021 2237 9620 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

Contoh Kasus Hak Merek dan Analisisnya. 5 Manfaat Hak Paten Merek.

pengertian hak merek

UU atau undang-undang hak merek

Hak atas merek adalah hak secara eksklusif yang diberikan negara kepada pemilik merek yang telah terdaftar untuk menggunakan merek tersebut dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

Hak tersebut juga bisa diberikan kepada pihak lain atas persetujuan pemilik merek untuk menggunakan merek itu.

Apa itu merek dagang dalam hak atas kekayaan intelektual? Merek dagang adalah merek yang digunakan oleh pebisnis untuk membedakan barang-barang sejenisnya.

Tujuan dari merek adalah supaya dapat mempertahankan strategi pemasaran dan terhindar dari risiko penipuan. Berdasarkan uu hak merek terbaru, nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Istilah merek terdiri atas 4 bagian yaitu:

1. Hak atas merek

Hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek terdaftar untuk menggunakan mereknya dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Hak tersebut bisa digunakan oleh pihak lain/badan hukum lain atas persetujuan pemilik merek.

2. Merek jasa

Merek jasa digunakan untuk membedakan jasa sejenis lainnya yang digunakan oleh seseorang maupun kelompok atau badan hukum. Hak atas merek jasa adalah hak eksklusif yang diberikan kepada pemilik jasa untuk menggunakan merek jasa tersebut dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

3. Merek dagang

Merek dagang yaitu merek produk yang digunakan untuk membedakan barang sejenis lainnya oleh seseorang atau badan hukum.

4. Merek kolektif

Merek kolektif adalah merek yang digunakan untuk barang/jasa dengan karakteristik yang sama lalu diperdagangkan oleh sekelompok orang/badan hukum untuk membedakan barang/jasa sejenis lainnya.
Dasar hukum hak merek adalah sebagai berikut:

1. UU Nomor 14 Tahun 1997 mengenai Merek.

2. UU Nomor 19 Tahun 1992 tentang Merek.

3. UU Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek.

4. UU Nomor 20 Tahun 2016 membahas tentang Hak atas Merek dan Indikasi Geografis.

Selain merek, ada salah satu kekayaan intelektual yang juga dilindungi keberadaannya yaitu rahasia dagang. Apa perbedaan hak atas merek dan rahasia dagang? Berikut ini penjelasannya.

Hak atas merek merupakan hak secara eksklusif yang diberikan negara kepada pemilik merek untuk menggunakannya dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Rahasia dagang ialah informasi perdagangan yang hanya diketahui oleh pemilik rahasia dagang. Hal tersebut memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat untuk suatu bisnis dan dijaga kerahasiaanya.

Di samping memiliki perbedaan, dua kekayaan intelektual ini juga memiliki persamaan. Persamaan hak atas merek dan rahasia dagang yakni mendapatkan perlindungan hak yang sama dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

contoh hak merek

Contoh kasus pelanggaran hak merek terbaru dan analisisnya

Saat ini banyak contoh kasus hak merek terbaru yang terjadi di Indonesia. Simak penjelasan tentang hak atas merek beserta contohnya berikut ini.

Setiap manusia memiliki kemampuan intelektual untuk menciptakan produk sendiri supaya dikenal oleh orang lain bahwa produk tersebut memiliki hak kepemilikan barang dan diproduksi oleh seseorang.

Akan tetapi, zaman sekarang banyak sekali kasus mengenai pelanggaran hak atas merek. Berikut ini kami sebutkan dan jelaskan beberapa contoh kasus pelanggaran hak merek dan analisisnya yang ada di Indonesia:

1. Kasus pelanggaran merek dagang oleh artis terkenal Indonesia

Kasus yang sedang tren saat ini adalah kasus tentang pelanggaran hak merk yang menimpa Ruben Onsu.
Hal ini bermula ketika Ruben Onsu ingin menpatenkan nama produk makanannya di Direktorat Jenderal HKI, namun pernyataan Ruben ditolak karena sudah ada nama Bensu yang terdaftar.

