021 2217 2410 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

Akta Pendirian Perusahaan PT : Syarat, Biaya, Manfaat dan Cara Membuatnya

Akta Pendirian Perusahaan PT

Akta Pendirian Perusahaan PT : Syarat, Biaya, Manfaat dan Cara Membuatnya. Tahukah Anda bahwa akta pendirian perusahaan PT sangat penting diurus dan dimiliki oleh semua jenis usaha?

Terlepas dari apakah Anda mendirikan usaha UMKM maupun perusahaan berskala nasional atau bahkan internasional, PT atau CV, adanya akta ini akan sangat bermanfaat bagi kelangsungan bisnis untuk seterusnya.

Tentu saja, keberadaan akta pendirian usaha adalah untuk memperjelas status legalitas bisnis Anda. Artinya, dengan memiliki dokumen ini, perusahaan Anda akan dipandang sah dari kacamata hukum, tanpa peduli apa skala, ukuran, atau sektor bisnis Anda.

Meski demikian, sayangnya tidak semua pelaku usaha yang bersedia untuk mengurus dokumen penting yang satu ini. Alasannya beragam, mulai dari dianggap merepotkan, sampai dengan ketidaktahuan pelaku bisnis tersebut akan pentingnya akta pendirian perusahaan PT bagi usahanya.

Nah, bagi Anda yang telah menjalankan usaha sendiri, atau sedang akan merintis perusahaan baru, tentu ini adalah kesempatan penting bagi Anda agar tidak mengikuti kekeliruan yang ternyata masih bisa ditemui di luar sana.

Oleh karena itu, mari simak terlebih dahulu panduan lengkap tentang akta pendirian perusahaan PT berikut ini, termasuk definisi, manfaat, isi akta pendirian, dan langkah-langkah pembuatannya. Selamat membaca dan semoga informasi berikut dapat membantu dalam mengurus akta pendirian usaha Anda!

Jasa Akta Pendirian Perusahaan PT

Apa Itu Akta Pendirian Perusahaan PT ?

Secara garis besar, akta pendirian perusahaan PT adalah sebuah dokumen yang secara resmi disahkan oleh notaris mengenai pendirian sebuah badan usaha (perusahaan). Jenisnya sendiri pada umumnya bergantung pada apa jenis badan usaha tersebut secara hukum, misalnya PT, CV, atau yayasan non-komersial maupun lembaga komersial lainnya.

Di dalam sebuah akta pendirian, terdapat informasi lengkap mengenai pendirian sebuah badan usaha yang dijelaskan di dalamnya. Informasi tersebut juga termasuk oleh siapa, kapan, dan di mana perusahaan tersebut didirikan.

Pada dasarnya, dengan memiliki akta pendirian baik itu akta pendirian PT maupun CV, artinya pendirian perusahaan Anda telah diakui secara resmi di mata hukum, alias legal. Dengan begitu, adanya dokumen ini memberikan bukti bahwa perusahaan Anda terdaftar secara resmi serta memiliki kekuatan hukum yang sah.

Pasalnya, notaris dan pejabat berwenang lah yang mengesahkan akta ini.

Dasar Hukum Akta Pendirian Perusahaan PT

Untuk mempertegas pentingnya dokumen legal yang satu ini, pembuatan akta pendirian usaha sendiri juga telah diatur dengan jelas secara hukum. Salah satu aturan mengenai akta pendirian perusahaan PT tertuang di dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, tepatnya di dalam Pasal 7 ayat (1) dan Pasal 8 ayat (1).

Di dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa:

• Pasal 7 ayat (1) – “Perseroan didirikan oleh dua orang atau lebih dengan akta notaris yang dibuat dalam bahasa Indonesia.”

• Pasal 8 ayat (1) – “Akta pendirian memuat anggaran dasar dan keterangan lain berkaitan dengan pendirian Perseroan.”

Di samping itu, aturan jelas tentang tata cara pembentukan sebuah perusahaan juga terdapat di dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Republik Indonesia No. M.HH-02.AH.01.01 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengumuman Perseroan Terbatas dalam Berita Negara dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia.

