan perlu dilakukan oleh divisi marketing secara berkelanjutan.

3. Memperluas Pasar

Kemudian, hal lain yang tak kalah pentingnya dalam marketing adalah memperluas pasar. Semakin luas jangkauan pasar Anda, akan ada banyak orang yang berpotensi untuk membeli atau menggunakan produk Anda. Dalam dunia marketing, hal ini pun akan selalu menjadi sesuatu yang diusahakan oleh divisi marketing.

Pada era ini, kegiatan memperluas jangkauan marketing tak sesulit zaman dulu. Berkat kecanggihan teknologi, Anda bisa menargetkan marketing yang luas dengan media sosial. Anda cukup mempelajari social media marketing dan digital marketing.

4. Meningkatkan Penjualan

Dari semua kegiatan marketing yang ada, tujuan utama marketing adalah untuk meningkatkan penjualan. Jika Anda selalu berhasil mencapai target penjualan, itu berarti semua kegiatan marketing Anda sudah berhasil.

5. Melakukan Riset Pasar

Terakhir, tugas utama divisi marketing adalah melakukan riset. Mengapa disebut sebagai tugas utama? Karena riset menjadi dasar yang harus dilakukan oleh divisi marketing untuk mengetahui ketertarikan pelanggan.

Bagaimanapun, Anda harus menerapkan strategi marketing yang sesuai dengan target marketing. Cara untuk membuat strategi marketing terbaik adalah dengan melakukan riset.

Strategi Marketing Terbaik

Strategi Marketing Terbaik

Agar seluruh kegiatan marketing berjalan lancar, divisi marketing harus melakukan strategi marketing yang tepat. Itu berarti bahwa strategi marketing adalah kunci utama dalam melakukan segala proses marketing.
Divisi marketing bebas melakukan strategi apa pun selama bisa memenuhi target penjualan.

Setiap perusahaan pun bisa menerapkan strategi yang berbeda. Di antara banyaknya strategi marketing yang ada, berikut beberapa strategi yang paling umum dipakai oleh divisi marketing.

1. Mengenal Target Pasar

Langkah pertama dalam melakukan strategi marketing adalah mengenal target pasar. Pelanggan menjadi sesuatu yang paling utama dalam harus Anda fokuskan. Apa saja yang perlu Anda pelajari dalam mengenal target pasar?

Anda perlu melakukan riset dan analisis target pasar yang menyeluruh. Data terkait usia pelanggan, ketertarikan, domisili, jenis kelamin, hingga keadaan sosial ekonomi menjadi data utama divisi marketing. Data tersebut kemudian akan diolah menjadi strategi marketing yang tepat.

Alasan mengapa mengenal target pasar menjadi hal yang paling penting dalam strategi marketing adalah jika Anda gagal mengenal siapa target pasar Anda, segala proses marketing yang Anda lakukan pun akan gagal. Jadi, Anda perlu melakukan riset dan analisis pasar yang baik dan efektif.

2. Mengoptimalkan Pemanfaatan Media Sosial

Selanjutnya, untuk mengoptimalkan strategi marketing, Anda juga perlu memanfaatkan media sosial sebagai media utama dalam marketing. Pada era digital, kegiatan sosialisasi masyarakat lebih banyak menggunakan media sosial. Dengan mengoptimalkan marketing menggunakan media sosial, divisi marketing pun tak perlu susah-susah meluaskan jangkauan pasar.

Namun, memanfaatkan media sosial sebagai salah satu strategi marketing tidak semudah yang terlihat. Anda juga perlu mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang media sosial, seperti algoritma, karakter pengguna, hingga konten yang cocok.

Karena ada banyak sekali media sosial, Anda harus mempelajari setiap media sosial dan menyesuaikan strategi marketing. Setiap media sosial memiliki algoritma yang berbeda. Strategi marketing yang sukses di Twitter belum tentu sukses jika dilakukan di Facebook. Itulah manfaat penyesuaian marketing dengan jenis media sosial.

Jika divisi marketing masih terbatas, ada baiknya Anda memfokuskan pada satu media sosial sebagai strategi marketing daripada memanfaatkan semuanya tetapi justru tidak maksimal.

3. Menawarkan Produk Gratis

Salah satu strategi marketing yang banyak digunakan pebisnis baru adalah dengan menawarkan produk gratis. Strategi marketing ini sangat efektif untuk menarik pelanggan agar mau mencoba produk Anda.
Setelah membagikan produk secara gratis, Anda bisa meminta testimoni positif dari mereka.

Kemudian, testimoni tersebutlah yang nantinya akan Anda olah untuk menjadi strategi marketing lainnya.
Banyak perusahaan yang menggunakan strategi marketing ini, terutama produk kosmetik. Mereka biasanya membagikan produk sampel untuk para pelanggan.