Nama yang dipatenkan dan telah digunakan oleh Jessy Handalim pada tahun 2015 lalu untuk usahanya itu bernama Bengkel Susu atau Bensu. Oleh karena itu, Ruben menggugat Jessy Handalim atas penggunaan nama Bensu tersebut.

2. Pelanggaran hak merk dan pemalsuan pakaian

Selanjutnya, penjelasan mengenai contoh lain kasus pelanggaran hak merek dan penyelesaiannya. Seorang pengusaha pakaian bernama Veronica menemukan merek produk pakaian di toko lain yang menggunakan nama sama dengan merek produknya, mulai dari merek, nomor izin dan lain sebagainya.

Pakaian tidur merek Hoki & Sheila yang mirip tersebut sangat tidak terlihat perbedaannya jika dilihat dari kejauhan. Hal tersebut mengakibatkan Veronica mengalami kerugian mencapai Rp.7 miliar.

Veronica melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib atas tuduhan pemalsuan merek. Terdakwa dipidana kurungan selama 1 tahun penjara dengan denda Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah).

3. Kasus merek cap kaki tiga

Kasus ini merupakan contoh kasus pelanggaran hak atas merek logo cap kaki tiga yang menyerupai lambang atau mata uang isle of men. Hal tersebut menjadi permasalahan dalam kasus merek.

Pihak Direktorat Jenderal HKI menolak permohonan merek cap kaki tiga, karena merek tersebut menyerupai/tiruan pada singkatan nama, bendera, lambang atau simbol nasional maupun internasional.

Penggunaan nama untuk produk merek harus berbeda dengan yang lain apalagi yang sudah terdaftar. Kasus-kasus tersebut merupakan kasus pelanggaran hak atas merek yang terjadi di Indonesia saat ini.

Banyak kasus pelanggaran tersebut disebabkan penggunaan nama sebuah bisnis atau produk. Hal tersebut termasuk dalam pelanggaran HKI meliputi hak cipta dan hak atas merek. Kami akan menjelaskan perbedaan hak cipta paten dan hak merek berikut ini.

Hak cipta adalah hak yang diberikan pada pencipta atau penerima hak untuk memperbanyak dan mengumumkan ciptaannya seperti lagu, buku, novel dll.

Hak atas merek adalah hak eksklusif yang diberikan pada pemilik merek untuk menggunakan merek barang/jasa yang sesuai dengan kelas dan jenis masing-masing.

makalah hak merek

Pengertian hak paten merek

Hak paten merek pada produk Anda akan mendapatkan perlindungan dari negara sama seperti hak atas kekayaan intelektual lainnya. Berikut ini penjelasan mengenai hak atas merek dan paten.

Pengertian dan ruang lingkup merek telah dijelaskan dalam UU tentang Merek tahun 2001. Merek merupakan tanda yang berupa gambar, huruf-huruf, nama, kata, angka-angka, susunan warna yang digabungkan untuk membedakan barang/jasa sejenis lainnya.

Selanjutnya yaitu pembahasan mengenai jenis merek. Jenis merek tersebut dibagi menjadi 2 bagian, yaitu merek dagang dan merek jasa. Merek juga memiliki fungsi untuk membedakan barang/jasa.

Hak atas merek ialah hak eksklusif yang diberikan kepada pemilik merek terdaftar dalam daftar umum merek untuk menggunakan merek tersebut dalam jangka waktu tertentu.

Merek juga dapat diberikan kepada pihak lain atas persetujuan pemilik merek yang sudah terdaftar.
Cara memperoleh hak paten merek adalah sebagai berikut:

Pertama, pemohon/kuasanya harus mengisi formulir permohonan merek dalam Bahasa Indonesia kepada Menteri Hukum dan HAM. Formulir yang ditandatangani oleh pemohon meliputi:

1. Label merek.

Lampirkan merek dalam bentuk karakteristik merek tersebut, jika merek tersebut berupa 3 dimensi. Dan jika merek berupa suara, lampirkan bentuk notasi dan rekaman suara.