Isi Akta Pendirian Perusahaan PT

Apa Saja Isi Akta Pendirian Perusahaan PT ?

Kalau begitu, apa ya isi di dalam akta pendirian? Berikut ini adalah poin-poin penting yang dituangkan di dalam isi akta pendirian perusahaan.

• Tanggal pendirian perusahaan.

• Nama lengkap pendiri perusahaan, baik itu perusahaan perorangan maupun berkelompok yang dimiliki yayasan atau organisasi.

• Nama lengkap perusahaan serta bentuk usaha yang dijalankan.

• Alamat tempat usaha atau kantor yang digunakan.

• Tujuan lengkap dan rinci pendirian perusahaan.

• Detail struktur kepengurusan secara legal di dalam perusahaan.

• Informasi-informasi lain yang terkait dan dibutuhkan untuk menjelaskan perusahaan tersebut secara lebih terperinci.

Isi dari akta pendirian sendiri juga telah diatur di dalam UU No. 40 Tahun 2007, tepatnya di dalam Pasal 8 ayat (2) yang isinya berikut ini.

• Nama lengkap, tempat serta tanggal lahir, tempat tinggal, pekerjaan, dan status kewarganegaraan pendiri perseorangan, atau nama, tempat kedudukan, alamat lengkap, dan nomor serta tanggal Keputusan Menteri tentang pengesahan badan hukum.

• Nama lengkap, tempat serta tanggal lahir, tempat tinggal, pekerjaan, dan status kewarganegaraan anggota Direksi maupun Dewan Komisaris yang diangkat pada saat pendirian perusahaan untuk pertama kalinya.

• Nama pemegang saham yang sudah ikut ambil bagian saham.

Tak hanya itu saja, akta pendirian juga wajib menerangkan detail mengenai pembagian saham beserta keuntungan yang diperoleh para pendirinya. Sama seperti poin di atas, hal ini telah diatur pula di dalam UU No. 40 Tahun 2007, tapi tepatnya di dalam Pasal 48 ayat (2).

Di dalamnya, telah dijelaskan bahwa persyaratan kepemilikan saham ditetapkan di dalam anggaran dasar dengan mencermati persyaratan yang telah ditetapkan oleh instansi berwenang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Mengapa Perlu Memiliki Akta Pendirian Perusahaan PT ?

Seperti yang barangkali sudah Anda ketahui atau malah alami sendiri, masih cukup banyak pemilik usaha yang menyepelekan pentingnya akta pendirian perusahaan PT karena berbagai alasan. Padahal, ternyata keberadaan akta ini punya banyak manfaat untuk kelangsungan usaha, lho!

Lantas, apa saja ya manfaat yang dapat Anda peroleh dengan mengurus, membuat, dan memiliki akta pendirian perusahaan PT ini? Berikut ini manfaatnya :

1. Mempertegas status legalitas perusahaan di mata hukum.

Dengan memiliki akta pendirian, artinya perusahaan Anda sudah legal alias resmi di mata hukum. Pasalnya, dokumen legal ini tak hanya disahkan oleh notaris saja, tapi juga disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Artinya, jika perusahaan Anda mengantongi akta pendirian, pendiriannya dianggap sah dan benar secara hukum.

2. Memperjelas status pemilik perusahaan di mata hukum.

Tak hanya pendiriannya saja yang dinyatakan sah di mata hukum, siapa pendiri dan pemilik sebuah perusahaan juga mendapatkan status sah yang sama dengan adanya akta pendirian perusahaan.

Dengan demikian, bilamana terjadi sesuatu di kemudian hari seperti pengalihan atau jual-beli bisnis, pemilik bisnis yang sah mendapatkan kekuatan hukum yang kuat.

3. Memperjelas pembagian keuntungan.

Di samping info lengkap mengenai pendiri dan pemilik perusahaan, akta pendirian juga menerangkan secara mendetail perihal pembagian saham dan keuntungan di antara para pemilik.

