021 2217 2410 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

Branding : Pengertian, Fungsi, Contoh dan Tips Lengkap

Branding : Pengertian, manfaat, fungsi dan contohnya yang perlu anda ketahui. Apa itu branding ? Branding adalah rahasia keberhasilan usaha Anda. Bagaimana strategi branding yang efektif ? Apa saja jenis-jenis branding ? Segera simak rahasianya disini. Kami konsultan merek Patendo siap membantu melindungi merek usaha anda.

Merek yang tidak didaftarkan akan mudah diambil orang dan tanpa anda sadari anda memasarkan merek orang lain. Jangan hanya fokus mengenalkan dan memasarkan merek anda, tetapi terlebih dahulu melindungi merek usaha anda.

Berapa banyak para pengusaha yang sudah susah payah mengenalkan merek usahanya ke masyarakat selama bertahun tahun dan tanpa disadari merek tersebut sudah menjadi milik orang lain karena sudah didaftarkan terlebih dahulu oleh orang lain tanpa sepengetahuan pengusaha tersebut.

Sungguh ini sangat disayangkan, pengusaha tersebut harus mulai dari nol untuk memasarkan merek baru ke masyarakat dan tentu ini sangat melelahkan.

Pengertian Branding

Pengertian Branding: Definisi dan Unsur-Unsurnya

Apa yang muncul di kepala Anda saat mendengar nama Aqua? Barangkali Anda salah satu dari mereka yang langsung mengasosiasikannya dengan air mineral. Padahal, produk air mineral di pasaran sangat beragam.

Meski begitu, memang orang-orang kemudian langsung menghubungkan air mineral dengan brand Aqua, walaupun masih ada sederet brand alias merek lainnya. Hal ini dikarenakan merek Aqua yang memang sangat kuat dalam industri ini.

Nah, inilah mengapa branding yang tepat harus Anda lakukan. Dengan begitu, brand yang Anda punya akan memiliki kekuatan yang sama seperti yang dimiliki oleh brand-brand sukses saat ini, seperti contoh Aqua di atas.

Apa Itu Branding?

Pengertian Branding adalah strategi membangun sebuah brand atau merek. Brand sendiri merupakan nama, desain, istilah, simbol, maupun karakteristik-karakteristik lain yang dimiliki sebuah produk atau jasa, yang kemudian membedakan produk atau jasa tersebut dengan produk atau jasa milik kompetitor.

Di samping itu, brand juga merupakan ide atau gambaran yang muncul di kepala seseorang saat ia sedang membayangkan produk, layanan, maupun bisnis tertentu, baik secara fisik maupun emosional, seperti yang diilustrasikan lewat contoh Aqua di atas.
Oleh karena itu, branding secara spesifik adalah strategi yang dibuat oleh bisnis agar orang-orang dapat mengenali produk atau perusahaan mereka dengan cepat.

Lebih jauh lagi, branding juga menjadi alasan mengapa orang-orang memilih suatu brand daripada brand lain – misalnya, lebih suka minum air Aqua dibandingkan Aguaria yang harganya lebih murah, walaupun sama-sama air mineral.

Unsur Branding

4 Unsur Branding yaitu :

1. Misi dan visi.

Keduanya adalah pondasi utama sebuah brand yang harus tercermin dalam strategi branding. Misi adalah solusi yang Anda tawarkan lewat produk Anda untuk memenuhi kebutuhan atau memecahkan masalah yang ada. Sedangkan visi merupakan tujuan jangka panjang yang ingin diraih lewat brand.

2. Logo.

Logo merupakan simbol grafis yang fungsi utamanya adalah untuk memudahkan orang-orang mengenali sebuah brand. Jadi, audiens Anda bisa dengan mudah mengidentifikasi bisnis Anda lewat logo yang dilihat.

3. Jargon.

Jargon atau tagline adalah perwujudan core value, misi, dan visi yang ingin brand Anda raih. Contohnya “I’m lovin’ it” (McDonald’s), “Just do if” (Nike), dan “Enjoy aja” (A-Mild).