2. Bukti pembayaran biaya.

3. Surat permohonan kepemilikan merek yang dimohonkan pendaftarannya.

4. Surat kuasa, bila permohonan tersebut diajukan oleh kuasa.

5. Bukti prioritas dan terjemahan bahasa Indonesia, jika pemohon menggunakan hak prioritas.

Kedua, yakni pengumuman permohonan daftar merek. Pengumuman tersebut dimuat dalam berita resmi merek yang berlangsung selama 2 bulan.

Ketiga, penerbitan sertifikat merek. Jika merek tersebut tidak ada masalah dan lolos pemeriksaan substantif maka merek akan resmi terdaftar.

Hak atas merek tidak dapat didaftarkan apabila:

1. Bertentangan dengan uu, moralitas agama, kesusilaan atau ketertiban umum.

2. Tidak memiliki daya pembeda.

3. Telah menjadi milik umum.

4. Berisikan keterangan yang berkaitan dengan barang/jasa yang didaftarkan.

Jika Anda telah memiliki hak paten merek produk Anda, maka produk barang/jasa Anda tidak dapat ditiru atau diklaim oleh pihak lain.

Fungsi hak atas merek adalah untuk menjamin nilai hasil produksinya supaya tidak ditiru atau diklaim oleh pihak lain.

Proses daftar merek dibagi menjadi 2 yaitu proses pengajuan merek oleh pemohon dan proses verifikasi oleh Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual.

Jika Anda ingin mendaftarkan hak paten merek, silahkan kunjungi website hak paten merek dagang Patendo.
Apabila Anda mempunyai produk seperti kemeja, furniture, tas, alat rumah tangga, kosmetik, rokok, elektronik dan lain sebagainya segera daftarkan mereknya melalui Patendo.

Dapatkan biaya murah dan proses mudah dengan bantuan konsultan kami. Anda tidak perlu repot datang ke kantor Dirjen untuk daftar merek. Serahkan segala urusan paten merek kepada kami.

contoh kasus hak merek

Contoh hak merek

Pemahaman tentang hak atas kekayaan intelektual saat ini masih sangat kurang bagi masyarakat. Oleh karena itu, Anda harus sering mencari informasi mengenai hak atas kekayaan intelektual.

Setiap orang memiliki ide kreatif yang perlu dilindungi termasuk merek. Jika Anda memiliki produk barang/jasa bermerek atas hasil ide kreatif Anda, segera daftarkan supaya tidak dibajak oleh pihak lain.

Hak atas merek pada suatu perusahaan sangat penting, karena adanya hak merk, perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan dilindungi oleh negara sehingga tidak menjadi salah satu kasus hak atas merek di Indonesia.
Berikut ini kasus hak atas merek dan contohnya yaitu:

1. Merek BARBIE vs BABIE di Jakarta.

2. Kasus merek “LEVIS” dengan “REVISE”.

3. Pemalsuan Produk Milk Bath merek the Body Shop di Jakarta.

4. Kasus produk APPLE dengan Mac OS X Snow Leopard.

5. Merek DUNKIN’ DONUTS vs DONATS’ DONUTS di Yogyakarta.

6. Kasus sengketa merek “Warung Podjok” dengan “Warung Pojok” di Jakarta.

7. Merek TUPPERWARE vs TULIPWARE di Bandung.

8. Kasus kesamaan lambang “Cap Kaki Tiga” dengan lambang negara “Isle of Man”.

9. Kasus sengketa merek produsen mobil “Lexus” dengan produsen helm bermerek “Lexus”.

10. Kasus merek “ADIDAS” dengan “3-STRIP”.

Penjelasan di atas merupakan contoh produk hak atas merek di Indonesia yang pernah menjadi sengketa.
Selain kasus hak merk di Indonesia, ada juga merek atau brand Indonesia yang disangka produk luar negeri. Berikut ini beberapa produk yang dikira merk luar negeri, yaitu:

Bagteria

GT Radial

The Executive

Edward Forrer

Polygon

Buccheri

Essenza

J.CO Donuts and Coffee

Terry Palmer

Lea Jeans

prosedur hak merek

Makalah hak merek dagang

Pesatnya persaingan dalam bidang perdagangan menjadikan merek sebagai hal penting yang tidak bisa disepelekan dalam sebuah usaha.