Seperti yang barangkali sudah Anda ketahui, perkara ini bisa menimbulkan masalah atau sengketa apabila tidak disepakati dan dituangkan ke dalam dokumen resmi yang jelas.
Nah, karena akta pendirian perusahaan PT juga menerangkan permasalahan ini, risiko timbulnya sengketa karena pembagian keuntungan di kemudian hari di antara para pemilik pun bisa dihindari dan ditekan seminimal mungkin.

4. Meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata investor.

Seiring dengan berjalannya waktu, nantinya Anda bisa mengembangkan usaha dengan menarik investor baru. Nah, tentunya calon investor manapun ingin memastikan bahwa perusahaan yang hendak ia beri suntikan dana adalah perusahaan yang benar-benar legal dan kredibel.

Dan dengan adanya dokumen legal yang satu ini, calon investor sudah tak perlu lagi merasa ragu soal kredibilitas perusahaan yang Anda miliki.

5. Merupakan dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan dokumen legal lainnya.
Dalam urusan administrasi sebuah perusahaan, akta pendirian bukanlah satu-satunya dokumen yang perlu Anda urus dan miliki.

Sebab, ada juga beberapa dokumen lain yang tak kalah penting, seperti Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

Untuk mengurus dan mendapatkan dua dokumen legal tersebut, salah satu persyaratan yang dibutuhkan adalah akta pendirian. Dengan begitu, urusan administrasi perusahaan yang berikutnya akan jadi lebih mudah apabila Anda sudah memiliki akta pendirian perusahaan, kan?

Persyaratan Membuat Akta Pendirian Perusahaan PT

Persyaratan Membuat Akta Pendirian Perusahaan PT

Lain dengan yang biasa dikhawatirkan oleh kebanyakan orang, mengurus akta pendirian usaha sebenarnya tidak membutuhkan persyaratan yang rumit, kok. Baik itu akta pendirian CV maupun PT, secara garis besar persyaratan dokumen yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

• Salinan KTP pendiri (minimal 2 orang). Di samping itu, Anda juga perlu siapkan identitas resmi pendiri lainnya, termasuk KK, NPWP, dan sejenisnya. Tujuannya adalah untuk menyediakan informasi yang resmi dan valid terkait dengan identitas pendiri perusahaan.

• Salinan KK dan pas foto penanggung jawab, yaitu pihak yang memegang tanggung jawab terhadap keberadaan perusahaan yang pendiriannya akan dibuatkan akta.

• Salinan PBB untuk tahun terakhir.

• Salinan surat kontrak (apabila kantor yang digunakan berstatus kontrak).

• Surat Keterangan Domisili untuk perusahaan yang Anda dirikan.

• Foto kantor tempat perusahaan Anda berlokasi, termasuk foto eksterior maupun interior.

• Surat keterangan pejabat setempat, yang biasanya bisa diwakilkan oleh ketua RT maupun RW di mana kantor berada. Tujuan dari surat ini adalah untuk memastikan bahwa perusahaan yang Anda dirikan benar-benar ada, alias bukan merupakan perusahaan fiktif atau abal-abal.

Biasanya, persyaratan di atas juga diperlukan pada saat petugas melakukan survei lokasi ketika Anda akan mengurus dokumen-dokumen lain seperti SIUP. Oleh karena itu, informasi lokasi perusahaan yang jelas harus diberikan lewat Surat Keterangan Domisili yang benar dan tepat.

Bagaimana Cara Mengurus Pembuatan Akta Pendirian Perusahaan?

Sebagai catatan tambahan, proses untuk pembuatan akta pendirian CV maupun PT sebenarnya tidak jauh berbeda di tahap awalnya. Sedangkan rangkuman jelas tentang langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk membuat akta pendirian perusahaan PT bisa Anda simak dalam poin-poin berikut ini:

1. Notaris akan membuat draft atau rancangan akta. Draft ini belum bersifat final karena masih perlu Anda cek dulu sebagai klien notaris, yaitu pihak yang membutuhkan jasa notaris untuk pembuatan akta.

2. Setelah draft akta pendirian perusahaan PT sudah disetujui oleh klien untuk difinalisasi, notaris akan menjadwalkan prosesi tanda tangan. Penandatanganan akta ini wajib dihadiri oleh semua pengurus perusahaan di hadapan notaris. Sedangkan tanda tangan yang dibutuhkan adalah pemegang saham (untuk PT) dan persero aktif beserta persero komanditer (untuk CV).

