021 2217 2410 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

Hak Merek : Pengertian, Prosedur Daftar & Contoh Kasus

Hak Merek : Pengertian, prosedur pendaftaran dan pengalihan hak merek, Cara cek hak paten merek, contoh kasus dan analisisnya, UU Undang Undang hak merek. Simak penjelasannya dibawah ini.

pengertian hak merek

UU atau undang-undang hak merek

Hak atas merek adalah hak secara eksklusif yang diberikan negara kepada pemilik merek yang telah terdaftar untuk menggunakan merek tersebut dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

Hak tersebut juga bisa diberikan kepada pihak lain atas persetujuan pemilik merek untuk menggunakan merek itu.

Apa itu merek dagang dalam hak atas kekayaan intelektual? Merek dagang adalah merek yang digunakan oleh pebisnis untuk membedakan barang-barang sejenisnya.

Tujuan dari merek adalah supaya dapat mempertahankan strategi pemasaran dan terhindar dari risiko penipuan. Berdasarkan uu hak merek terbaru, nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Istilah merek terdiri atas 4 bagian yaitu:

1. Hak atas merek

Hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek terdaftar untuk menggunakan mereknya dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Hak tersebut bisa digunakan oleh pihak lain/badan hukum lain atas persetujuan pemilik merek.

2. Merek jasa

Merek jasa digunakan untuk membedakan jasa sejenis lainnya yang digunakan oleh seseorang maupun kelompok atau badan hukum. Hak atas merek jasa adalah hak eksklusif yang diberikan kepada pemilik jasa untuk menggunakan merek jasa tersebut dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

3. Merek dagang

Merek dagang yaitu merek produk yang digunakan untuk membedakan barang sejenis lainnya oleh seseorang atau badan hukum.

4. Merek kolektif

Merek kolektif adalah merek yang digunakan untuk barang/jasa dengan karakteristik yang sama lalu diperdagangkan oleh sekelompok orang/badan hukum untuk membedakan barang/jasa sejenis lainnya.
Dasar hukum hak merek adalah sebagai berikut:

1. UU Nomor 14 Tahun 1997 mengenai Merek.

2. UU Nomor 19 Tahun 1992 tentang Merek.

3. UU Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek.

4. UU Nomor 20 Tahun 2016 membahas tentang Hak atas Merek dan Indikasi Geografis.

Selain merek, ada salah satu kekayaan intelektual yang juga dilindungi keberadaannya yaitu rahasia dagang. Apa perbedaan hak atas merek dan rahasia dagang? Berikut ini penjelasannya.

Hak atas merek merupakan hak secara eksklusif yang diberikan negara kepada pemilik merek untuk menggunakannya dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Rahasia dagang ialah informasi perdagangan yang hanya diketahui oleh pemilik rahasia dagang. Hal tersebut memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat untuk suatu bisnis dan dijaga kerahasiaanya.

Di samping memiliki perbedaan, dua kekayaan intelektual ini juga memiliki persamaan. Persamaan hak atas merek dan rahasia dagang yakni mendapatkan perlindungan hak yang sama dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

contoh hak merek

Contoh kasus pelanggaran hak merek terbaru dan analisisnya

Saat ini banyak contoh kasus hak merek terbaru yang terjadi di Indonesia. Simak penjelasan tentang makalah hak atas merek beserta contohnya berikut ini.

Setiap manusia memiliki kemampuan intelektual untuk menciptakan produk sendiri supaya dikenal oleh orang lain bahwa produk tersebut memiliki hak kepemilikan barang dan diproduksi oleh seseorang.

Akan tetapi, zaman sekarang banyak sekali kasus mengenai pelanggaran hak atas merek. Berikut ini kami sebutkan dan jelaskan beberapa contoh kasus pelanggaran hak merek dan analisisnya yang ada di Indonesia:

1. Kasus pelanggaran merek dagang oleh artis terkenal Indonesia

Kasus yang sedang tren saat ini adalah kasus tentang pelanggaran hak merk yang menimpa Ruben Onsu.
Hal ini bermula ketika Ruben Onsu ingin menpatenkan nama produk makanannya di Direktorat Jenderal HKI, namun pernyataan Ruben ditolak karena sudah ada nama Bensu yang terdaftar.

Nama yang dipatenkan dan telah digunakan oleh Jessy Handalim pada tahun 2015 lalu untuk usahanya itu bernama Bengkel Susu atau Bensu. Oleh karena itu, Ruben menggugat Jessy Handalim atas penggunaan nama Bensu tersebut.

2. Pelanggaran hak merk dan pemalsuan pakaian

Selanjutnya, penjelasan mengenai contoh lain kasus pelanggaran hak merek dan penyelesaiannya. Seorang pengusaha pakaian bernama Veronica menemukan merek produk pakaian di toko lain yang menggunakan nama sama dengan merek produknya, mulai dari merek, nomor izin dan lain sebagainya.

Pakaian tidur merek Hoki & Sheila yang mirip tersebut sangat tidak terlihat perbedaannya jika dilihat dari kejauhan. Hal tersebut mengakibatkan Veronica mengalami kerugian mencapai Rp.7 miliar.

Veronica melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib atas tuduhan pemalsuan merek. Terdakwa dipidana kurungan selama 1 tahun penjara dengan denda Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah).

3. Kasus merek cap kaki tiga

Kasus ini merupakan contoh kasus pelanggaran hak atas merek logo cap kaki tiga yang menyerupai lambang atau mata uang isle of men. Hal tersebut menjadi permasalahan dalam kasus merek.

Pihak Direktorat Jenderal HKI menolak permohonan merek cap kaki tiga, karena merek tersebut menyerupai/tiruan pada singkatan nama, bendera, lambang atau simbol nasional maupun internasional.

Penggunaan nama untuk produk merek harus berbeda dengan yang lain apalagi yang sudah terdaftar. Kasus-kasus tersebut merupakan kasus pelanggaran hak atas merek yang terjadi di Indonesia saat ini.

Banyak kasus pelanggaran tersebut disebabkan penggunaan nama sebuah bisnis atau produk. Hal tersebut termasuk dalam pelanggaran HKI meliputi hak cipta dan hak atas merek. Kami akan menjelaskan perbedaan hak cipta paten dan hak merek berikut ini.

Hak cipta adalah hak yang diberikan pada pencipta atau penerima hak untuk memperbanyak dan mengumumkan ciptaannya seperti lagu, buku, novel dll.

Hak atas merek adalah hak eksklusif yang diberikan pada pemilik merek untuk menggunakan merek barang/jasa yang sesuai dengan kelas dan jenis masing-masing.

makalah hak merek

Pengertian hak merek adalah

Hak merek pada produk Anda akan mendapatkan perlindungan dari negara sama seperti hak atas kekayaan intelektual lainnya. Berikut ini penjelasan mengenai hak atas merek dan paten.

Pengertian dan ruang lingkup merek telah dijelaskan dalam UU tentang Merek tahun 2001. Merek merupakan tanda yang berupa gambar, huruf-huruf, nama, kata, angka-angka, susunan warna yang digabungkan untuk membedakan barang/jasa sejenis lainnya.