4. Website.

Sebelumnya, brand perlu Anda tampilkan lewat media elektronik dan cetak yang lebih konvensional seperti TV dan baliho. Tapi di era digital saat ini, bisnis Anda perlu memiliki website resmi sebagai bagian dari strategi branding.

Strategi Branding

5 Jenis Strategi Branding untuk Bisnis, Termasuk Personal Branding

Beda bisnis dan perusahaan, beda pula pendekatan yang perlu dilakukan saat mengeksekusi strategi branding. Oleh karena itu, Anda juga perlu kenali dulu apa saja jenis-jenis branding. Dengan begitu, Anda bisa putuskan dengan lebih cermat dan bijak apa jenis strategi branding yang tepat dan pas untuk bisnis dan brand Anda.

Berikut ini 5 jenis strategi branding untuk bisnis:

Product Branding

Product branding adalah jenis branding yang paling umum dan mudah Anda temukan. Lewat penggunaan gambar, warna, dan kata-kata, product branding dapat membantu orang-orang membedakan suatu produk dengan produk lainnya.

Strategi product branding yang efisien selalu dimulai dengan memahami pengguna akhirnya, apa yang mereka mau, serta kompetisi pasar yang Anda masuki. Lewat variabel-variabel tersebut, Anda pun bisa menentukan strategi brand yang tepat untuk memberikan dampak signifikan bagi produk Anda.

Corporate Branding

Sementara itu, reputasi sebuah brand juga memainkan peran luar biasa dalam kesuksesan sebuah bisnis. Artinya, apa yang perusahaan Anda lakukan – termasuk produknya, audiens yang jadi target, interaksi perusahaan Anda dengan supplier maupun karyawan, hingga namanya – semua berdampak pada reputasi.

Lebih jauh lagi, hal ini juga bisa berdampak pada strategi harga (pricing). Praktik corporate branding paling mudah dilihat dalam industri otomatif, terutama mobil. Dalam industri ini, ada yang namanya badge engineering, di mana 2 mobil yang serupa diberi nama yang berbeda oleh 2 perusahaan yang berbeda pula. Contohnya Toyota Rush dan Daihatsu Terios pada tahun 2010an.

Meskipun keduanya mobil yang identik alias sama persis – kecuali badge-nya – Toyota Rush dibanderol lebih mahal daripada Daihatsu Terios. Hal ini dikarenakan corporate branding Toyota dan Daihatsu yang juga berbeda.

Service Branding

Apapun sektor industri yang Anda masuki dan jenis produk yang Anda produksi, salah satu tantangan terbesar adalah menjamin bahwa pelayanan selalu berkualitas dan prima setiap saat. Apalagi, layanan (service) berkaitan dengan hubungan Anda dengan pelanggan atau pengguna jasa.

Seperti apa layanan Anda sangat ditentukan oleh pengalaman yang Anda berikan dan dialami para konsumen lewat channel atau media apapun. Misalnya live chat, telepon hotline, tatap muka langsung di toko, maupun media sosial.

Apalagi di era digital saat ini, di mana internet telah membuat service branding menjadi lebih rumit karena makin banyaknya channel komunikasi yang tersedia. Oleh karena itu, Anda perlu konsisten memberikan layanan berkualitas di semua channel.

Personal Branding

Biasanya, konsep personal branding ini diidentikkan dengan sosok terkenal seperti politisi, CEO, atlet, selebritis, hingga influencer media sosial. Sebab, personal branding memang merupakan salah satu strategi yang perlu dilakukan para sosok terkenal untuk membantu mereka membangun basis masa seperti fanbase, yaitu “konsumen” alias penggemar atau pengikut setia.

Tapi, apakah personal branding eksklusif hanya untuk orang-orang terkenal saja? Rupanya tidak. Siapapun bisa menerapkan strategi personal branding juga, terutama jika Anda menjalankan bisnis yang bisa dikatakan 100% digital. Misalnya desainer grafis, penulis konten freelance, dan sebagainya.

Retail Branding

Bisnis ritel – seperti swalayan, minimarket, dan supermarket – adalah gerai toko yang bersinggungan erat dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Banyak bisnis ritel yang menjual produk dari berbagai perusahaan manufaktur.