3. Setelah selesai proses tanda tangan, akta akan disahkan di instansi resmi yang berwenang dan terkait. Nah, pada tahap ini, terdapat perbedaan antara PT dan CV, yaitu:

• Untuk PT, pengesahan akta dilakukan oleh Kemenkumham, yang dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK) Kemenkumham. Pengesahan akta pendirian PT sendiri dilakukan setelah proses tanda tangan di hadapan notaris.

• Untuk CV, pengesahan akta dilakukan di Pengadilan Negeri yang berlokasi di kota kedudukan perusahaan, dan berupa cap pengadilan yang tertera pada akta perusahaan. Sedangkan untuk pengesahan akta pendirian CV, proses ini baru bisa dilakukan setelah ada Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) dan NPWP perusahaan.

Dengan demikian, bisa Anda simpulkan bahwa tahapan pembuatan akta untuk pendirian PT adalah sebagai berikut:

1. Pembuatan draft akta oleh notaris.

2. Revisi akta dari perusahaan sebagai klien.

3. Pemegang saham menandatangani akta di hadapan notaris.

4. Pengesahan akta di Kemenkumham lewat SK Kemenkumham.

5. Penerbitan akta dan SK pendirian perusahaan secara resmi.

Sedangkan untuk tahapan pembuatan akta pendirian CV, tahapannya adalah sebagai berikut:

1. Pembuatan draft akta oleh notaris.

2. Revisi akta dari perusahaan sebagai klien.

3. Persero aktif dan persero komanditer mengikuti proses penandatanganan akta di hadapan notaris.

4. Pembuatan SKDP dan NPWP perusahaan.

5. Pengesahan akta di Pengadilan Negeri.

6. Proses pembuatan akta dan pengesahan selesai.

Sementara itu, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan untuk mempermudah proses pengurusan dan pembuatan akta pendirian:

• Silahkan hubungi Patendo

• Siapkan semua berkas yang sudah disiapkan sebagai syarat pembuatan akta pendirian ke instansi berwenang yang terkait.

• Urus surat pengajuan nama perusahaan agar disetujui. Baru kemudian Anda bisa lanjutkan dengan pengajuan SIUP dan TDP sebagai pelengkap akta pendirian nantinya.

• Tunggu sampai semua proses selesai dan akta pendirian untuk perusahaan Anda resmi dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. Perhatikan bahwa bisa jadi ada perbedaan soal berapa lama proses pengurusan akta pendirian sampai akhirnya akta resmi diterbitkan, tapi biasanya waktu yang dibutuhkan tak lebih dari seminggu hari kerja.

Biaya Pembuatan Akta Pendirian Perusahaan PT

Berapa Biaya Pembuatan Akta Pendirian Perusahaan PT ?

Anda perlu perhatikan sejak awal bahwa berapa besar biaya akta pendirian perusahaan PT dapat bervariasi dari satu daerah dengan daerah lainnya. Walaupun sebenarnya perkumpulan notaris di Indonesia sudah membuat standar harga, tentu saja beda daerah beda pula kebijakannya.

Secara umum, biaya standar yang perlu Anda siapkan untuk membuat akta perusahaan berkisar antara Rp 3 juta sampai dengan Rp 5 juta. Sedangkan untuk lama waktu yang dibutuhkan sampai akhirnya akta selesai diproses dan disahkan bisa mencapai 14 hari kerja.

Meski begitu, lama waktu yang dibutuhkan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kelengkapan dan kesiapan dokumen.

Apakah Isi Akta Perusahaan Dapat Diubah?

Setelah akta perusahaan sudah selesai dibuat dan disahkan, apakah isinya tidak bisa diubah? Sebab, bisa jadi bertahun-tahun lagi terjadi hal-hal yang tak diduga sehingga mengharuskan perusahaan untuk melakukan perubahan.
Beberapa contoh perubahan yang umum dilakukan pada akta perusahaan adalah sebagai berikut:

• Perubahan nama perusahaan menjadi nama baru.