Selanjutnya yaitu pembahasan mengenai jenis merek. Jenis merek tersebut dibagi menjadi 2 bagian, yaitu merek dagang dan merek jasa. Merek juga memiliki fungsi untuk membedakan barang/jasa.

Hak atas merek ialah hak eksklusif yang diberikan kepada pemilik merek terdaftar dalam daftar umum merek untuk menggunakan merek tersebut dalam jangka waktu tertentu.

Merek juga dapat diberikan kepada pihak lain atas persetujuan pemilik merek yang sudah terdaftar.
Cara memperoleh hak paten merek adalah sebagai berikut:

Pertama, pemohon/kuasanya harus mengisi formulir permohonan merek dalam Bahasa Indonesia kepada Menteri Hukum dan HAM. Formulir yang ditandatangani oleh pemohon meliputi:

1. Label merek.

Lampirkan merek dalam bentuk karakteristik merek tersebut, jika merek tersebut berupa 3 dimensi. Dan jika merek berupa suara, lampirkan bentuk notasi dan rekaman suara.

2. Bukti pembayaran biaya.

3. Surat permohonan kepemilikan merek yang dimohonkan pendaftarannya.

4. Surat kuasa, bila permohonan tersebut diajukan oleh kuasa.

5. Bukti prioritas dan terjemahan bahasa Indonesia, jika pemohon menggunakan hak prioritas.

Kedua, yakni pengumuman permohonan daftar merek. Pengumuman tersebut dimuat dalam berita resmi merek yang berlangsung selama 2 bulan.

Ketiga, penerbitan sertifikat merek. Jika merek tersebut tidak ada masalah dan lolos pemeriksaan substantif maka merek akan resmi terdaftar.

Hak atas merek tidak dapat didaftarkan apabila:

1. Bertentangan dengan uu, moralitas agama, kesusilaan atau ketertiban umum.

2. Tidak memiliki daya pembeda.

3. Telah menjadi milik umum.

4. Berisikan keterangan yang berkaitan dengan barang/jasa yang didaftarkan.

Jika Anda telah memiliki hak paten merek produk Anda, maka produk barang/jasa Anda tidak dapat ditiru atau diklaim oleh pihak lain.

Fungsi hak atas merek adalah untuk menjamin nilai hasil produksinya supaya tidak ditiru atau diklaim oleh pihak lain.

Proses daftar merek dibagi menjadi 2 yaitu proses pengajuan merek oleh pemohon dan proses verifikasi oleh Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual.

Jika Anda ingin mendaftarkan hak paten merek, silahkan kunjungi website hak paten merek dagang Patendo.
Apabila Anda mempunyai produk seperti kemeja, furniture, tas, alat rumah tangga, kosmetik, rokok, elektronik dan lain sebagainya segera daftarkan mereknya melalui Patendo.

Dapatkan biaya murah dan proses mudah dengan bantuan konsultan kami. Anda tidak perlu repot datang ke kantor Dirjen untuk daftar merek. Serahkan segala urusan paten merek kepada kami.

contoh kasus hak merek

Contoh hak merek

Pemahaman tentang hak atas kekayaan intelektual saat ini masih sangat kurang bagi masyarakat. Oleh karena itu, Anda harus sering mencari informasi mengenai hak atas kekayaan intelektual.

Setiap orang memiliki ide kreatif yang perlu dilindungi termasuk merek. Jika Anda memiliki produk barang/jasa bermerek atas hasil ide kreatif Anda, segera daftarkan supaya tidak dibajak oleh pihak lain.

Hak atas merek pada suatu perusahaan sangat penting, karena adanya hak merk, perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan dilindungi oleh negara sehingga tidak menjadi salah satu kasus hak atas merek di Indonesia.
Berikut ini kasus hak atas merek dan contohnya yaitu:

1. Merek BARBIE vs BABIE di Jakarta.

2. Kasus merek “LEVIS” dengan “REVISE”.

3. Pemalsuan Produk Milk Bath merek the Body Shop di Jakarta.

4. Kasus produk APPLE dengan Mac OS X Snow Leopard.

5. Merek DUNKIN’ DONUTS vs DONATS’ DONUTS di Yogyakarta.

6. Kasus sengketa merek “Warung Podjok” dengan “Warung Pojok” di Jakarta.

7. Merek TUPPERWARE vs TULIPWARE di Bandung.

8. Kasus kesamaan lambang “Cap Kaki Tiga” dengan lambang negara “Isle of Man”.

9. Kasus sengketa merek produsen mobil “Lexus” dengan produsen helm bermerek “Lexus”.

Penjelasan di atas merupakan contoh produk hak atas merek di Indonesia yang pernah menjadi sengketa.
Selain kasus hak merk di Indonesia, ada juga merek atau brand Indonesia yang disangka produk luar negeri. Berikut ini beberapa produk yang dikira merk luar negeri, yaitu:

Bagteria

GT Radial

The Executive

Edward Forrer

Polygon

Buccheri

Essenza

J.CO Donuts and Coffee

Terry Palmer

Lea Jeans

prosedur hak merek

Makalah hak merek dagang

Pesatnya persaingan dalam bidang perdagangan menjadikan merek sebagai hal penting yang tidak bisa disepelekan dalam sebuah usaha.

Merek dagang adalah identitas yang membedakan produk barang/jasa yang diperdagangkan dan diproduksi oleh perusahaan lain dengan barang/jasa sejenis.

Hak atas merek dagang adalah salah satu hak yang termasuk dalam hak atas kekayaan intelektual. Merek merupakan aset yang sangat penting dan harus dilindungi.

Oleh karena itu, hak atas merek bertujuan untuk melindungi merek Anda supaya tidak dibajak atau diklaim oleh pihak/badan hukum lainnya. Istilah lain hak atas merek dalam bahasa inggis adalah brand rights.

Definisi mengenai makalah hak merek adalah hak eksklusif atas kepemilikan suatu merek pada produk barang atau jasa yang diperoleh setelah merek didaftarkan. Menurut beberapa para ahli, hak atas merek dibedakan menjadi 3 yaitu:

1. Sebagai suatu cara di mana dan siapa pun mudah melihat.

2. Kombinasi antara merek atas penglihatan dan perkataan.

3. Sebagai suatu perkataan.

1. Perlindungan tentang hak merk

Perlindungan hak atas merek bisa Anda dapatkan setelah mendaftarkan merek Anda. Hak atas merek dalam hukum bisnis juga tak kalah penting bagi para pebisnis dan pengusaha.

Dengan trademark terdaftar tentu membawa banyak pengaruh positif terhadap bisnis mereka. Suatu merek yang telah terdaftar memiliki tanda atau simbol yang diletakkan di belakang merek.

Ada dua tanda atau simbol yang menerangkan bahwa merek tersebut telah terdaftar, yaitu tanda ® berarti registered dan tanda merek dagang ™ (trademark). Tujuan dari perlindungan hak atas merek Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Perlindungan hak atas merek bertujuan untuk melindungi kepemilikan merek, investasi dan nama baik suatu merek. Selain itu, juga dapat melindungi konsumen yang bingung terhadap asal usul barang/jasa.