Jadi, tak heran kalau Anda pasti selalu menemukan produk serupa dari brand yang berbeda-beda dalam satu rak. Sementara itu, jika Anda adalah pelaku bisnis ritel, Anda juga perlu menciptakan brand yang berbeda untuk usaha sendiri – inilah yang disebut sebagai retail branding.

Contohnya Apple, yang gerai-gerai resminya pasti didesain dengan elemen-elemen aestetik yang jadi ciri khas mereka dan merefleksikan desain yang baik pada produk-produk mereka. Nah, dari 5 jenis strategi branding di atas, mana kira-kira yang paling tepat untuk bisnis yang tengah Anda jalankan dan kembangkan?

Alasan Mengapa Strategi Branding Penting untuk Bisnis Anda

5 Alasan Mengapa Strategi Branding Penting untuk Bisnis Anda

Tak perlu diragukan lagi bahwa branding selalu jadi bagian penting dalam sebuah bisnis. Dan saat ini, perannya jadi semakin signifikan dibandingkan sebelumnya. Apalagi dengan adanya media sosial, di mana orang-orang pasti terpapar brand-brand baru setiap harinya.

Hal tersebut sangat bermanfaat bagi para konsumen. Sebab, artinya mereka jadi punya banyak pilihan dan bisa membandingkan mana yang paling pas dengan kebutuhan mereka. Tapi, hal yang sebaliknya justru dirasakan bisnis.

Sebab, kompetisi yang semakin ketat membuat bisnis harus mampu bertahan agar tidak limbung apalagi sampai kolaps. Oleh karena inilah branding menjadi semakin penting demi mempertahankan eksistensi bisnis Anda. Dengan membangun brand yang kuat dan mengeksekusi strategi branding yang tepat, Anda pun dapat membangun sebuah citra di mata masyarakat.

Untuk lebih jelasnya, simak 5 alasan berikut untuk mempertegas pentingnya branding bagi keberlangsungan bisnis, terutama di era digital saat ini.

Memperkenalkan Bisnis ke Lebih Banyak Orang

Salah satu alasan yang paling jelas mengapa bisnis Anda butuh branding adalah agar bisnis, produk, maupun layanan bisa dikenal lebih luas. Lewat branding yang kuat, secara alami orang-orang akan lebih sadar (aware) akan bisnis Anda dibandingkan jika Anda tidak melakukan branding sama sekali. Sebab, bisnis yang tidak punya branding kuat tidak akan diingat lama.

Di samping itu, dalam branding juga ada yang disebut dengan desain logo, di mana elemen-elemen visual digabungkan untuk membuat brand Anda jadi semakin mudah dikenal. Ditambah lagi dengan desain kemasan yang atraktif. Meskipun orang-orang bisa jadi melihat brand Anda hanya sekejap, elemen visual yang tepat bisa membuat mereka selalu ingat dengan brand Anda.

Membangun Rasa Percaya

Rasa percaya dari audiens Anda adalah salah satu hal terpenting yang harus diraih oleh bisnis. Tapi, tentu saja meraih rasa percaya tak semudah kedengarannya. Dan di sinilah branding dapat memainkan fungsi signifikan, terutama dengan penggunaan elemen-elemen kunci branding yang tepat.

Mengapa? Karena branding adalah sesuatu yang banyak orang harapkan untuk lihat dari setiap bisnis di luar sana. Artinya, mereka memiliki ekspektasi tertentu lewat kesan yang mereka peroleh dari brand Anda. Dan jika ada yang “kurang”, orang-orang akan dengan mudah langsung mencoret bisnis Anda dan memilih kompetitor.

Meningkatkan Efisiensi Iklan

Iklan merupakan salah satu media promosi penting yang efektif. Dan jika Anda padukan dengan branding, keduanya dapat memberikan hasil yang lebih luar biasa. Sebab, hasil yang Anda inginkan lewat iklan akan memberikan hasil dan dampak yang lebih signifikan jika Anda sudah memiliki brand.