Merek dagang adalah identitas yang membedakan produk barang/jasa yang diperdagangkan dan diproduksi oleh perusahaan lain dengan barang/jasa sejenis.

Hak atas merek dagang adalah salah satu hak yang termasuk dalam hak atas kekayaan intelektual. Merek merupakan aset yang sangat penting dan harus dilindungi.

Oleh karena itu, hak atas merek bertujuan untuk melindungi merek Anda supaya tidak dibajak atau diklaim oleh pihak/badan hukum lainnya. Istilah lain hak atas merek dalam bahasa inggis adalah brand rights.

Definisi mengenai makalah hak merek adalah hak eksklusif atas kepemilikan suatu merek pada produk barang atau jasa yang diperoleh setelah merek didaftarkan. Menurut beberapa para ahli, hak atas merek dibedakan menjadi 3 yaitu:

1. Sebagai suatu cara di mana dan siapa pun mudah melihat.

2. Kombinasi antara merek atas penglihatan dan perkataan.

3. Sebagai suatu perkataan.

1. Perlindungan tentang hak merk

Perlindungan hak atas merek bisa Anda dapatkan setelah mendaftarkan merek Anda. Hak atas merek dalam hukum bisnis juga tak kalah penting bagi para pebisnis dan pengusaha.

Dengan trademark terdaftar tentu membawa banyak pengaruh positif terhadap bisnis mereka. Suatu merek yang telah terdaftar memiliki tanda atau simbol yang diletakkan di belakang merek.

Ada dua tanda atau simbol yang menerangkan bahwa merek tersebut telah terdaftar, yaitu tanda ® berarti registered dan tanda merek dagang ™ (trademark). Tujuan dari perlindungan hak atas merek Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Perlindungan hak atas merek bertujuan untuk melindungi kepemilikan merek, investasi dan nama baik suatu merek. Selain itu, juga dapat melindungi konsumen yang bingung terhadap asal usul barang/jasa.

2. Menurut Bently & Sherman, ada tiga justifikasi tentang perlindungan hak atas merek, yaitu informasi, argumentasi etis dan kreativitas.

2. Manfaat hak paten merek

Beberapa manfaat hak atas merek dan perlindungan merek, meliputi:

1. Jaminan perlindungan hukum.

2. Menambah kepercayaan konsumen.

3. Memberikan keuntungan tambahan.

4. Sebagai aset perusahaan.

5. Mengurangi plagiarisme.

3. Jenis-jenis merek

Macam-macam merek yang termasuk dalam hak atas merek adalah:

1. Private brand/merek pribadi

Merek pribadi adalah merek milik distributor atau pedagang yang memproduksi barang itu sendiri.
Nama merek tersebut merupakan merek pribadi/milik pribadi, seperti hypermart giant yang menjual kapas merek giant, indomaret yang menjual berbagai produk dengan nama indomaret di produk tersebut.

2. Produk generik

Barang/jasa yang diperdagangkan tanpa menggunakan merek, seperti gula pasir curah, buah-buahan, abu gosok, sayur mayur dan lain-lain.

3. Manufacture brand atau merek perusahaan

Merek perusahaan adalah merek milik sebuah perusahaan yang memproduksi barang/jasa, seperti Vit, Soffel, Tessa, Vitacimin dan sebagainya.

Selanjutnya, ada penjelasan tentang strategi merek pada lingkup hak atas merek.