2. Menurut Bently & Sherman, ada tiga justifikasi tentang perlindungan hak atas merek, yaitu informasi, argumentasi etis dan kreativitas.

2. Manfaat hak paten merek

Beberapa manfaat hak atas merek dan perlindungan merek, meliputi:

1. Jaminan perlindungan hukum.

2. Menambah kepercayaan konsumen.

3. Memberikan keuntungan tambahan.

4. Sebagai aset perusahaan.

5. Mengurangi plagiarisme.

3. Jenis-jenis merek

Macam-macam merek yang termasuk dalam hak atas merek adalah:

1. Private brand/merek pribadi

Merek pribadi adalah merek milik distributor atau pedagang yang memproduksi barang itu sendiri.
Nama merek tersebut merupakan merek pribadi/milik pribadi, seperti hypermart giant yang menjual kapas merek giant, indomaret yang menjual berbagai produk dengan nama indomaret di produk tersebut.

2. Produk generik

Barang/jasa yang diperdagangkan tanpa menggunakan merek, seperti gula pasir curah, buah-buahan, abu gosok, sayur mayur dan lain-lain.

3. Manufacture brand atau merek perusahaan

Merek perusahaan adalah merek milik sebuah perusahaan yang memproduksi barang/jasa, seperti Vit, Soffel, Tessa, Vitacimin dan sebagainya.

Selanjutnya, ada penjelasan tentang strategi merek pada lingkup hak atas merek.

Strategi merek

Penjelasan strategi merek yang dilakukan oleh produsen, distributor, pedagang dan pengecer sebagai berikut:

1. Merek secara kekeluargaan

Merek keluarga/family branding adalah pemberian nama merek pada beberapa produk dengan menebeng merek yang sudah terkenal, seperti gery. Gery merupakan merek utama dari merek gery soes, gery toya-toya, gery saluut dan lain-lain.

2. Merek secara personal/individu

Merek individu/individual branding adalah penamaan merek barang sejenis lainnya dari perusahan yang berbeda seperti deterjen merek so klin dan daia dari perusahaan wings, serta deterjen surf dan rinso dari unilever.

Hak atas merek dan dasar hukumnya tercantum dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001. Dalam uu tersebut membahas tentang hak prioritas, perizinan atau lisensi hak atas merek yang berkaitan dengan merek.

manfaat hak merek

Prosedur pendaftaran hak merek

Untuk meresmikan merek, Anda harus mengetahui prosedur serta syarat pengajuan hak atas merek sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berikut ini adalah tata cara mendapatkan hak merek melalui konsultan Patendo terpercaya.

1. Pengisian formulir permohonan daftar merek yang telah disediakan oleh Direktorat Jenderal HKI dengan diketik rangkap empat.

2. Lampiran yang termasuk persyaratan daftar hak atas merek antara lain:

1. Surat pernyataan bermaterai Rp.6000 serta ditandatangani oleh pemohon.

2. Surat kuasa khusus, apabila permohonan dalam mendaftar merek diajukan melalui kuasa pemohon.

3. Salinan resmi Akta Pendirian Badan Hukum atau fotokopinya yang ditandatangani oleh notaris.

Setelah itu, lakukan pembayaran dan lengkapi dokumen, untuk biaya hak paten merek sebesar Rp. 3.000.000, lalu pihak Dirjen HKI akan memberikan bukti atau tanda penerimaan permohonan.

Bukti tersebut bukan sertifikat merek melainkan bukti bahwa merek sedang dimohonkan pendaftarannya ke Dirjen. Perlu diketahui bahwa pemohon dapat berupa perorangan maupun perusahaan atau badan hukum.

Jadi jika Anda belum memiliki perusahaan, Anda bisa mengajukan permohonan hak atas merek online atas nama perorangan melalui konsultan Patendo.

2. Penghapusan merek

Kemenkumham memiliki wewenang untuk menghapus merek, jika:

1. Ada kesamaan/kemiripan dengan budaya tradisional, nama/logo yang merupakan tradisi turun menurun.

2. Memiliki kesamaan pokok dengan indikasi geografis.

3. Bertentangan dengan uu, agama, moralitas, kesusilaan dan ketertiban umum.

Jika merk tidak digunakan selama 3 tahun berturut-turut sejak terdaftar hingga pemakaian terakhir, maka merk tersebut akan dihapus. Penghapusan merk tidak akan terjadi jika adanya:

1. Larangan yang berkaitan dengan perizinan untuk peredaran barang yang menggunakan merek. Keputusan ada di pihak yang memiliki wewenang yang bersifat sementara.

2. Larangan yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah.

3. Larangan impor.

3. Jangka waktu perlindungan hak atas merek

UU yang mengatur tentang jangka waktu hak merek menetapkan bahwa perlindungan merek berlaku selama 10 tahun.

Setelah Anda daftarin merek, Anda akan mendapatkan perlindungan hukum dari pemerintah atas merek tersebut. Hak merk adalah hak eksklusif yang diberikan negara kepada pemilik merek untuk menggunakan merek tersebut.

Hak tersebut bisa dialihkan kepada pihak lain atas persetujuan dari pemilik merek aslinya. Berikut ini penjelasan tentang pengalihan merk.

Pengalihan merek dapat dilakukan atau dialihtangankan melalui hibah, wakaf, wasiat maupun dengan cara perjanjian dengan notaris.

Sebelum itu, Anda harus buat formulir pengalihan dengan cara diketik dalam bahasa Indonesia untuk Dirjen HKI dan Kemenkumham.

Jika merek Anda telah terdaftar dan disetujui, berarti merek Anda telah resmi diakui oleh negara. Jika ada nama merek yang mirip dari produk/jasa lain, maka tidak dapat digunakan dan mereka harus mengganti nama mereknya.

Apabila terjadinya pelanggaran dalam hak merk, pemilik merek dapat mengajukan gugatan pada pelanggar melalui lembaga hukum tentang penggunaan nama merek yang sama tanpa izin.
Gugatan dapat berupa ganti rugi hingga penggantian nama merek.

Bagaimana jika pihak lain menggunakan merek Anda tanpa persetujuan Anda? itu adalah salah satu contoh pertanyaan tentang hak merek yang sering ditanyakan oleh pihak lain yang akan mendaftarkan merek barang/jasa.

Jika ada pihak lain secara sengaja/tidak sengaja menggunakan hak atas merek yang sama, maka akan dipidana penjara paling lama tujuh tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.

Oleh karena itu, sebaiknya merek barang/jasa Anda segera didaftarkan sehingga pemilik ide kreatif bisa dihargai sepenuhnya dengan cara memberikan hak merk tersebut.

Supaya pemilik ide kreatif tetap melaksanakan kegiatan perekonomiannya tanpa ada rasa was-was terhadap pencurian nama merek dagang/jasa tersebut.

Hak atas merek merupakan suatu hak yang tidak berwujud, maka dapat dialihkan pada mereka yang menurut hukum mewarisi karena wasiat atau hibah merek.

4. Perlindungan terhadap merek terkenal

Banyak perusahaan yang memanfaatkan merek terkenal yang bertujuan untuk dapat memudahkan penjualan produknya, selain itu mereka tidak perlu susah payah mepatenkan merek ke Dirjen HKI.