Ketika Anda mengiklankan bisnis atau produk, tentu Anda ingin agar iklan juga bisa mewakili identitas dan value bisnis Anda, kan? Kalau Anda belum membentuk brand, Anda jelas akan kebingungan ketika akan merancang konsep iklan, yang bisa berakibat pada hilangnya kesempatan besar untuk memproduksi campaign yang efektif.

Menciptakan dan Meningkatkan Loyalitas Karyawan

Apakah fungsi dari branding hanya bisa dirasakan oleh pihak-pihak eksternal seperti konsumen Anda? Ternyata tidak, karena branding juga menjadi strategi untuk menambahkan value di dalam perusahaan Anda sendiri.

Tentu Anda ingin agar semua karyawan merasa senang bekerja di tempat Anda dan ingin agar mereka memupuk semangat tim, kan? Nah, tahukah Anda kalau perusahaan dengan branding yang kuat juga akan dengan lebih mudah mendorong karyawannya dalam menunjukkan performa terbaik. Sebab, seluruh karyawan bisa merasa terlibat dalam hal besar dan bukan sekadar mengerjakan pekerjaan sehari-hari.

Menciptakan Konsumen yang Loyal

Sebagai pelaku bisnis, tentunya Anda tidak ingin pembeli yang hanya mengenali brand Anda sekilas dan membeli produk/jasa sekali saja, kan? Semua bisnis pasti ingin agar para pembelinya “naik level” jadi pelanggan yang akan selalu datang kembali untuk bertransaksi (repeat purchase/order).

Nah, dengan branding yang baik, Anda bisa membangun loyalitas konsumen juga. Sebab, branding yang baik juga bisa memberikan sentuhan manusiawi pada bisnis Anda, di mana konsumen bisa merasakan ikatan personal dan tak hanya sebatas datang untuk membeli barang/jasa yang diinginkan saja.

Caranya adalah dengan menciptakan nilai dan ikatan emosional di dalam brand Anda, sehingga konsumen bisa merasa “terhubung” dengan bisnis Anda. Dengan konsisten membangun hubungan bersama audiens Anda lewat cara ini, mereka secara pasti akan berubah menjadi pelanggan loyal.

Belajar Kisah Branding Sukses dari Apple dan Nike

Salah satu aspek penting dalam branding adalah brand positioning. Artinya bagaimana Anda membedakan bisnis Anda dari para pesaing, dan bagaimana para konsumen bisa mengenali dan terhubung dengan brand Anda.

Nah, brand positioning ini bisa diwujudkan lewat berbagai cara. Misalnya suara dan intonasi, desain visual, serta cara bisnis Anda membawakan dirinya secara tatap muka hingga melalui interaksi di media sosial.

Secara garis besar, brand positioning membantu orang-orang menemukan jawaban mengapa mereka harus memilih brand Anda, bukannya kompetitor. Sebab, Anda dan kompetitor boleh jadi punya produk atau jasa yang serupa, termasuk dari segi fiturnya. Tapi, apa yang benar-benar menjadi keunggulan serta keunikan Anda, yang tak bisa ditemukan di dalam brand kompetitor?

Dan di dunia nyata, sudah ada banyak brand sukses yang mampu menawarkan hal tersebut – sebuah pengalaman branding yang benar-benar unik, sehingga membuat brand tersebut tak bisa dengan mudah digantikan brand lain meskipun dengan produk/jasa yang sama.

contoh kisah branding sukses

Beberapa Contoh Kisah Branding Sukses

Apple

Terlepas dari apa yang orang-orang katakan tentang Apple pasca perginya Steve Jobs, Apple tetap merupakan contoh branding yang kuat. Bahkan, Apple adalah brand yang selalu jadi contoh dalam kerangka Golden Circle-nya Simon Sinek – why dulu, baru how dan what.

Artinya, konsumen memilih Apple bukan semata-mata karena produk apa yang mereka tawarkan, tapi “mengapa memilih Apple”. Hingga saat ini, Apple tetap menjadi yang terdepan dalam desain cantik nan inovatif, yang membuatnya jauh berbeda dari apa yang brand-brand lain tawarkan.

Dan pesan yang disampaikan Apple lewat brand-nya adalah: Jika Anda pengguna Apple, Anda juga orang yang inovatif, penuh imajinasi, dan kreatif – sama seperti brand Apple itu sendiri.