Jika Anda memiliki produk baru dan bingung menentukan apa strategi marketing yang tepat, cara ini bisa Anda lakukan. Dengan membagikan produk secara gratis, testimoni positif bisa lebih mungkin untuk Anda dapatkan.

4. Membuat Gimmick Marketing

Divisi marketing adalah sebuah divisi yang kreativitasnya sangat dibutuhkan. Dengan kreativitas yang mereka miliki, mereka diharapkan bisa membuat konten marketing yang unik dan tepat sasaran. Mereka dituntut untuk bisa melakukan gimmick marketing.

Gimmick marketing adalah cara pemasaran yang sengaja dibuat untuk viral. Dari semua strategi marketing yang ada, gimmick marketing adalah yang paling susah. Untuk bisa viral, dibutuhkan ide yang unik sekaligus menarik dan sesuai dengan sebagian besar masyarakat.

Kemudian, alih-alih membuat iklan yang viral, Anda juga tidak boleh mengesampingkan moral. Gimmick marketing yang salah pun akan berimbas pada hasil pemasaran yang buruk.

5. Membangun Komunitas

Selanjutnya, strategi marketing yang paling banyak dilakukan oleh marketer adalah membangun komunitas. Fungsi utama komunitas marketing adalah untuk mendapatkan pelanggan yang loyal dengan perusahaan. Mereka akan menjadi pelanggan tetap yang akan membeli produk Anda.

Di berbagai perusahaan, komunitas marketing adalah yang menjadi fokus pemasaran. Mereka sengaja membangun komunitas dengan membuat member atau forum. Ketika mendaftar sebagai member, pelanggan biasanya akan mendapatkan keuntungan tertentu, seperti diskon atau poin. Kemudian, forum pun sengaja dibuat untuk media diskusi antar pelanggan.

Tugas Seorang Marketing

Tugas Seorang Marketing

Ingin belajar menjadi seorang marketer? Anda harus tahu tugas marketing. Memahami tugas marketing adalah kunci utama untuk menjadi marketing yang sukses. Kira-kira, apa saja yang akan Anda lakukan ketika berada di divisi marketing? Berikut adalah jawabannya:

1. Membuat Manajemen Kampanye Marketing

Ketika berada di divisi marketing, tugas Anda sebagai marketing adalah membuat kampanye marketing. Anda akan memulainya dengan membuat manajemen kampanye marketing. Kampanye marketing berkaitan dengan penjadwalan, jenis konten, hingga media untuk memasarkan konten marketing tersebut.

2. Memproduksi Konten Pemasaran

Selanjutnya, divisi marketing juga perlu membuat konten marketing. Konten dalam dunia marketing adalah yang paling utama. Konten apa yang paling cocok untuk target pasar? Jawabannya seharusnya sudah ada dalam manajemen marketing yang sudah Anda lakukan sebelumnya. Jika memang belum terjawab dalam manajemen kampanye marketing, Anda perlu melakukan riset dan analisis pasar.

3. Melakukan Riset Pelanggan dan Pasar

Tugas yang berkaitan dengan riset marketing dan pasar dalam marketing adalah yang paling utama. Kegiatan marketing ini sangat penting untuk mengetahui konten seperti apa yang disukai oleh pelanggan.

Karena karakter pelanggan juga berubah sesuai dengan keadaan tertentu, proses riset marketing pun harus Anda lakukan secara berkala. Divisi marketing adalah yang bertanggung jawab untuk melakukan riset marketing.

4. Melakukan Evaluasi Pemasaran

Kemudian, untuk mengetahui apakah strategi marketing berhasil atau tidak, divisi marketing pun perlu melakukan evaluasi. Evaluasi marketing juga perlu divisi marketing lakukan secara berkala, bisa sebulan sekali atau satu semester sekali.

Dengan melakukan evaluasi, divisi marketing bisa merencanakan strategi marketing untuk periode selanjutnya. Penyesuain dan perbaikan bisa dilakukan melalui hasil evaluasi marketing ini.

5. Membangun Kerja Sama dengan Vendor Luar

Terakhir, sebagai seseorang yang bekerja di divisi marketing, Anda sangat mungkin untuk bekerja sama dengan vendor marketing atau agensi marketing luar. Kerja sama ini dilakukan jika Anda tidak cukup memiliki SDM di divisi marketing.

Oleh karena itu, seorang marketer juga perlu memiliki komunikasi yang baik. Bahkan, komunikasi dalam dunia marketing adalah skill paling utama. Jika menguasainya, Anda pun bisa bekerja dengan baik di divisi marketing.

Bagikan :
There are currently no comments.