Padahal hal tersebut termasuk dalam tindak plagiarisme yang jelas melanggar undang-undang tentang merek.

Mereka hanya meniru/membajak produk orang lain untuk memasarkan produknya. Biasanya sudah ada agen khusus yang siap untuk menerima produk tiruan atau plagiat tersebut.

Dalam aspek hukum, perlindungan diperuntukkan bagi merek, pemilik merek, pemegang merek dan masyarakat.

Masyarakat adalah sebagai konsumen, mereka harus lebih memperhatikan dalam penggunaan merek supaya tidak terperdaya pada merek palsu yang biasanya berkualitas rendah.

Perlindungan merek terkenal meliputi jenis barang dan jasa. Munculnya plagiarisme merek terkenal merupakan tindakan tidak baik yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tujuan plagiat tersebut untuk memperoleh keuntungan besar dengan mendompleng ketenaran merek terkenal milik orang lain.

Untuk dapat menghindari praktik tidak jujur oleh pihak lain, pemerintah/negara memberikan perlindungan hukum kepada pemilik merek, pemegang merek dan konsumen sebagai pengguna.

Dengan adanya perlindungan hukum yang diberikan negara kepada pemilik, maka merek tersebut akan aman. Persoalan perlindungan hukum untuk pemilik merek yang terkenal tidak hanya dapat dipandang dari aspek hukum saja.

Tetapi hal tersebut perlu dilihat dari aspek lain seperti aspek ekonomi, sosial dan budaya yang terdapat pada masyarakat. Dari segi ekonomi jelas sangat merugikan pemilik merek asli.

Produk tiruan biasanya dijual dengan harga yang lebih murah dengan kualitas yang jauh di bawah merek aslinya. Hal ini membuat penjualan produk asli menurun drastis.

Pemakaian merek terkenal secara tidak sah dianggap sebagai pemakaian merek yang beritikad tidak baik dan mendapat hukuman pidana.

Agar tidak terjadi permasalahan atau sengketa seperti yang sudah disampaikan di atas, ada baiknya Anda sebagai pemilik merek segera mematenkan mereknya supaya tidak ditiru oleh orang lain.

Cara Cek Hak Paten Merek Secara Online

Cara Cek Hak Paten Merek Secara Online

Cara cek hak paten merek bisa kita lakukan secara online. Mengecek hak paten merek harus kita lakukan sebelum kita mendaftarkan hak paten merek. Kenapa demikian?

Pentingnya Melakukan Cek Hak Paten Merek
Kita harus mengecek apakah merek yang akan kita daftarkan nanti sudah terdaftar lebih dahulu atau belum. Pengecekan merek bertujuan untuk menghindari pendaftaran merek yang sama dengan pihak lain yang sudah lebih dulu terdaftar, sehingga dapat mencegah adanya plagiasi.

Jika kita mengajukan permohonan hak merek tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu, bisa saja merek yang kita daftarkan memiliki kesamaan dengan merek yang sudah terdaftar. Maka sudah pasti Ditjen KI akan menolak permohonan hak merek yang kita ajukan.

Kalau sudah begini kita harus membuat merek yang baru dan mengajukan permohonan pendaftaran hak merek kembali. Hal ini berarti kita juga harus mengeluarkan uang lagi untuk biaya pendaftaran merek baru yang jumlahnya tidaklah sedikit.

Cek Hak Paten Merek Melalui Konsultan HKI
Bagi kamu pelaku bisnis dapat melakukan pengecekan secara tepat, kamu bisa menggunakan jasa Konsultan HKI.

Konsultan HKI adalah orang yang ahli di bidang hak kekayaan intelektual dan secara khusus menyediakan jasa membantu dalam mengajukan dan mengurus permohonan HKI. Orang-orang ini terdaftar sebagai konsultan dan biasanya telah bergabung dengan Asosiasi Konsultan HKI Indonesia.

Sebenarnya ada juga website yang disediakan konsultan HKI untuk membantumu melakukan penelusuran hak paten merek secara mandiri lewat online. Caranya cukup mudah, tinggal hubungi kami.

Cara Mendaftarkan Hak Paten Merek

Cara Mendaftarkan Hak Paten Merek

Cara Mendaftarkan Hak Paten Merek menjadi mudah bersama konsultan HKI Patendo. Merek yang terdaftar di Dirjen HAKI akan secara khusus memperoleh haknya untuk menghindari permasalahan dari pihak-pihak yang merugikan.
Sebelum mendaftarkan hak paten merek, perlu bagi pemilik merek untuk menguasai tujuan dari dibuatnya merek untuk berbisnis atau berdagang. Hal itu dimaksudkan supaya merek yang telah dipatenkan bisa digunakan secara pribadi oleh pendaftar atau dengan bebas memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakan mereknya.
Pastikan merek yang digunakan tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang. Contoh unsur tersebut, seperti memiliki kesamaan dengan merek lain yang terdaftar, sudah menjadi simbol umum, serta bertentangan dengan agama dan moral.
Pengajuan permohonan hak paten produk, merek, atau logo harus menggunakan surat permohonan yang telah ditulis oleh pemilik dengan format dan Bahasa Indonesia yang benar. Jangan lupa untuk mempersiapkan lampiran berkas yang diperlukan.
MANFAAT MENDAFTARKAN HAK PATEN MEREK
Mengajukan permohonan hak paten atas merek adalah hal yang penting untuk menghindari resiko-resiko dagang yang merugikan. Ketika telah mendapatkan hak paten merek secara sah, maka pemilik akan mendapatkan manfaat-manfaat sebagai berikut :

1. Mendapatkan Kekuatan Hukum
Sebuah pihak yang telah mendaftarkan mereknya di Kemenkumham akan mendapatkan perlindungan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena hal tersebut telah diatur dalam UU yang disahkan langsung oleh Presiden, sehingga apabila ada pihak-pihak yang menggunakan merek tanpa izin dan hak, maka pemilik merek berhak menuntut.
2. Meminimalisir Risiko Plagiarisme
Dalam dunia bisnis atau dagang, selalu ada yang namanya kompetitor. Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa merek yang dimiliki oleh suatu pihak akan digunakan oleh kompetitor lain untuk memperoleh keuntungan sepihak. Namun, risiko itu dapat dihindari apabila merek yang dimiliki oleh pihak tersebut telah terdaftar di Dirjen HAKI.

Cara Mengurus Hak Paten Merek Dagang Melalui Konsultan HKI Patendo

Cara Mengurus Hak Paten Merek Dagang Melalui Konsultan HKI Patendo

Banyak yang menanyakan terkait dengan cara mengurus hak paten merek dagang melalui konsultan HKI Patendo. Dengan adanya hak merek, jaminan terhadap kualitas barang atau jasa yang diperdagangkan pun lebih baik. Selain itu juga akan lebih mudah untuk menunjukkan asal produk barang maupun jasa yang diproduksi. Lalu bagaimana cara mengurus hak merek melalui konsultan hki?
Persyaratan Cara Mengurus Hak Paten Merek Dagang Melalui Konsultan
Hal pertama yang harus dilakukan yaitu mengajukan permohonan pendaftaran merek.
Pertama, Ada formulir yang perlu diisi antara lain adalah sebagai berikut.
• Waktu permohonan diajukan (tanggal-bulan-tahun);
• Nama sesuai KTP, kewarganegaraan, dan alamat lengkap;
• Nama kuasa dan alamat lengkapnya;
• Warna pada merek (jika ada unsur warna);
Kedua, menyiapkan berkas-berkas yang diwajibkan. Bersamaan dengan surat permohonan pendaftaran, pemohon wajib untuk melampirkan beberapa berkas sebagai berikut.
• Legalisir fotocopy kartu identitas;
• Fotocopy akta pendirian yang disahkan notaris;
• Surat kuasa;
• Bukti pembayaran dari pemohon;
• Etiket / gambar logo;
• Surat pernyataan bahwa diajukan oleh pemilik.