Di samping itu, Apple memprioritaskan value atau nilai dari produk mereka, serta koneksi yang dibangun antara brand dengan konsumen sebagai fokus utama branding mereka. Dengan begitu, mereka juga mengesampingkan faktor harga.

Nike

Nike mengawali bisnis mereka dengan fokus pada performa dan inovasi. Mereka lah yang pertama kali menemukan dan memperkenalkan waffle shoe, serta membangun brand mereka dengan menyasar para atlet.

Akan tetapi, saat ini produk-produk Nike telah berkembang jauh, seperti yang barangkali sudah Anda sadari setiap kali Anda memasuki toko resmi Nike. Dari yang awalnya hanya sepatu olahraga, sekarang mereka mampu menawarkan baju atletik yang mampu meningkatkan performa pemakainya.

Branding dan pesan yang disampaikan Nike fokus pada empowerment. Hal ini dipertegas dengan jargon mereka – “Just Do It” – hingga nama Nike yang berasal dari Dewi Kemenangan dalam mitologi Yunani.

Dan apabila Anda perhatikan, seluruh model dan atlet dalam iklan-iklan Nike sama sekali tidak menunjukkan wajah ceria atau tersenyum sumringah. Justru mereka menunjukkan ekspresi serius – karena Nike adalah produk untuk menunjang aktivitas fisik agar Anda bisa memberikan performa yang terbaik.

Dengan begitu, meskipun Anda bukan atlet sekalipun – amatir maupun profesional – Nike adalah brand yang dapat mendukung performa Anda selayaknya atlet sungguhan. Dan pesan ini pun disampaikan dengan jelas lewat sederet kampanye branding mereka.

Kesimpulan Contoh Branding

Dari kedua contoh branding di atas, baik Apple maupun Nike adalah brand yang juga terkenal sebagai brand yang sangat customer-centric. Lewat brand positioning yang jitu dan kuat, mereka tak hanya menunjukkan keunikan mereka dibandingkan para kompetitor, tapi juga memberikan sederet value unik bagi para konsumennya.

Oleh karena itu, brand kuat menunjukkan kesuksesan bukan karena mereka adalah satu-satunya pemain di pasar. Tapi, mereka adalah brand yang bisa memberikan ikatan emosional dan value khusus bagi segmennya dengan cara yang lebih baik dibandingkan para kompetitornya.

Tujuan Branding

3 Tujuan Branding untuk Kemajuan Bisnis Anda, Apa Saja?

Pasar yang semakin kompetitif menuntut para pelaku bisnis agar semakin kreatif, imajinatif, dan inovatif, termasuk Anda. Dengan begitu, Anda pun bisa bangun sebuah pesan dan mengomunikasikan pesan tersebut – bahwa bisnis Anda memiliki produk/jasa yang berbeda dari kompetitor.

Inilah yang dapat Anda lakukan lewat branding. Nah, branding ini tak hanya sebatas pembuatan desain logo, nama, tagline, maskot, jingle, dan sebagainya. Tapi juga value, misi, dan visi apa yang ingin Anda sampaikan serta raih lewat brand Anda.

Oleh karena itu, branding jelas memiliki tujuan yang sangat penting dan signifikan bagi setiap bisnis, termasuk bisnis Anda. Lalu, apa saja ya tujuan branding ?

Menjadi Identitas dan Pembeda dari Kompetitor

Anda tentu sudah tahu bahwa sebenarnya ada banyak brand produk mi instan di pasaran. Tapi, apabila Anda perhatikan dengan seksama, sebenarnya masing-masing brand tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing.

Contohnya mi instan yang fokus pada citarasa Nusantara untuk varian rasanya, mi instan sehat yang bebas MSG, pewarna, dan pengawet, mi instan spesialis rasa-rasa pedas, dan sebagainya.

Nah, kalau dilihat sebenarnya semuanya adalah produk yang sama. Tapi, identitasnya itulah yang membedakan satu brand dengan brand lainnya. Dan pada akhirnya, faktor ini juga jadi penentu saat konsumen akan membuat keputusan pembelian.