Strategi merek

Penjelasan strategi merek yang dilakukan oleh produsen, distributor, pedagang dan pengecer sebagai berikut:

1. Merek secara kekeluargaan

Merek keluarga/family branding adalah pemberian nama merek pada beberapa produk dengan menebeng merek yang sudah terkenal, seperti gery. Gery merupakan merek utama dari merek gery soes, gery toya-toya, gery saluut dan lain-lain.

2. Merek secara personal/individu

Merek individu/individual branding adalah penamaan merek barang sejenis lainnya dari perusahan yang berbeda seperti deterjen merek so klin dan daia dari perusahaan wings, serta deterjen surf dan rinso dari unilever.

Hak atas merek dan dasar hukumnya tercantum dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001. Dalam uu tersebut membahas tentang hak prioritas, perizinan atau lisensi hak atas merek yang berkaitan dengan merek.

manfaat hak merek

Prosedur pendaftaran hak merek

Untuk meresmikan merek, Anda harus mengetahui prosedur serta syarat pengajuan hak atas merek sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berikut ini adalah tata cara mendapatkan hak merek melalui konsultan Patendo terpercaya.

1. Pengisian formulir permohonan daftar merek yang telah disediakan oleh Direktorat Jenderal HKI dengan diketik rangkap empat.

2. Lampiran yang termasuk persyaratan daftar hak atas merek antara lain:

1. Surat pernyataan bermaterai Rp.6000 serta ditandatangani oleh pemohon.

2. Surat kuasa khusus, apabila permohonan dalam mendaftar merek diajukan melalui kuasa pemohon.

3. Salinan resmi Akta Pendirian Badan Hukum atau fotokopinya yang ditandatangani oleh notaris.

Setelah itu, lakukan pembayaran dan lengkapi dokumen, untuk biaya hak paten merek sebesar Rp. 3.000.000, lalu pihak Dirjen HKI akan memberikan bukti atau tanda penerimaan permohonan.

Bukti tersebut bukan sertifikat merek melainkan bukti bahwa merek sedang dimohonkan pendaftarannya ke Dirjen. Perlu diketahui bahwa pemohon dapat berupa perorangan maupun perusahaan atau badan hukum.

Jadi jika Anda belum memiliki perusahaan, Anda bisa mengajukan permohonan hak atas merek online atas nama perorangan melalui konsultan Patendo.

2. Penghapusan merek

Kemenkumham memiliki wewenang untuk menghapus merek, jika:

1. Ada kesamaan/kemiripan dengan budaya tradisional, nama/logo yang merupakan tradisi turun menurun.

2. Memiliki kesamaan pokok dengan indikasi geografis.

3. Bertentangan dengan uu, agama, moralitas, kesusilaan dan ketertiban umum.

Jika merk tidak digunakan selama 3 tahun berturut-turut sejak terdaftar hingga pemakaian terakhir, maka merk tersebut akan dihapus. Penghapusan merk tidak akan terjadi jika adanya:

1. Larangan yang berkaitan dengan perizinan untuk peredaran barang yang menggunakan merek. Keputusan ada di pihak yang memiliki wewenang yang bersifat sementara.

2. Larangan yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah.

3. Larangan impor.

3. Jangka waktu perlindungan hak atas merek

UU yang mengatur tentang jangka waktu hak merek menetapkan bahwa perlindungan merek berlaku selama 10 tahun.

Setelah Anda daftarin merek, Anda akan mendapatkan perlindungan hukum dari pemerintah atas merek tersebut. Hak merk adalah hak eksklusif yang diberikan negara kepada pemilik merek untuk menggunakan merek tersebut.

Hak tersebut bisa dialihkan kepada pihak lain atas persetujuan dari pemilik merek aslinya. Berikut ini penjelasan tentang pengalihan merk.

Pengalihan merek dapat dilakukan atau dialihtangankan melalui hibah, wakaf, wasiat maupun dengan cara perjanjian dengan notaris.

Sebelum itu, Anda harus buat formulir pengalihan dengan cara diketik dalam bahasa Indonesia untuk Dirjen HKI dan Kemenkumham.