Contoh Hak Paten Merek Apple dan Huawei

Contoh Hak Paten Merek Apple dan Huawei

Contoh hak paten merek Apple dan Huawei menjadi sebuah acuan yang tepat bahwa memiliki hak paten dalam sebuah bisnis adalah hal yang penting. Apple dan Huawei merupakan dua perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Keduanya menjadi pemasok smartphone terbesar di dunia.
CONTOH HAK PATEN MEREK SMARTPHONE TERBESAR DI DUNIA
Berdiri sejak tahun 1976 di California, Amerika Serikat, Apple kini menjadi merek idaman banyak orang di dunia. Produk Apple menjadi sebuah mahakarya kecerdasan manusia dalam menemukan kecanggihan teknologi. Apple selalu mengembangkan fitur-fitur dalam produknya.
Meski produk Apple sangat diminati di pasaran, banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi lainnya mulai meniru inovasi yang ditemukan oleh Apple. Hal tersebut mendorong brand Apple untuk mematenkan ide produknya.
Pada tahun 2007, Apple mematenkan ide perangkat elektronik berbasis layar sentuh yang diterapkan pada produk Iphone pertama yang diluncurkan di tahun 2005. Penemuan canggih itu membuat industri teknologi mulai menciptakan perangkat elektronik dengan layar sentuh.
Setelah sukses membuat industri lain berbondong-bondong menciptakan perangkat elektronik dengan layar sentuh yang sangat diminati pasar, Apple kembali meluncurkan aplikasi pembayaran mobile (Apple Pay). Ide tersebut sangat diterima oleh pasar dan Apple mematenkan idenya pada Maret 2011.
Selain Apple, Huawei menjadi perusahaan teknologi informasi yang memiliki 102.911 hak paten di seluruh dunia dalam bidang telekomunikasi, jaringan, dan teknologi tinggi. Huawei dikenal sebagai brand yang memiliki produk-produk smartphone dengan inovasi canggih, seperti Leica Dual-Camera 2.0, Bixby Voice Assistant, dan Artificial Intelligent.

TUNTUTAN HUAWEI ATAS HAK PATEN TERHADAP VERIZON
Operator telepon Amerika Serikat, Verizon mendapat tuduhan melanggar hak paten yang dimiliki oleh Huawei. Dalam kasus tersebut, Huawei meminta Verizon Communications Inc untuk membayar komisi sejumlah US$ 1 miliar atas 230 lisensi hak paten yang mencakup peralatan jaringan inti dan infrastruktur sambungan internet.
Huawei meminta agar Verizon membayar penggunaan patennya untuk menghargai investasi dalam penelitian dan pengembangan atau berhenti menggunakan investasi Huawei dalam produk dan layanannya. Perusahaan teknologi asal China itu mengklaim ada ribuan hak paten atas penemuannya di seluruh dunia dan diantaranya digunakan oleh perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.

Beberapa Contoh Kasus Hak Paten Merek di Indonesia

Beberapa Contoh Kasus Hak Paten Merek di Indonesia

Contoh kasus hak paten merek di Indonesia beragam, mulai dari bisnis kuliner, properti, furniture, dan masih banyak lagi. Persaingan menjadi salah satu pemicu terjadinya kasus hak paten untuk merebut mangsa pasar.
CONTOH KASUS HAK PATEN MEREK GEPREK BENSU
Artis terkenal Ibukota, Ruben Onsu sempat mengalami kasus perebutan hak paten atas merek Geprek Bensu dengan PT Ayam Geprek Benny Sujono. Pemakaian nama “Bensu” telah terlebih dahulu digunakan oleh PT Ayam Geprek Benny Sujono pada April tahun 2017.
Di tahun yang sama, Agustus 2017, Ruben Onsu yang sempat ditunjuk sebagai duta promosi PT Ayam Geprek Benny Sujono mendirikan bisnis ayam gepreknya sendiri bernama Geprek Bensu..
Saat mendaftarkan nama Bensu dan mengajukan gugatan, majelis hakim Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat menolak permintaan Ruben dengan alasan bahwa PT Ayam Geprek Benny Sujono telah lebih dulu didirikan. Akibatnya, Ruben Onsu tidak bisa lagi menggunakan nama “Bensu” pada bisnis ayam gepreknya.
KASUS HAK PATEN MEREK TOYOTA LEXUS
Toyota sempat terlibat dalam sengketa merek dengan pengusaha lokal bernama Budi. Seperti yang diketahui bahwa konsumen lebih mengenal “Lexus” adalah milik Brand Toyota, akan tetapi nama tersebut juga digunakan oleh Budi.
Namun, gugatan tersebut berhasil dimenangkan oleh Toyota karena Majelis memiliki pandangan bahwa merek yang digunakan oleh Budi bertujuan untuk membonceng ketenaran Brand Toyota. Brand Toyota sendiri telah dikenal tidak hanya di Indonesia, namun telah dikenal di berbagai negara, seperti Jepang dan Australia.

KASUS SENGKETA DC COMICS VS WAFER SUPERMAN
Hal yang menarik dalam kasus ini adalah, DC Comics yang merupakan pencetus tokoh hero berasal dari luar negeri hendak mendaftarkan mereknya di Indonesia pada tahun 2017 lalu, namun pengajuan tersebut telah ditolak oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Penolakan tersebut dikarenakan PT Marxing Farm Makmur telah mendaftarkan merek Wafer Superman sejak Tahun 1993. Tuntutan tersebut akhirnya berlanjut ke Kasasi Mahkamah Agung dan hasil gugatan ditolak karena dinilai pihak penerima kuasa telah bertindak melebihi wewenang yang diberikan pihak DC Comics.