Memberikan Daya Tarik pada Brand Anda

Branding tak hanya soal membuat logo, memilih warna, mendesain kemasan atau memilih nama maupun tagline. Tapi, branding adalah proses yang menggabungkan semuanya. Hal inilah yang kemudian membuat sebuah produk jadi memiliki daya tarik.

Mengapa? Karena produk tak lagi terlihat hanya sebagai benda saja yang dapat dibeli hanya untuk memenuhi kebutuhan. Melanjutkan contoh mi instan di atas, branding inilah yang jadi alasan mengapa ada yang hanya suka membeli mi merek A, dan ada yang pasti membeli mi merek B. Padahal, jika hanya dilihat dari bendanya saja, kedua merek tersebut sama-sama mi instan yang tidak butuh waktu lama untuk dimasak dan dimakan untuk menghilangkan rasa lapar.

Membangun Loyalitas bagi Produk Anda

Salah satu tujuan branding yang utama adalah membangun loyalitas terhadap suatu produk atau bisnis. Mengapa? Karena konsumen yang loyal adalah konsumen yang pasti akan terus kembali untuk membeli barang/jasa. Bahkan, konsumen loyal juga tidak akan terpengaruh berita negatif maupun kenaikan harga barang.

Konsumen yang loyal juga jelas akan sangat menguntungkan bisnis Anda, kan? Karena mereka akan kembali lagi untuk membeli barang/jasa, artinya penjualan akan terus ada dan bahkan bisa meningkat seiring dengan bertambahnya konsumen baru.

Manfaat Branding

6 Manfaat Branding yang Harus Anda Ketahui

Mengapa branding sangat penting bagi setiap bisnis? Dan apa sebenarnya manfaat dari brand yang kuat bagi bisnis Anda? Untuk membantu Anda memahami lebih mendalam, berikut ini manfaat branding bagi bisnis :

Mudah Dikenali Konsumen

Jangan sampai Anda meremehkan kekuatan dari rasa familiar. Ketika konsumen sedang berbelanja dan melihat gambar, warna, atau tipografi dari brand yang sangat mereka kenal, mereka akan mengambil produk tersebut secara otomatis daripada produk dari brand-brand lain. Mengapa? Karena apa yang mereka lihat nampak menarik dan terasa familiar.

Loyalitas Konsumen

Begitu pembeli mulai mengenali dan membeli produk/jasa, brand yang baik tahu caranya agar dapat menarik pembeli tersebut kembali. Dan secara pasti, pembeli tersebut akan menjadi konsumen yang setia. Jika bisnis Anda mampu menggabungkan produk berkualitas dengan branding yang memikat, jangan heran kalau loyalitas konsumen Anda akan terus-menerus meningkat.

Membangun Konsistensi dalam Pemasaran

Begitu bisnis Anda sudah memiliki pondasi branding yang solid – warna, tipografi, website, tagline, filosofi perusahaan, dan sebagainya – langkah selanjutnya akan jadi lebih mudah. Dan salah satunya adalah konsistensi dalam strategi pemasaran Anda, baik itu secara visual maupun nuance dari teks yang dipilih.

Dengan konsistensi, konsumen Anda tidak akan merasa bingung ketika melihat brand Anda. Sebab, bagi mereka brand Anda konsisten dan tidak bergonta-ganti.

Membangun Brand Equity

Manfaat lain dari branding yang kuat berkaitan dengan kemudahan dalam mempromosi produk/layanan baru. Hal ini juga berkaitan dengan rasa familiar dan konsistensi. Jadi, meskipun ada produk/jasa baru yang belum pernah dicoba, orang-orang akan tetap tertarik mengikuti karena mereka sudah familiar dengan brand Anda.

Meningkatkan Kredibilitas Perusahaan

Dengan branding yang solid, kredibilitas dan reputasi bisnis Anda di dalam industri maupun di mana konsumen juga akan meningkat lebih baik. Sebagai bisnis, Anda tentu ingin memberikan kesan profesional dan andal di mata pasar dan konsumen.

Nah, perpaduan antara pemasaran, layanan pelanggan yang prima, hingga branding secara visual yang menarik dapat mempertegas kesan yang Anda ingin sampaikan kepada pasar dan konsumen Anda.