• Perubahan tempat dan kedudukan (domisili) perusahaan. Hanya saja, terkadang perusahaan hanya mencantumkan kota kedudukan saja di dalam akta, dan bukannya alamat lengkap kedudukan perusahaan.

Dalam hal ini, apabila perubahan domisili dilakukan untuk kota kedudukan yang berbeda, biasanya perusahaan akan melakukan perubahan. Sedangkan jika domisili baru masih dalam kota kedudukan yang sama, biasanya akta tidak diubah namun perusahaan perlu melakukan perubahan dalam sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) untuk PT.

• Perubahan maksud dan tujuan PT, baik itu penambahan maupun pengurangan.

• Perubahan besaran modal, baik itu modal disetor maupun modal dasar, serta penambahan maupun pengurangan modal. Perubahan juga dapat dilakukan lewat perubahan persentase kepemilikan saham.

• Perubahan status PT tertutup menjadi terbuka, maupun sebaliknya.

• Perubahan lainnya, seperti:

• Perubahan susunan komisaris dan/atau dewan direksi;

• Perubahan tata cara pengangkatan, pemberhentian, maupun penggantian anggota komisaris dan/atau dewan direksi;

• Perubahan tata cara penggunaan laba;

• Perubahan tata cara pembagian dividen;

• Dan perubahan-perubahan lainnya.

Sebenarnya, perubahan akta perusahaan bukanlah sesuatu yang asing atau tidak wajar. Sebab, tak bisa dipungkiri bahwa bisa jadi ada hal-hal yang timbul dan memaksa sebuah perusahaan untuk melakukan perubahan sebagaimana yang sudah disebutkan pada poin-poin di atas.

Perubahan akta perusahaan ini dapat dilakukan lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS), terutama untuk perusahaan yang berstatus PT. Setelah perubahan disepakati secara internal, perubahan tersebut akan mulai diproses melalui notaris yang akan membuatkan akta baru.

Nah, akta baru yang timbul karena adanya perubahan ini disebut sebagai Akta Perubahan. Dan oleh karena alasan ini, akta perusahaan yang dibuat pertama kali pada saat didirikan kemudian sering juga disebut dengan nama akta pendirian perusahaan PT atau akta pendirian.

Ketika sebuah perusahaan melakukan perubahan untuk aktanya, rupanya tidak semua perubahan harus disahkan kembali. Di dalam akta PT, perubahan yang membutuhkan pengesahan kembali oleh Menkumham meliputi:

• Perubahan nama perusahaan.

• Perubahan tempat dan kedudukan perusahaan.

• Perubahan jangka waktu berdirinya perusahaan.

• Perubahan jumlah modal dasar.

• Perubahan jumlah modal disetor karena pengurangan.

• Perubahan maksud dan tujuan perusahaan.

• Perubahan status perusahaan.

Bagaimana dengan perubahan di dalam akta CV? Secara garis besar, perubahan di dalam akta CV juga mencakup poin-poin umum yang serupa, seperti:

• Perubahan identitas pemilik CV, yang menyebabkan adanya keharusan untuk mengubah informasi nama lengkap pendiri CV, alamat domisili lengkap, dan pekerjaan.

• Perubahan kegiatan usaha perusahaan.

• Perubahan hak dan kewajiban para pendiri CV.

• Perubahan jangka waktu CV.

Jasa Pendirian Perusahaan PT

Dalam hal perubahan anggaran dasar yang disebabkan oleh perubahan nama CV, permohonan perubahan baru bisa diajukan apabila nama CV yang baru telah disetujui oleh Menkumham. Setelah nama CV yang baru disetujui, Menkumham akan menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) atas perubahan nama yang diajukan.

SKT tersebut kemudian dapat di-print oleh notaris untuk ditandatangani dan diberi cap jabatan notaris sebagai bukti legalitasnya. Tak hanya itu saja, SKT tersebut juga wajib menampilkan keterangan “Surat Keterangan Terdaftar ini dicetak dari Sistem Administrasi Badan Usaha”. Untuk pembuatan akta pendirian perusahaan silahkan hubungi Patendo, terima kasih.

Bagikan :
There are currently no comments.