Inilah Ruang Lingkup Hak Merek yang Wajib Diketahui

Inilah Ruang Lingkup Hak Merek yang Wajib Diketahui

Membahas mengenai hak merek, tentu tidak terlepas dari ruang lingkup hak merek itu sendiri. Bahwa hak merek menjadi bagian yang sangat penting dari Hak atas Kekayaan Intelektual yang merupakan hak kebendaan yang sumbernya bisa dari hasil kerja rasio dan hasil kerja otak. Dalam hal ini, hasil kerja ini umumnya berupa sesuatu yang immaterial, karena merek merupakan hasil kerja otak yang menghasilkan konsep.
Ruang Lingkup Hak Merek Secara Umum
Berkaitan dengan ruang lingkup terkait dengan hak merek, pada umumnya ada beberapa hal yang dibahas. Perlu diketahui bahwa dengan mendapatkan hak merek, maka hak eksklusif pun dapat diperoleh dan melekat pada pihak yang mendaftar atas merek tersebut. Secara umum, ruang lingkup terkait hak merek antara lain adalah meliputi pengertian, jenis hak merek, dan fungsi hak merek.
Apa Pengertian Hak Merek?
Hak merek merupakan sebuah perlindungan hak atas merek yang diajukan oleh pemilik kepada direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Indonesia. Dengan memiliki hak merek, maka hak eksklusif yang telah ditetapkan, melekat kepada merek tersebut dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
Jenis-Jenis Hak Merek
Adapun jenis-jenis hak merek antara lain adalah merek dagang dan merek jasa. Hak merek dagang merupakan hak yang diperuntukkan terhadap barang yang menjadi bisnis dalam perdagangan beberapa pihak. Dengan adanya hak merek dagang maka bisa menjadi pembeda dengan barang jenis lainnya yang diperdagangkan.
Sedangkan hak merek jasa yaitu hak merek yang dilekatkan pada ada jasa yang ada dalam bisnis atau perdagangan seseorang maupun badan hukum. Dengan demikian maka jasa tersebut bisa dibedakan dengan jenis jasa lainnya.
Fungsi dari Hak Merek
Fungsi utama dari hak merek yaitu sebagai tanda pengenal yang membedakan antara hasil produksi tersebut dengan yang lainnya. Tentunya produk yang telah mendapatkan hak merek sudah dilindungi secara hukum. Dengan mendapatkan hak merek, maka bisa jadikan sebagai instrumen atau media promosi yang baik karena mereknya.
Itulah penjelasan terkait dengan ruang lingkup dari hak merek yang secara umum harus diketahui. Bagi orang-orang yang menjalankan bisnis perdagangan maka wajib untuk mengetahui hal-hal seputar hak merek.

Jangan Keliru, Inilah Perbedaan hak Cipta, Paten dan Merek

Jangan Keliru, Inilah Perbedaan hak Cipta, Paten dan Merek

Dalam dunia bisnis dan perdagangan seringkali ditanyakan terkait dengan perbedaan hak cipta paten dan merek karena banyak yang belum bisa membedakannya. Hal tersebut merupakan pertanyaan pokok yang wajib diketahui. Pada dasarnya ada beberapa kategori dari kekayaan intelektual antara lain adalah hak merek, hak paten, dan hak cipta. Meskipun sekilas terdengar seakan sama, tetapi sebenarnya ketiganya memiliki perbedaan yang sangat mendasar.
Simaklah Perbedaan Hak Cipta, Paten dan Merek
Tidak jarang ada orang yang bertanya terkait dengan usaha yang sedang dijalankan sudah paten atau belum. Namun apakah hal tersebut sudah benar bahwa hal-hal yang terkait dengan usaha diurus menggunakan hak paten? Atau justru ternyata menggunakan hak merek atau justru hak cipta?
Hak Merek Dagang
Hak merek merupakan suatu perlindungan atas merek yang telah dilindungi oleh hukum. Pihak yang telah mengajukan permohonan pendaftaran hak merek dan telah disetujui oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, akan mendapatkan berbagai hak eksklusif yang melekat. Hak eksklusif ini berlaku selama jangka waktu 10 tahun dan kemudian dapat dilakukan perpanjangan.
Hak Paten
Jika hak merek melindungi merek dari usaha bidang jasa maupun barang, hak paten melindungi hak berupa penemuan yang berbasis teknologi. Misalnya penemuan layar sentuh, slide, tablet, dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, hak paten merupakan hak yang secara resmi diberikan oleh negara terhadap pihak yang ditunjuk sebagai penemu teknologi sehingga dapat memanfaatkan hasil penemuan tersebut secara komersial.
Hak Cipta
Sementara itu, untuk hak cipta sendiri berkaitan dengan karya seni hasil perorangan maupun kelompok. Dalam beberapa karya seperti halnya buku, lagu, tulisan, video, foto, sinematografi, dan lain sebagainya, di situlah terdapat hak cipta.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hak cipta merupakan hak perlindungan terhadap karya seni sehingga tidak boleh di plagiasi, dijiplak, dan digunakan oleh orang lain tanpa seizin pemilik.
Dari ketiga hak kekayaan intelektual tersebut yakni hak merek, hak paten dan hak cipta pada dasarnya memiliki sisi perbedaan yang jelas. Namun ketiganya juga memiliki kesamaan, di mana apabila ada orang lain yang mengambil hak tersebut maka akan dikenai hukuman sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Perbedaan hak cipta dan hak paten wajib dipahami oleh orang-orang yang memiliki karya atau menemukan ide dalam bidang teknologi. Seringkali kedua istilah itu disebut memiliki peran penting dalam dunia bisnis. Pihak yang memiliki hak cipta atau hak paten telah melindungi kekayaan intelektual nya dalam hukum.
PERBEDAAN HAK CIPTA DAN HAK PATEN BERDASARKAN OBJEK
Memiliki hak cipta atau hak paten dapat ditentukan berdasarkan objek kekayaan intelektual dari suatu pihak. Sebagai pemilik objek, pihak yang mengajukan permohonan tidak bisa memiliki kedua hak apabila objek yang dimiliki termasuk dalam bidang yang berbeda.
Kekayaan intelektual yang bisa dilindungi dengan mengajukan permohonan hak cipta adalah objek yang termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra. Sebagai contoh, apabila sebuah pihak memiliki karya fotografi, maka ia berhak mengajukan permohonan hak cipta.
Sedangkan untuk mengajukan permohonan hak paten, objek yang dimiliki harus termasuk dalam bidang teknologi. Contohnya, ketika perusahaan Apple mematenkan penemuan ide layar sentuh pada smartphone yang merupakan produk unggulan.
PELANGGARAN HAK CIPTA DAN HAK PATEN
Mengajukan permohonan hak cipta berarti melindungi karya suatu pihak agar tidak diakui oleh pihak lain yang tidak terlibat dalam pembuatan karya tersebut. Maka dari itu, apabila suatu pihak menggunakan karya pihak lain dan membuat seolah karya itu adalah buatannya, maka pihak tersebut telah melanggar hak cipta dari pihak yang memiliki karya.
Akan tetapi, pengambilan, penggandaan, ataupun penggunaan tidak bisa disebut sebagai pelanggaran hak cipta sepenuhnya. Sebagai contoh, ketika sebuah pihak menggunakan kutipan penulisan karya ilmiah dari seseorang dengan mencantumkan sumber penulis, maka hal tersebut tidak dapat disebut sebagai pelanggaran hak cipta.
Berbeda dengan hak cipta, apabila inventor telah memiliki hak paten, lalu ada sebuah pihak yang menawarkan, menjual, atau menggunakan invensi tanpa ijin dari inventor, maka pihak tersebut telah melakukan pelanggaran hak paten. Pelanggaran tersebut dapat dibawa ke jalur hukum dan pihak yang telah melanggar wajib membayar lisensi kepada pemilik hak paten.