Berbagi Value

Loyalitas konsumen juga dapat dibangun lewat value yang sama dengan bisnis. Bahkan, cara ini bisa menumbuhkan loyalitas yang bahkan dapat berlangsung selama generasi. Contohnya bedak tabur Marcks’ di Tanah Air, yang sudah dikenal selama puluhan tahun sebagai salah satu kosmetik pertama yang menonjolkan kecantikan alami wanita Indonesia. Para penggunanya yang sudah loyal sejak dulu pun akhirnya memperkenalkan bedak ini kepada anak-cucunya.

Langkah Membangun dan Mempertahankan Identitas Branding yang Kuat

5 Langkah Membangun dan Mempertahankan Identitas Branding yang Kuat

Tak ada kata terlambat untuk membangun identitas brand yang kuat. Jadi, terlepas dari apakah Anda sedang merintis bisnis startup atau sudah memiliki bisnis tapi baru akan benar-benar serius menjalankan branding saat ini, sekarang adalah saat yang tepat untuk melakukannya.

Untuk membantu Anda membangun dan mempertahankan identitas branding yang kuat, simak 5 langkah berikut ini untuk membangun dan mempertahankan identitas branding yang kuat :

Lakukan Brand Audit yang Menyeluruh

Pertama, ketahui dulu secara pasti posisi bisnis Anda di pasar. Persaingan pasar yang kompetitif membuat lingkungannya sering berubah dengan cara yang pesat, bahkan secara tak terduga pula. Oleh karena itu, Anda perlu lakukan brand audit secara rutin, beserta audit kompetitor.

Dengan analisis yang mendalam mengenai kompetitor Anda di pasar – termasuk di dalamnya review mengenai website kompetitor, SEO-nya, serta identitas brand dan iklan kompetitor – akan memberikan informasi lebih jelas tentang siapa kompetitor Anda, bagaimana Anda bisa melakukan diferensiasi, dan strategi yang tepat.

Tentukan dan Evaluasi Keunikan Bisnis Anda

Agar strategi branding berhasil, perusahaan terlebih dahulu harus bisa mengidentifikasi apa filosofi intinya, seperti misi dan visi. Di samping itu, Anda juga perlu menentukan apa value yang ditawarkan brand Anda, serta pembedanya dari para kompetitor, inilah fondasi penting dalam membangun brand yang benar-benar mewakili bisnis Anda di mata masyarakat.

Kembangkan Elemen Kreatif Brand Anda

Langkah berikutnya adalah untuk menciptakan atau menengok kembali penampilan, perasaan, dan suara dari brand yang akan Anda boyong ke semua channel pemasaran nantinya. Brand Anda harus unik dan berbeda, tapi juga “klik” dengan para konsumen. Di samping itu, brand Anda juga harus menampilkan kesan konsisten yang merefleksikan nilai-nilai perusahaan di seluruh channel pemasaran maupun komunikasi.

Terapkan Strategi untuk Membangun Identitas Brand

Identitas brand bukanlah sesuatu yang bisa dibangun dan diselesaikan hanya dalam hitungan hari. Justru, proses ini butuh waktu yang cukup panjang. Pasalnya, Anda perlu menerapkan strategi untuk menumbuhkan brand awareness serta memperkuat brand Anda. Baik itu iklan cetak, melalui PR, hingga online marketing, seluruh strategi tersebut adalah kerangka rencana pemasaran dan harus bisa diukur dan dianalisis untuk mengetahui keefektifannya.

Analisis dan Poles Kembali

Meskipun penting untuk membangun brand yang nilai intinya terus melekat bagi para konsumen, bukan berarti brand tidak bisa berubah dan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Malah, Anda perlu rutin menganalisis dan memoles kembali brand Anda untuk memastikan bahwa brand masih tetap bisa memberikan janji dan komitmen yang sama kepada para pelanggan, karyawan, supplier, dan para stakeholder lainnya. Patendo konsultan brand siap membantu melindungi merek usaha anda. Silahkan hubungi kami segera, terima kasih.

Bagikan :
There are currently no comments.