Jika merek Anda telah terdaftar dan disetujui, berarti merek Anda telah resmi diakui oleh negara. Jika ada nama merek yang mirip dari produk/jasa lain, maka tidak dapat digunakan dan mereka harus mengganti nama mereknya.

Apabila terjadinya pelanggaran dalam hak merk, pemilik merek dapat mengajukan gugatan pada pelanggar melalui lembaga hukum tentang penggunaan nama merek yang sama tanpa izin.
Gugatan dapat berupa ganti rugi hingga penggantian nama merek.

Bagaimana jika pihak lain menggunakan merek Anda tanpa persetujuan Anda? itu adalah salah satu contoh pertanyaan tentang hak merek yang sering ditanyakan oleh pihak lain yang akan mendaftarkan merek barang/jasa.

Jika ada pihak lain secara sengaja/tidak sengaja menggunakan hak atas merek yang sama, maka akan dipidana penjara paling lama tujuh tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.

Oleh karena itu, sebaiknya merek barang/jasa Anda segera didaftarkan sehingga pemilik ide kreatif bisa dihargai sepenuhnya dengan cara memberikan hak merk tersebut.

Supaya pemilik ide kreatif tetap melaksanakan kegiatan perekonomiannya tanpa ada rasa was-was terhadap pencurian nama merek dagang/jasa tersebut.

Hak atas merek merupakan suatu hak yang tidak berwujud, maka dapat dialihkan pada mereka yang menurut hukum mewarisi karena wasiat atau hibah merek.

4. Perlindungan terhadap merek terkenal

Banyak perusahaan yang memanfaatkan merek terkenal yang bertujuan untuk dapat memudahkan penjualan produknya, selain itu mereka tidak perlu susah payah mepatenkan merek ke Dirjen HKI.

Padahal hal tersebut termasuk dalam tindak plagiarisme yang jelas melanggar undang-undang tentang merek.

Mereka hanya meniru/membajak produk orang lain untuk memasarkan produknya. Biasanya sudah ada agen khusus yang siap untuk menerima produk tiruan atau plagiat tersebut.

Dalam aspek hukum, perlindungan diperuntukkan bagi merek, pemilik merek, pemegang merek dan masyarakat.

Masyarakat adalah sebagai konsumen, mereka harus lebih memperhatikan dalam penggunaan merek supaya tidak terperdaya pada merek palsu yang biasanya berkualitas rendah.

Perlindungan merek terkenal meliputi jenis barang dan jasa. Munculnya plagiarisme merek terkenal merupakan tindakan tidak baik yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tujuan plagiat tersebut untuk memperoleh keuntungan besar dengan mendompleng ketenaran merek terkenal milik orang lain.

Untuk dapat menghindari praktik tidak jujur oleh pihak lain, pemerintah/negara memberikan perlindungan hukum kepada pemilik merek, pemegang merek dan konsumen sebagai pengguna.

Dengan adanya perlindungan hukum yang diberikan negara kepada pemilik, maka merek tersebut akan aman. Persoalan perlindungan hukum untuk pemilik merek yang terkenal tidak hanya dapat dipandang dari aspek hukum saja.

Tetapi hal tersebut perlu dilihat dari aspek lain seperti aspek ekonomi, sosial dan budaya yang terdapat pada masyarakat. Dari segi ekonomi jelas sangat merugikan pemilik merek asli.

Produk tiruan biasanya dijual dengan harga yang lebih murah dengan kualitas yang jauh di bawah merek aslinya. Hal ini membuat penjualan produk asli menurun drastis.

Pemakaian merek terkenal secara tidak sah dianggap sebagai pemakaian merek yang beritikad tidak baik dan mendapat hukuman pidana.

Agar tidak terjadi permasalahan atau sengketa seperti yang sudah disampaikan di atas, ada baiknya Anda sebagai pemilik merek segera mematenkan mereknya supaya tidak ditiru oleh orang lain.

Bagikan :