Menjawab Pertanyaan Tentang Hak Merek

Menjawab Pertanyaan Tentang Hak Merek

Ada cukup banyak pertanyaan tentang hak merek yang bermunculan di kalangan para pebisnis. Bagaimanapun juga, hak merek memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kelancaran bisnis, terutama untuk mendapatkan legalitas dari merek bisnis yang dijalankan. Tidak heran apabila banyak pihak yang menanyakan seputar hak merek sehingga lebih mudah untuk memahaminya. Berikut ini merupakan beberapa pertanyaan penting terkait dengan hak merek.
Pertanyaan Tentang Hak Merek, Apakah Wajib Mendaftarkan Merek?
Perlu diketahui bahwa ketika merek didaftarkan, maka pendaftar bisa mendapatkan hak eksklusif secara resmi atas merek tersebut. Jadi, apabila di suatu waktu ada yang menyamai merek tersebut, tidak perlu khawatir, karena merek pendaftar resmi setelah memiliki legalitas yang sah terkait dengan hak eksklusif.
Namun demikian, tidak ada kewajiban atau keharusan untuk mendaftarkan merek. Artinya, para pengguna merek boleh tidak mendaftarkan merek mereka, dan sangat dipersilahkan jika ingin mendaftar. Apabila tidak mendaftarkan merek, pemegang tidak mendapatkan hak eksklusif atas merek mereka sehingga tidak boleh komplain apabila suatu ketika ada merek yang menyerupai. Jadi boleh pilih keputusan yang mana saja yang bijak.
Hak Merek Didaftarkan Kepada Siapa?
Kebijakan setiap negara tentu berbeda-beda. Terkait dengan pengajuan hak merek, di Indonesia terdapat Direktorat Jenderal kekayaan intelektual yang mengurusi berbagai hal terkait dengan hak merek.
Berapa Lama Hak Perlindungan Atas Merek Melekat?
Perlu diketahui bahwa pendaftaran merek tidak selalu diterima. Ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi sehingga Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual memang telah mempertimbangkan dari berbagai segi. Pertanyaan yang sering bermunculan adalah, ketika pendaftaran merek telah diterima, berapa lama waktu perlindungan atas merek tersebut?
Jika pendaftaran yang diajukan telah disetujui oleh HKI, perlindungan yang diberikan secara hukum legal yaitu dalam jangka waktu 10 tahun. Waktu tersebut dihitung dari awal kali pengajuan tersebut diterima. Jika waktu telah habis, maka dapat melakukan perpanjangan kembali.
Demikianlah penjelasan sekelas terkait dengan hak merek di Indonesia. Biasanya pihak yang mengajukan hak merek yaitu pihak perusahaan atau pebisnis yang menjalankan bisnis besar sehingga mereka tidak bisa dijiplak oleh pihak lainnya tetapi sekarang banyak pengusaha UMKM yang sudah sadar akan pentingnya merek terdaftar.

Pengertian Hak Merek Hak Paten Merek Adalah, Inilah Jawabannya!

 Pengertian Hak Merek / Hak Paten Merek Adalah, Inilah Jawabannya!

Pengertian hak merek / hak paten merek merupakan suatu perlindungan yang dibuat oleh Direktorat Jenderal kekayaan intelektual, sehingga pemilik yang terdaftar bisa menggunakan merek yang telah didaftarkan tersebut. Selain itu, mereka juga resmi untuk mendapatkan hak eksklusif yang lain berdasarkan kelas serta diperuntukkan bagi produk apa saja hak itu didaftarkan. Jadi hak merek ini memang sangat penting bagi kalangan pebisnis.
Pengertian Hak Merek / Hak Paten Merek Adalah, Simak Penjelasannya!
Dalam hal ini, brand atau merek merupakan sesuatu yang sangat penting ketika menjalankan usaha atau bisnis. Bahkan sebuah bisnis yang profesional tentu memiliki merek pada produk yang ditawarkannya. Jadi di akan sangat jarang ditemukan usaha atau bisnis yang tidak menggunakan tanda pengenal atau merek, karena merupakan instrumen yang sangat mempengaruhi bisnis yang dijalankan.
Secara umum, hak merek menjadi hal yang sangat familiar karena seringkali digunakan oleh banyak orang. Namun demikian, ternyata tidak sedikit orang yang masih merasa asing dengan hak merek. Oleh karena itu, pengetahuan terkait hak merek sangatlah penting untuk diketahui oleh orang-orang, terutama para pebisnis.
Hak Eksklusif Pendaftaran Merek Bisnis
Seperti yang telah diketahui oleh banyak orang, bahwa merek atau brand memiliki peran yang sangat penting. Dengan adanya brand atau merek dalam suatu bisnis, maka hal tersebut dapat menjadi identitas atau pengenal dari bisnis yang dijalankan. Setiap merek juga memiliki keunikan atau ciri khas masing-masing sehingga dapat menjadi pembeda dengan produk lainnya.
Dalam kegiatan bisnis sendiri, merek tidak hanya diperuntukkan untuk produk barang tetapi juga jasa dan Perdagangan.
Hak paten merek ini tidak serta merta bisa didapatkan, sehingga harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu sehingga merek tersebut resmi terdaftar. Hak eksklusif yang melekat pada hak merek juga didapatkan oleh pendaftar apabila pengajuan merek tersebut telah disetujui. Pendaftaran merek ini menjadi salah satu bukti legalitas atas merek yang telah didaftarkan.
Selain itu, dengan adanya hak merek, maka dapat melakukan penolakan jika terdapat merek yang sama, baik pada produknya maupun secara umum. Hak merek juga dapat digunakan sebagai usaha dalam hal mencegah pihak lain menggunakan merk resmi yang telah didaftarkan. Kami Patendo siap membantu anda dalam perlindungan merek.

Berdasarkan Ketentuan Pemerintah Pengertian Hak Paten Adalah…

Berdasarkan Ketentuan Pemerintah Pengertian Hak Paten Adalah…

Pengertian hak paten adalah hak kepemilikan yang diberikan oleh pemerintah terhadap suatu temuan baru di bidang teknologi kepada para penemu yang mengajukan permohonan hak patennya dalam kurun waktu tertentu.
Apabila seorang penemu memiliki hak patennya, maka ia memiliki hak untuk menentukan akan menjalankan sendiri atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk menjalankannya.
DALAM UU, PENGERTIAN HAK PATEN ADALAH…
Hak paten, masalah ini diatur di dalam UU No. 13 / 2016. Diaturnya hak paten dalam UU memberikan jaminan bahwa negara sangat menghargai kekayaan intelektual yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
Hak paten memberikan kekayaan yang tak berwujud kepada penemu yang mengajukan permohonan hak paten. Hal tersebut akan membuat hak kepemilikan dilindungi oleh hukum dan penemu memiliki kuasa atas aset yang berupa penemuannya tersebut.
INVENTOR DAN INVENSI
Dalam pengajuan hak paten, terdapat istilah-istilah yang dapat ditemui, seperti Inventor dan Invensi. Maka dari itu, penting untuk mengetahui definisi atau pengertian dari Inventor dan Invensi.
Inventor adalah individu atau kelompok yang memiliki ide penemuan baru dalam bidang teknologi. Investorlah yang mengerjakan project dengan kemampuan intelektual tinggi, sehingga ketika penemuannya sukses, yang dibutuhkan Inventor adalah hak paten.
Berkaitan dengan Inventor, hasil karya yang dikerjakan oleh Inventor dari mulai meneliti, merancang, hingga akhirnya menghasilkan sebuah penemuan yang disebut Invensi.
INVENTOR PERLU MENGAJUKAN HAK PATEN
Sebuah ide merupakan aset yang dimiliki oleh Inventor, terlebih jika ide atau penemuannya memiliki kualitas yang bagus dan unik. Sehingga penting bagi Inventor untuk mengajukan permohonan hak paten agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain.
Hak paten juga memiliki fungsi dalam dunia bisnis, bagi para pebisnis memiliki hak kepemilikan adalah suatu hal yang penting untuk bisnisnya. Sebuah bisnis yang memiliki hak paten menunjukkan bahwa bisnis tersebut secara resmi telah diakui oleh negara, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen untuk menggunakan produk atau jasanya.
Selain itu, hak paten juga memberikan jaminan perlindungan hukum untuk memperoleh perlindungan dan pengakuan sah. Jaminan perlindungan hukum membuat sebuah bisnis memiliki kekuatan untuk menghadapi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan ide bisnis.

Inilah Persyaratan Pendaftaran Hak Merek Yang Wajib Dipenuhi

Inilah Persyaratan Pendaftaran Hak Merek Yang Wajib Dipenuhi

Persyaratan pendaftaran hak merek wajib diketahui bagi pengusaha atau pemilik merek tersebut. Merek merupakan tanda pengenal suatu produk yang dipakai sebagai identitas dalam kegiatan perdagangan. Tanda pengenal ini bisa berupa nama, kata, huruf, angka, logo, gambar, susunan warna, dalam bentuk dua dimensi atau tiga dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari berbagai unsur tersebut.

Pentingnya Mendaftarkan Hak Merek
Mendaftarkan hak merek sangat penting untuk melindungi nama usaha, logo, dan aset penting lainnya dalam bisnis yang kamu miliki. Tentunya kamu tidak ingin jika ada perusahaan/orang lain menggunakan merek yang sama dengan yang kamu pakai. Karena hal ini bisa merugikan posisi bisnis kamu dalam perdagangan.

Selain itu merek memiliki fungsi penting, yaitu:
• Sebagai tanda pengenal untuk membedakan produk kamu dengan produk orang lain.
• Sebagai alat promosi, sehingga kamu cukup menyebut merek untuk mempromosikan produk.
• Sebagai jaminan atas mutu produk yang dihasilkan.
• Sebagai penunjuk asal produk dihasilkan.

Persyaratan Pendaftaran Hak Merek
Formulir permohonan pendaftaran hak merek disediakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Formulir ini harus diketik dalam bahasa Indonesia dan dicetak rangkap dua. Kemudian kamu perlu melampirkan beberapa dokumen lain, diantaranya adalah :

Fotokopi Identitas Pemohon
• Fotokopi KTP, sedangkan jika pemohon berasal dari luar negeri harus memilih tempat kedudukan di Indonesia (sesuai dengan ketentuan undang-undang), bisa memakai alamat kuasa hukumnya.
• Fotokopi akte pendirian dari badan hukum, sudah disahkan oleh notaris, jika pengajuan permohonan ternyata atas nama dari badan hukum.
• Fotokopi peraturan pemilikan bersama jika mengajukan permohonan pendaftaran merek kolektif (atas nama lebih dari satu orang).

Surat Kuasa
Surat kuasa dilampirkan jika permohonan diajukan melalui kuasa.

Bukti Pembayaran Biaya
Bukti pembayaran biaya merupakan tanda bukti yang kita dapatkan setelah membayar sejumlah uang untuk biaya pendaftaran.

Surat Pernyataan Kepemilikan Merek
Surat ini berisi tentang pernyataan bahwa merek yang didaftarkan adalah milik pemohon dan tidak meniru pihak lain.

Merek Terdaftar Dilindungi Hukum
Merek yang sudah terdapat akan mendapatkan perlindungan hukum selama 10 tahun sejak permohonan pendaftaran merek diterima oleh pemohon. Kemudian pemohon harus mengajukan permohonan perpanjangan merek setiap 10 tahun secara terus menerus.

Undang-Undang UU Hak Paten Merek Wujud Penghargaan Kekayaan Intelektual

Undang-Undang / UU Hak Paten Merek
Wujud Penghargaan Kekayaan Intelektual

Undang-undang / UU hak paten merek merupakan wujud penghargaan kekayaan intelektual yang ditujukan kepada para pemilik merek terdaftar. Pihak yang mengajukan hak atas merek maka akan mendapatkan kekuatan eksekutif di hadapan hukum ketika ada pihak yang menggunakan mereknya tanpa izin.
BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG / UU HAK PATEN MEREK
Hak paten dan hak merek diatur dalam Undang-Undang yang berbeda. Dalam UU No 14/2001 mengatur tentang hak paten sedangkan UU No 15/2001 mengatur hak merek, namun keduanya sama-sama merupakan hak atas kekayaan intelektual.
Hak atas merek diberikan secara khusus oleh negara terhadap pemilik merek terdaftar yang tercantum di Daftar Umum Merek dalam jangka waktu tertentu untuk menggunakan sendiri atau mengizinkan orang lain menggunakan merek tersebut.
Ketika terjadi sebuah kasus yang diakibatkan oleh pelanggaran merek, maka hukum akan memberikan perlindungan terhadap pemilik merek yang terdaftar di pengadilan. Pelanggar akan dikenakan sanksi berupa pidana maupun denda sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 90 sampai Pasal 96 UU No. 15 Tahun 2001.
JENIS PERLINDUNGAN MEREK TERDAFTAR
Adapun beberapa jenis perlindungan merek terdaftar, sebagai berikut :
1. Perlindungan Merek Represif
Merek yang terdaftar dilindungi oleh negara melalui UU No. 15 Tahun 2001 dari pihak-pihak yang merugikan. Hal tersebut telah diatur dalam Pasal 90 sampai Pasal 95 UU No. 15 Tahun 2001. Dalam pasal-pasal tersebut berbunyi bahwa siapa saja pihak yang sengaja dan tanpa hak menggunakan merek yang sama pada merek yang terdaftar milik pihak lain, maka akan mendapat sanksi penjara dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00.

2. Perlindungan Merek Preventif
Pihak yang mendaftarkan merek di Dirjen HAKI dan memperoleh nomor register merupakan pemilik dari merek yang sah. Maka, pihak tersebut mendapatkan perlindungan hukum secara preventif dari negara melalui UU No. 15 Tahun 2001 tentang merek yang diatur dalam pasal 4, 5, 6 ayat 1, 3.
Selain itu, perlindungan preventif sesuai pasal 5 UU No. 15 tahun 2001 tentang merek tidak dapat didaftarkan apabila mengandung unsur seperti, telah menjadi milik bersama/umum, tidak memiliki daya pembeda, bertentangan dengan kesusilaan dan ketertiban umum.

.

Bagikan :